
Catatan \= Kisah Yavuz dan Jessica akan ada Sequel nya sendiri yah Mak, jadi saat ini adegan uwu-uwu dan manis-manis mereka dipotong dulu🙏🏻.
*****
Kembali ke kediaman Heidi.
"Sudah mendengar nya.?" Seseorang bertanya pada Sean, menatap lurus karena laki-laki tersebut sembari menaikkan ujung alisnya.
Laki-laki sang tangan kanan Sean duduk di atas kursi sofa, sedangkan Sean berdiri menghadap kearah teras yang menghadap langsung ke arah langit yang terbentang luas. Kedua tangan nya terlihat masuk kedalam kantung celananya, dimana dia membiarkan dirinya tenggelam sejenak dalam pemikiran nya.
"Rayyana mencoba untuk mengirim seseorang untuk menjadi pengasuh Heidi diam-diam" Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Sean tidak menjawab perkataan laki-laki tersebut, dia membiarkan dirinya terus tenggelam dalam keadaan beberapa waktu. Hingga pada akhirnya laki-laki tersebut bergerak dari posisi nya, memilih duduk tepat dihadapan bawahan nya, menjatuhkan pantatnya di atas kursi sofa dihadapan nya untuk beberapa waktu. Sean meraih rokok yang ada di atas meja kemudian secara perlahan laki-laki tersebut menyulut rokoknya dengan gerakan yang begitu santai dan tenang.
"Mari ikuti permainan nya, pura-pura tidak tahu jika kita tahu dia mengirim orang untuk merawat dan menjaga Heidi," pada akhirnya Sean bicara, dia tidak menoleh kearah laki-laki dihadapan nya, memilih untuk menikmati rokok yang berada ditangan nya dan berpindah ke bibirnya.
"Aku ingin tahu, rencana apa yang sedang dibuat wanita itu saat ini dan apa berikutnya yang dia inginkan, mari mengikuti permainannya dan buat dirinya terkejut ketika dia sadar jika dia gagal dalam permainan nya." Lanjut Sean lagi kemudian.
Laki-laki dihadapan Sean pada akhirnya mulai membuka suaranya.
"aku pikir dia pasti telah meletakkan sebuah kewaspadaan terhadap dirimu karena Jenna tidak mungkin tidak mengatakan soal diri mu pada Rayyana." Dia bicara, mencoba untuk menjabarkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Laki-laki tersebut pikir tidak mungkin jika rayana tidak mengetahui kembalinya George saat ini.
Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Sean menaikkan ujung bibirnya.
"Minimal Jenna berpikir aku belum banyak tahu soal segala sesuatu, mereka menganggap ku masih memiliki persoalan pada ingatan masa lalu, jadi meskipun luas ladang mereka mungkin tidak akan benar-benar mewaspadaiku hingga 100%, karena mereka pasti berpikir saat ini aku benar-benar bukan ancaman besar bagi mereka." Dan Sean bicara sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh Rayyana dan Jenna pastinya. Karena dia berkata memiliki kesulitan mengigat banyak hal maka bisa dipastikan jika mereka berpikir saya yang pasti melupakan banyak soal di masa lalu.
Ditambah lagi mereka menipu Sean untuk melenyapkan dirinya yang masih begitu muda pada masa itu, Sean jelas tidak menyimpan kecurigaan atas kecelakaan yang menimpa nya, jadi Rayyana pasti merasa aman dengan posisinya karena dia pasti berpikir jika saya tidak akan meragukan atau mencurigai dirinya atas kecelakaan dirinya di masa lalu di saat dia masih anak-anak jelang remaja.
mendengarkan apa yang diucapkan oleh Sean membuat laki-laki di hadapannya tersebut terlihat menganggukkan kepalanya secara perlahan, dia pikir apa yang diucapkan oleh Sean jelas benar adanya.
"Cukup masuk akal, hanya saja aku cukup khawatir dengan Mike, kondisi nya saat ini jelas tidak baik-baik saja, aku cukup curiga Rayyana bermain-main pada perawatan medis nya karena laki-laki tersebut tidak kunjung bangun sejak tahun kemarin" Dan saat laki-laki tersebut berkata soal mike, seketika hal tersebut membuat Sean mengerat kan rahangnya.
******
kakak sudah nangkring disini belum???!. Kakak Tiffany punya💝.
...PETIKAN SALAH SATU BAGIAN KISAH...
...👇👇👇👇...
...*******...
Dalam dentuman suara musik di sebuah klub malam elit pusat kota Paris, seorang laki-laki berjalan dengan cara dingin dan angkuh nya, bergerak menuju ke arah depan dimana beberapa orang terlihat berjalan mengikuti langkah nya.
