
Restoran xxxxxxx
pusat kota.
Mereka terlihat duduk bersama di sebuah restoran xxxxxxxx pusat kota, memesan beberapa menu makanan bersama untuk beberapa waktu kemudian sembari menunggu makan malam mereka datang keempat orang tersebut saling mengobrol antara satu dengan yang lainnya membicarakan tentang beberapa hal bersama.
obrolan demi obrolan terus berlanjut hingga pada akhirnya makan malam dihidangkan satu persatu sesuai menu pesanan mereka oleh beberapa pelayan di restoran tersebut.
"Ini yang paling disukai Dru"
Mommy Lana Lan bicara cepat, menatap kearah Tiffany sembari menggeser sebuah menu ke arah Dru.
Tiffany menatap menu yang di maksud oleh ibu mertuanya.
"Aku baru tahu Kak Dru suka makanan ini"
Dia menatap ke arah menu Ratatouille untuk beberapa waktu, kemudian melirik kearah Dru.
"Hanya suka, menurut ku cukup baik untuk di konsumsi"
Ucap Dari pelan.
Ratatouille
Kuliner tersebut berasal dari daerah Nice, sehingga kerap disebut sebagai ratatouille nicoise. Terdiri atas bermacam-macam sayuran, seperti bay leave, thyme dan dedaunan lainnya. Umumnya, sajian ini disantap bersama nasi, roti atau kentang. Tapi, sekarang sering dijadikan saus untuk pasta, dicampur dengan omelet dan masih banyak lagi.
Dulu, ratatouille merupakan makanan para petani miskin yang dihidangkan pada musim panas. Isinya berupa courgette atau zucchini (sejenis mentimun), tomat, bawang putih, cabai merah dan cabai hijau.
Mendengar ucapan Dru, Tiffany mengangguk kan kepalanya sambil mengembang kan senyuman nya, seperti nya dia menyadari jika laki-laki tersebut berusaha menyesuaikan selera makan, dia menekan ego nya atas makanan kesukaan nya dan mengikuti selera Tiffany selama mereka tinggal bersama.
Tiffany sejenak merasa sedikit buruk karena belum banyak memahami kesukaan suami nya.
Pada akhirnya mereka menikmati makan malam bersama, hanya melakukan beberapa obrolan selama makan malam dan menghabiskan beberapa menu yang ada di atas meja.
dan begitu mereka menyelesaikan makan malam bersama, tiba-tiba daddy Tristan menyerahkan sebuah amplop mendominasi berwarna putih kearah mereka.
Tiffany dan Xavier seketika mengerutkan kening mereka.
"Ini apa, dad?"
Dru bertanya pelan, menatap kearah amplop untuk beberapa waktu kemudian menatap kearah daddy nya.
laki-laki paruh bayar lebih tersebut menjawab dengan cepat sembuh mengembang kan senyuman nya.
"kami belum sempat memberikan kado pernikahan, daddy harap kami belum terlambat memberikannya pada kalian berdua"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
mendengar ucapan sang mertuanya membuat Tiffany cukup terharu, Dru secara perlahan menyerahkan amplop mendominasi berwarna putih tersebut kepada dirinya, membiarkan Tiffany untuk membuka dan melihat isinya secara langsung.
seketika Tiffany menoleh ke arah suaminya untuk beberapa waktu.
"Ladies first, bukalah, kamu berhak melakukan nya"
ucap suaminya dengan cepat.
Hingga pada akhirnya Tiffany menerima secara perlahan amplop tersebut, kemudian bola matanya menetap ke arah daddy dan mommy mertuanya secara bergantian, dan bisa dia lihat untie Lana Lan mengembang kan senyuman nya dengan tulus.
"Bukalah"
ucap wanita tersebut pelan.
Tiffany pada akhirnya secara perlahan mencoba untuk membuka amplop mendominasi berwarna putih itu, dia pikir ada banyak sekali yang diberikan sang mertua kepada diri mereka sejak tadi dan itu cukup membuatnya senang juga terharu.
pada akhirnya perempuan itu membuka amplop tersebut secara perlahan, dan dia melihat isi amplop tersebut dengan seksama, di detik berikutnya bola matanya terlihat membulat dengan sempurna.
"Mom?"
Tiffany seketika menetap ke arah mommy mertuanya, seulas senyuman bahagia mengembang di balik bibirnya.
"Pergilah berbulan madu bersama hmmm"
ucap wanita tersebut pada akhirnya membuat Tiffany terharu di buat nya.
"Terimakasih mom"
Dia terlihat begitu bahagia, menoleh kearah Dru untuk beberapa waktu.
Dru terlihat menaikkan ujung bibirnya, mengulas senyum untuk istri nya.
Di ujung sana tanpa mereka sadari, sepasang mata menatap mereka untuk waktu yang cukup lama.