
Disisi lain
kediaman Heidi.
George menatap tajam kearah pelayan rumah tersebut, mendengarkan apa yang diucapkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu dengan seksama. bisa dilihat wanita itu bicara dengan dalam keadaan bibir bergetar, ketakutan besar tersirat dibalik wajah wanita tersebut saat ini sembari dia membiarkan bola matanya menatap ke arah George untuk beberapa waktu.
"Tuan besar mengalami kecelakaan tragis" itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh wanita di hadapan nya tersebut beberapa waktu yang lalu.
Ayahnya mengalami kecelakaan di Jepang dan kini berada pada posisi penyelidikan, katanya seseorang sengaja melepaskan rem mobilnya hingga membuat laki-laki tersebut kehilangan kendali dan sebuah truk menabrak laki-laki paruh baya tersebut.
"Kritis" Sebaris kata itu cukup membuat George diam dan memilih untuk bungkam, dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh wanita di hadapannya tersebut.
"jangan katakan pada Heidi bagaimana kondisi nya, tetap bergerak dan bekerja seperti biasanya aku akan menyelidiki semuanya sendiri dan aku akan pergi menyusul kesana sejenak, aku akan minta seseorang untuk menjaga Heidi selama aku pergi " ucap George lagi kemudian, dia bicara cepat dan memberikan pesan pada pelayan kepercayaan yang mengurusi seluruh kehidupan Heidi sejak dulu hingga kini.
mendengar apa yang diucapkan oleh Tuhan muda nya membuat wanita tersebut menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia cukup khawatir apakah ini bisa dibilang baik saat laki-laki itu harus pergi meninggalkan Heidi seorang diri.
"aku akan membiarkan satu orang kepercayaanku untuk menjaga Heidi, jangan khawatir soal apapun" laki-laki tersebut mengulangi kata-katanya di mana dia akan mengirim seorang laki-laki untuk menjaga adiknya tersebut.
laki-laki itu fikir dia butuh pertahanan saat ini dan dia juga butuh seseorang untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat di dalam pertahanan untuk menghancurkan Rayyana dan orang-orang di belakang wanita tersebut.
setelah berkata seperti itu dia memerintahkan wanita di hadapannya itu untuk segera pergi dari hadapannya di mana George pada akhirnya bergerak kembalikan tubuhnya secara perlahan dan menaiki satu persatuan tetangga menuju ke arah kamar adiknya.
Saat ini Rayyana mungkin sudah tahu kembalinya dirinya dari Jenna, dia ingin menunggu wanita itu datang ke kediaman mereka saat ini dan dia ingin bertatap muka dengan wanita tersebut juga bicara kepada wanita itu dengan cara nya.
begitu laki-laki tersebut tiba di atas berdiri tepat dihadapan kamar Heidi, dia memilih untuk diam sejenak menatap itu kamar adiknya beberapa waktu. laki-laki tersebut mengeratkan rahangnya, mencoba untuk menetralisir emosi yang saat ini setelah mendengar berita soal ayahnya. bola api kemarin tampak jelas terlihat dari balik bola matanya, George pikir dia saat ini tidak lagi bisa memberikan toleransi kepada Rayyana, wanita tersebut baginya sudah terlalu lama menikmati waktu bahagia nya menindas Heidi, menguasai perusahaan Jourdan dan memusnahkan orang tuanya juga dirinya diam-diam bersama saudara tertua lainnya.
George menggenggam erat telapak tangan nya, berusaha sejenak memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut rupanya masih membiarkan headset bluetooth nya tersambung dengan seseorang, dia melakukan panggilan diam-diam sejak tadi tanpa diketahui oleh siapapun.
"Bergeraklah, kamu bisa membantu ku untuk menghancurkan Rayyana dan orang-orang nya" Laki-laki tersebut bicara perlahan, persis seperti sebuah gumaman tapi dapat membuat orang di seberang sana mendengar apa yang diucapkan.
setelah berkata seperti itu dia mematikan panggilan, memilih membuka pintu kamar di mana adiknya berada secara perlahan dan masuk ke dalam sana dengan gerakan yang begitu tenang.