Para perempuan dan wanita terlihat meliuk-liuk kan tubuh mereka di sepanjang perjalanan nya di klub malam tersebut, bahkan para penari striptis tampak mulai memamerkan keindahan tubuh molek mereka dengan melepaskan satu persatu pakaian mereka dihadapkan ribuan pasang mata laki-laki dari usia tua maupun muda.
Tidak jarang para perempuan di atas panggung tersebut akan dibeli oleh para laki-laki hidung belang dan orang ber'uang, siapapun yang berada di sana harus memastikan memiliki kantong cukup tebal jika ingin membawa salah satu perempuan disana.
Nyata nya para perempuan disana banyak tertarik pada sosok satu laki-laki yang kini tengah berjalan melewati bagian panggung paling besar klub malam tersebut, laki-laki dengan wajah tampan mendominasi, tatapan mata dingin dan memiliki keramahtamahan sama sekali.
Dia The king khan's, raja mafia di daratan Eropa yang menutup diri nya dengan bertopeng kan pengusaha kaya raya dibalik nama Hillatop yang di bawa nya, laki-laki dingin berjuluk Raja sejuta kejayaan, dia memiliki apapun yang dia inginkan termasuk tahta dan wanita, anehnya meskipun dia memiliki segalanya dan para wanita berlomba untuk mendapatkan nya, dia tidak pernah tertarik pada satu perempuan pun yang mencoba untuk mendekati nya.
Percayalah laki-laki tampan yang memiliki segalanya itu bahkan mampu memerintahkan siapapun yang dia inginkan untuk melenyapkan hanya dalam satu jentikan jari nya, nyatanya tidak pernah tertarik pada satu perempuan pun sejak dulu hingga sekarang, orientasi seksual nya sering dipertanyakan oleh semua orang termasuk para anggota keluarga nya karena dia tidak tertarik berkencan atau menikah.
Tapi meskipun desa-desus terus terdengar, nyata nya tidak ada bukti otentik yang berkata jika laki-laki tersebut mungkin lebih tertarik pada kaum Zeus, tapi tidak pula pernah terlihat dia ingin bercinta sekalipun dengan kaum Hera.
Laki-laki tersebut begitu mendapat kan posisi nya langsung memilih duduk di salah satu kursi singasanga kerajaan nya, dimana tempat tersebut sejak dulu akan menjadi tempat duduk milik nya yang tidak akan pernah berani ditempati oleh orang lain dalam seumur hidup nya.
Beberapa orang di sekitarnya yang merupakan bagian dari pada teman baiknya ikut duduk di sisi kiri dan kanan nya, dan mereka mulai menikmati suasana malam yang begitu spektakuler, dimana katanya akan ada satu transaksi tersembunyi akan terjadi dalam klub malam tersebut, yang mungkin akan terdapat sedikit kekacauan yang terjadi di antara semua nya.
Dan saat mereka menunggu dalam ketenangan, menikmati minuman dan rokok bahkan cerutu di atas meja ditemani para perempuan yang mulai menggoda mereka, percayalah satu keributan besar cukup membuat mereka terganggu karena keadaan.
Khan mengerutkan keningnya, menatap seorang perempuan berwajah pucat yang meringis menahan sakit saat seorang laki-laki mencengkram wajah nya, dan disamping laki-laki tersebut terlihat ada perempuan lainnya yang terlihat berkacak pinggang, menatap Perempuan yang dicengkeram wajah nya dengan penuh kepuasan, di detik berikutnya laki-laki tersebut menendang perempuan itu hingga tersungkur dan sang perempuan lainnya dengan tanpa perasaan menginjak tangan perempuan yang tersungkur di lantai dengan penuh kesenangan.
Tawa mengerikan terlihat jelas tercetak dari wajah perempuan tersebut, dan setelah nya Perempuan dan laki-laki itu meninggalkan sosok tidak berdaya tersebut seperti tanpa dosa.
"Ada apa?"
Suara bariton Khan terdengar memecah suasana, mencoba bertanya pada salah satu teman nya dimana tatapan mata nya sama sekali tidak lepas dari sosok perempuan tersebut sejak tadi.
Dan dia tidak butuh penjelasan lainnya lagi, cukup tahu apa yang terjadi, laki-laki tersebut membuang pandangannya dari perempuan tidak berdaya tersebut dengan cepat.
*****
Khan memainkan gelas minuman di tangan nya sejak tadi, menggerakan wine yang ada di dalam gelas secara perlahan, dia hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh orang-orang di hadapannya diimana mereka baru saja menyelesaikan transaksi haram jual beli berlian yang berlangsung cukup lama.
Seekor kumbang jantan terlihat duduk tepat dihadapan laki-laki tersebut, begitu setia menemani nya. Para pengusaha Dubai atau arab biasa memelihara hewan seperti itu, bagi mereka singa atau macan layak nya hewan peliharaan paling setia kepada tuan nya.
