The Betrayal

The Betrayal
Menunggu dirinya


Masih di masa lalu


Rumah sakit xxxxxxx


Ruang khusus rawat Heidi.


Langit malam semakin menggelap dibalik cuaca yang jelas tidak baik-baik saja, angin berhembus cukup kencang di mana rinai hujan mulai membasahi beberapa bagian area di sekitar nya.


Dalam sebuah ruangan suara layar monitor pengatur detak jantung terdengar mengalun teratur di sepanjang ruangan rawat inap VVIP rumah sakit xxxxxxx pusat kota tersebut.


Tubuh ringkih dan tidak berdaya seorang gadis muda yang usianya masih terlalu belia terlihat berbaring di atas kasur rumah sakit mendominasi berwarna putih, tidak ada pergerakan sama sekali sejak tragedi malam kecelakaan beberapa bulan yang lalu.


padahal kasus tragedi kecelakaan tersebut terus bergulir dari waktu ke waktu, Dru putra Xavier mendekam di penjara tanpa kepastian hukum di mana tuntutan demi tuntutan terus berjalan dari keluarga gadis tersebut. Keluarga Xavier dan Cullen tidak dalam keadaan baik-baik saja, upaya perdamaian tidak kunjung masuk pada titik temu nya.


Apa yang dikatakan orang-orang mungkin benar, biarkan saja Dru berada di penjara, menikmati hukuman atas dosa-dosa nya, dia pantas mendapatkan nya, julukan pembunuh terdengar di negara tersebut.


Manhattan menjadi tempat mengerikan untuk nyonya Lana lan saat ini.


Sebagai seorang ibu meskipun orang-orang berkata putra nya pantas menerima hukuman atas perbuatannya, nyata nya seorang ibu tidak akan mampu melihat hal seperti itu, dia terus berupaya untuk mencari titik perdamaian dan menggelontorkan tidak sedikit uang agar kasus Dru tidak kembali naik kepermukaan, menyumpal mulut media bahkan mencoba menemui keluarga gadis yang sekarat bernama Heidi tersebut untuk menyudahi segalanya.


Yang mengerikan ayah dan ibu tiri gadis tersebut menekan mereka pada kompensasi yang begitu mengerikan, tuan Tristan dan adik Lana Lan Arash menolak untuk memberikan apa yang mereka minta.


"Permintaan nya tidak masuk akal"


Itu yang di ucapkan adik laki-laki Lana Lan, Tristan.


"Lalu aku harus bagaimana, Tristan?".


Dia mulai frustasi, ipar nya Zahra terus berusaha menenangkan nya.


"Tunggu gadis itu bangun kak, sebentar lagi, percayalah"


"kenapa kalian begitu yakin gadis itu akan mencabut semua tuntutannya? bagaimana saat dia bangun dia akan semakin menekan keluarga kita dan membuat Dru semakin terpuruk pada dosa-dosa nya?"


Nyonya Lana Lan terus bertanya, dibalik suara serak yang menghantam dirinya karena tangisan siang malam nya membuat seluruh kondisi kesehatan tubuh nya turun drastis.


"Tunggu lah sebentar lagi"


Lagi kali ini tuan Tristan yang mencoba menyakinkan diri nya.


"Jika kasus ini selesai, aku akan pergi dengan Dru ke Paris atau Indonesia, aku tidak akan pernah mau kembali ke Manhattan bagaimana pun cara nya"


Dan dia benar-benar berpikir, Manhattan adalah mimpi terburuk untuk keluarga mereka.


Entahlah berapa lama waktu berlalu dimana suara mesin latar monitor detak jantung masih mengeluarkan suara teratur nya hingga tiba-tiba saja satu gerakan terlihat di balik Jemari gadis yang berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih itu.



1 kali.


Cukup lama tidak terjadi pergerakan, suara layar monitor masih terdengar biasa dengan garis detak jantung yang masih terlihat normal.


2 kali.


Kali ini mulai terdengar suara yang sedikit kacau, dimana bagian garis detak jantung mulai bergerak tidak beraturan.


3 kali.


Dan seketika suara kacau terdengar, dimana alarm penanda darurat mulai pecah membangun kan beberapa perawat yang berjaga di malam itu.