
Kembali ke sisi Jessica
Jalanan xxxxxxx
Pinggiran kota Swiss
02.44 AM
Dini hari.
Jessica terlihat mengencangkan sweater yang ada di tubuh nya secara perlahan, gelap nya malam di kota Swiss dengan suhu udara yang mulai mendingin karena akan memasuki musim salju membuat dirinya cukup kedinginan dan mengeratkan gigi nya untuk beberapa waktu.
Sesekali Jessica mencoba mengusap-usap kedua belah tangannya pada bagian sisi pipi kedua belah kiri dan kanannya, rasanya dia ingin segera sampai di apartemennya dan segera meng'isristirahatkan tubuhnya saat ini juga. apalagi belakangan dia merasakan kakinya cukup kebas dengan keadaan membuat dia setiap kali kembali ke rumahnya memilih untuk merendam kakinya dengan air hangat dan itu jelas membuatnya begitu nyaman dengan keadaan.
itu adalah salah satu cara untuknya meredam rasa lelah dan juga rasa kebas ya terus menerus saja karena berdiri seharian di meja kasir ditambah lagi mungkin karena telah memasuki trimester kedua, seorang ibu hamil biasa nya akan mengalami perubahan pada tubuh seiring dengan ukuran janin yang semakin membesar.
Belakangan dia sering mengalami kram juga nyeri di perut bagian bawah, dokter berkata hall itu terjadi karena rahim ibu yang membesar selama kehamilan memberi tekanan pada otot dan ligamen di sekitarnya. Selain itu, otot ligamen bundar seorang ibu juga akan sering mengalami kram saat meregang. Saat hal itu terjadi, seorang ibu mungkin akan merasakan nyeri tumpul di perut bagian bawah, atau nyeri yang tajam seperti ditusuk dan Jessica benar-benar sering merasakan nya.
Belum lagi berat badan nya mulai bertambah selama memasuki trimester 2 kehamilan, ini bagi Jessica mulai memberi tekanan pada punggung nya, sehingga membuatnya terasa pegal dan sakit. Oleh karena itu, dokter beberapa kali memberikan saran agar dia duduk dengan tegak dan menggunakan kursi yang memiliki penyangga punggung yang baik untuk mengurangi tekanan pada punggung.
Belum lagi dia merasa pusing, keram kaki dan ahhhh terlalu banyak yang dia rasakan dan membuat kepala nya berdenyut-denyut memikirkan nya.
Jessica sejenak mengerut kan keningnya saat dia sadar dari pemikirannya dan dia juga sadar seolah-olah merasa ada yang mengikuti langkah nya sejak tadi, membuat perempuan tersebut langsung menghentikan langkah kakinya dan dia sejenak menoleh ke arah belakangnya.
nyatanya begitu dia berbalik dan menoleh ke arah belakang, dia sama sekali tidak mendapati siapapun dibelakang sana, tapi Jessica tanpa mengurutkan keningnya saat dia pikir seolah-olah ada bayangan yang berhenti di ujung sana.
kesalahan Jessica dia melewati jalan pintas bagian belakang, baginya jalanan itu lebih mempercepatnya untuk pulang, karena jauh lebih dekat dengan tempat tinggalnya dia tidak perlu harus mengikuti jalanan depan yang banyak kendaraan hilir mudik.
jadi Jessica pikir melewati jalanan itu akan cukup membuatnya lebih nyaman dan juga cepat tiba di apartemennya namun nyatanya meskipun malam-malam biasa semuanya baik-baik saja tapi malam ini dia merasa sesuatu yang aneh menghantam dirinya.
ada bayangan yang bergerak di ujung sana dan suara langkah kaki yang mengganggu pendengarannya. hal tersebut seketika membuat Jessica agak takut dengan keadaan, dia buru-buru membalikkan tubuhnya dan melangkah dengan cepat untuk segera pergi dari posisi di mana dia berdiri saat ini.
ada sedikit kekhawatiran dan ketakutan menghantam dirinya dan ini membuatnya sedikit tidak nyaman, perempuan itu semakin mempercepat langkah kakinya di mana dia terus mendengar gesekan kaki beberapa orang yang terus-menerus melangkah di belakangnya.
udara dingin dengan cuaca malam serta angin yang cukup berhembus deras membuat suasana jalanan sepi tanpa siapa-siapa di sekitarnya yang ditemani di lampu remang-remang jalanan semakin membuat suasana menjadi mencekam.