Dan percayalah bagi para lawan itu ancaman yang begitu memastikan, tidak ada yang tidak takut melihat mereka, terlalu menjadi ancaman besar jika salah melangkah.
Seorang laki-laki menggunakan sarung tangan hitam terlihat memeriksa berlian yang ada dihadapan mereka, memastikan jika berlian itu adalah asli, bukan imitasi, meksipun sempat melirik kearah kumbang jantan milik Khan, dia berusaha mengabaikan rasa takut di hati nya.
"Hanya berusaha untuk memastikan"
Lawan bisnis nya bicara, menatap Khan untuk beberapa waktu, yang ditatap hanya menaikkan gelas wine nya, mempersilahkan apapun keinginan lawannya.
Dengan cara yang begitu santai Khan menikmati wine milik nya, mengabaikan siapapun yang ada dihadapan nya dan tidak peduli apapun yang akan dilakukan oleh orang-orang itu, setelah itu laki-laki tersebut secara perlahan meraih rantai yang mengikat singa kesayangan, membiarkan sang kumbang hitam menatap diri nya seolah-olah mengajak nya bicara.
Setelah memastikan berlian nya benar-benar asli pada akhirnya transaksi terjadi, mereka menggeser koper berisi uang dengan gerakan cepat. Khan hanya menatap, membiarkan bola mata nya memperhatikan orang-orang tersebut satu persatu dimana jemari-jemari nya dengan gerakan perlahan mengelus kumbang jantan milik nya.

"Senang bisa berbisnis dengan anda, sir"
Laki-laki dihadapan nya bicara, berdiri dari posisi duduknya dan menundukkan kepalanya secara perlahan.
Khan tidak menjawab, laki-laki tersebut hanya menaikkan ujung bibirnya ketika pada akhirnya semua orang bergerak meninggalkan dirinya, dimana dua orang kepercayaan nya dengan gerakan cekatan meraih koper berisi uang dihadapan nya dan dari arah pintu belakang muncul beberapa orang kepercayaan nya.
"Kita akan pergi ke bagian akhir acara, sir"
Satu orang bicara, menundukkan kepalanya. dan ketika ucapan tersebut dilesatkan, Khan terlihat menaikkan ujung bibirnya, dia menatap kearah kumbang hitam nya.
"Kau ingin bersenang-senang?"
Khan bertanya ke arah sang kumbang jantan hitam.
seolah-olah paham apa yang ditanyakan oleh tuannya, macan tersebut langsung bangun dari posisi duduk nya.
"Kita akan sedikit bersenang-senang malam ini"
Ucap nya sambil mengeluarkan seringai licik nya. Dan didetik berikut Khan berdiri dari posisi duduknya, dia membenahi jas nya dan kemudian secara perlahan Khan meraih sebuah pistol di atas meja dihadapan nya.
Kletakkkkk.
Dan dia kemudian berkata.
"Musnahkan siapapun yang terlibat malam ini"
Dan ketika perintah diberikan, orang-orang itu langsung menundukkan kepala mereka.
Mereka akan melenyapkan beberapa musuh yang telah lama mencoba untuk mengintai Khan dan berusaha melenyapkan nya, dunia mafia memang kejam, siapa yang mampu menyingkirkan sang pemimpin maka mereka akan naik menjadi pemimpin.
Dan di antara banyak kerajaan mafia, bukankah pada akhirnya akan ada 1 yang paling ditakuti di antara yang lainnya.
King Khan melepas kan kumbang hitam nya dengan perlahan, di mana sang hewan setia nya bergerak dengan cepat melesat ke arah depan, bagaikan angin malam yang tengah bergerak mencari mangsa untuk dilenyapkan tanpa ampun.
Khan kemudian melirik ke arah asisten kepercayaan, dia menatap laki-laki yang masih berdiri di sisi kanan nya untuk beberapa waktu.
"Aku telah menyiapkan menu penutup nya, sir"
Laki-laki di samping Khan bicara sambil menundukkan kepalanya.
Malam ini setelah menyelesaikan semuanya, sang tuan akan mencoba nya sekali lagi, ingin tahu apakah ada seorang perempuan atau gadis yang mampu membuat nya menjadi laki-laki yang tidak diragukan orientasi seksual nya.
Dia berharap kali ini sang penguasa tersebut tidak gagal membangun sesuatu dibalik celana nya, karena kekuatan sang King Khan di luar sangat tidak sepadan dengan kekuatan nya di atas ranjang.
"Dia berhasil menjinakkan banyak hal, tapi tidak pernah ada seorang pun yang mampu menjinakkan milik nya, benar-benar kasihan"
Sang asisten Khan hanya bisa bergumam sambil menghela nafas nya berat untuk beberapa waktu.