
Heidi terlihat diam saat dia mendengar suara seseorang di belakangnya dia tidak lagi menggerakkan jemari-jemarinya di tuts-tuts piano, memilih untuk tidak mengeluarkan sama sekali suaranya untuk beberapa waktu seolah-olah memikirkan sesuatu.
"aku cukup terkejut kamu datang kemari dan menawarkan bahu mu untukku bersandar"
dan Heidi pada akhirnya mengeluarkan suaranya, secara perlahan dia membalikkan dirinya masih dalam posisi duduk di atas kursi roda. Bola mata nya menatap lurus ke arah depan.
meskipun tidak begitu tepat di mana arah tatapannya tapi setidaknya posisi mereka nyaris berhadapan.
"Apa Dru yang memintamu datang kemari, Tiffany?"
lanjut gadis itu lagi kemudian.
Tiffany terlihat berdiri meskipun dalam posisi tidak sejajar menetap ke arah Heidi untuk beberapa waktu, kemudian dia secara perlahan melangkahkan kakinya dan memilih untuk berdiri tepat di hadapan gadis yang ada di depannya tersebut.
"Tidak, Dru sama sekali tidak tahu jika aku datang menemui kamu, hanya atas inisiatif sendiri ingin datang bertemu dan bicara secara langsung dengan kamu"
setelah berkata seperti itu Tiffany terlihat diam dan menunggu apa yang akan diucapkan oleh Heidi.
Gadis dihadapannya terlihat menaikkan sudut bibirnya, terlalu penuh misteri, untuk orang yang tidak paham dengan karakter nya akan berpikir jika Heidi merupakan sosok gadis yang begitu dingin dan angkuh tapi untuk yang paham bagaimana karakter nya, nyatanya gadis itu begitu rapuh.
Dia berusaha terlihat begitu keangkuhan demi menutupi kemarahannya atas rasa kecewa yang ada di dalam dirinya. Dia menutupi sebuah luka besar yang menganga didalam diri nya dengan menciptakan sifat yang sedikit arogan dan penuh penolakan atas orang-orang yang ada di sekitarnya.
Dan Heidy bukan tipe gadis yang gampang
bakal mempercayai orang-orang yang mendekati nya atau orang lain disekitarnya, dia merupakan tipe orang yang cukup waspada dengan orang-orang di sekitarnya dan gampang merasa risih. Heidi bahkan tidak mudah percaya ketika seseorang berusaha untuk mendekatinya karena baginya siapapun yang ada di sekitar nya merupakan sebuah ancaman besar yang mungkin bisa melenyapkan dirinya kapan saja.
"Aku cukup terkejut mendengar nya."
Dan Heidi terlihat mencibir, dia menggerakkan tangan-tangan nya untuk membawa kursi roda nya menuju ke arah depan, mencoba melewati Tiffany dengan gerakan perlahan, Tiffany mencoba menyingkir, memutar tubuhnya dan berusaha untuk bergerak di samping Heidi.
"Pulanglah, aku tidak membutuhkan bahu siapapun bahkan aku tidak tertarik untuk bicara dengan mu saat ini"
Dan Heidi memberikan penolakan, dia tidak suka jika Tiffany ada di sana karena bagi nya Tiffany adalah bagian dari Dri dan siapapun yang ada disekitar nya hanya lah orang-orang tidak baik yang seolah-olah sedang menertawakan nasib nya, mencibir dan menghina nya, menganggap nya benalu karena kecacatan nya.
Padahal dia korban dari tindakan orang lain, nyata nya orang-orang terus berpikir jika dia adalah benalu untuk Dru dan keluarga nya.
Siapa Korban siapa pelaku?!.
Menjijikkan.
Heidi mendengus didalam hati, dia bergerak berusaha terus menjauhi Tiffany, merasa risih terhadap gadis tersebut saat ini.
"Kau membuat penolakan keras di balik hati mu yang tidak baik-baik saja"
Alih-alih tersinggung atas perlakuan Heidi atau ingin pergi karena ucapan gadis tersebut, Tiffany memilih terus bergerak mensejajarkan langkah, dia bicara sambil melirik kearah Heidi.
"Begitu yakin aku tidak baik-baik saja?"
Dan Heidi menghentikan gerakan kursi roda nya, dia memilih diam dan berusaha untuk menahan rasa.
Tiffany ikut berhenti sejenak, memilih untuk menoleh kearah Heidi beberapa waktu.
"Mungkin kamu mengingkari nya, tapi bahasa wajah mu tidak bisa membohongi ku, Heidi"
Ucap Tiffani lagi kemudian, dia sengaja menatap gadis di samping nya tersebut dengan lekat memperhatikan ekspresi Heidi untuk beberapa waktu.
"mungkin kau tidak tertarik untuk bersandar di bahu ku, tapi mungkin kali ini kau akan tertarik atas tawaran ku"
Dan Perempuan itu berucap, masih tidak ingin melepaskan pandangannya dari Heidi barang sedetik pun.
"Aku yakin kau pasti menginginkan hal ini juga, maka dari itu aku akan memberi kamu satu kesepakatan besar yang bisa membuat kamu kembali tidur dengan nyenyak dan juga hidup dengan tenang untuk ke depannya"
Tiffany melanjutkan kata-katanya, membiarkan Heidi terlihat langsung mengerutkan keningnya, gadis tersebut secara perlahan memutar kursi roda nya dan seketika menatap lurus ke arah Tiffany yang nyata nya Perempuan tersebut secara perlahan menurunkan tubuhnya, Tiffany kini memilih duduk tepat dihadapan Heidi, dimana dia membiarkan kedua kaki nya menopang tubuhnya sambil dia menaikkan ujung bibirnya.
"Bertahun-tahun hidup dalam posisi rumit bukankah sulit? kau hanya butuh seseorang untuk membuka mulut ibu tiri mu dan seseorang yang masih tidak kau ketahui yang bergerak dibelakang nya bukan?"
Mendengar ucapan Tiffany seketika ekspresi wajah Heidi langsung berubah, dia menampilkan satu wajah pucat pasi nya dimana dia mendengar apa yang diucapkan oleh Tiffany dengan bahasa yang begitu lugas dan tepat.
"Bagaimana kau ..?"
Heidi menggantung kalimat nya.