
Catatan \= Bag 181 ada kesalahan Mak, ini bukan untuk Tiffany dan Dru, seharusnya untuk kisah Khan, otak author oleng 😭🤧. Nanti di revisi ulang 🙏🏻.
Nyx masih muda dan belum punya anak disini, tapi sudah menikah dengan mendiang istrinya.
*****
Mansion utama Dru
Pagi.
Pelayan rumah terlihat bergetar saat dia menatap beberapa laki-laki berpakaian polisi datang dan menanyakan tuan juga nona mereka, tampang sangar dengan keridakramahan mereka membuat para pelayan bergidik ngeri.
Tidak tahu apa yang diinginkan polisi tersebut membuat para pelayan hanya mampu menjawab seadanya pertanyaan daripada mereka, begitu juga dengan security yang berjaga di rumah tersebut hanya mau memberikan jawaban seadanya dan tidak ingin terlalu mendetail memberikan kabar soal tuan mereka.
"Tolong bantu kami untuk mempermudah segala urusan dan jangan memberikan informasi kebohongan karena itu malah akan menyeret kalian ke penjara." Satu polisi bicara dengan nada yang cukup mengancam menatap tajam ke arah para pelayan secara bergantian.
Agaknya mereka kesulitan untuk membuka mulut para pelayan tapi melihat ekspresi para pelayan yang seolah-olah bersungguh-sungguh memberikan informasi kepada mereka membuat mereka pada akhirnya memilih untuk tidak terlalu banyak menekan dan bertanya.
"Kami hanya butuh informasi akurat dan juga jangan menutupinya dari kami." meskipun tidak dipungkiri salah satu dari mereka juga tetap menekan agar para pelayan bicara sesuai dengan keinginan mereka.
"Yes sir." salah satu pelayan menjawab dengan cepat dan cukup takut untuk menatap bola mata laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Apa mereka tidak bilang ke mana arah tujuan liburan mereka?.'' Laki-laki satunya lagi bertanya, dia menaikkan ujung alisnya sembari menatap tajam ke arah para pelayan dan security dengan penuh intimidasi, tidak menampilkan sedikitpun wajah bersahabat ditambah lagi dia bicara dengan nada yang cukup menakutkan.
"Kami hanya tahu mereka pergi berlibur, tapi mereka tidak bilang ke mana arah tujuan mereka, sir." Sang security menjawab dengan cepat dimana laki-laki itu tidak kalah menatap tajam ke arah pihak kepolisian.
Laki-laki itu sama sekali tidak menampilkan Sirat ketakutannya melainkan dia menampilkan ekspresi wajah tidak kalah garangnya karena dia tahu seseorang di seberang sana telah memberitahukan kepadanya untuk mereka tidak bicara tentang keberadaan tuan mereka saat ini.
Para petugas kepolisian terlihat kesal, seolah-olah apa yang mereka inginkan tidak mereka dapatkan pada akhirnya membuat orang-orang tersebut dengan cepat pergi berlalu dari sana dengan perasaan jengkel dan tidak puas, salah satu terlihat mengeratkan rahang mereka dan bergerak pergi tanpa berpamitan.
Para pelayan dan security hanya menatap ke arah para polisi tersebut untuk beberapa waktu sehingga menghilang dari hadapan mereka, setelah memastikan mereka menghilang bersama mobil mereka dan tidak lagi menampakan sedikitpun jejak mereka saat ini, buru-buru salah satu dari para pelayan lari masuk ke dalam rumah dengan cepat.
Dia mencoba untuk bergerak menghubungi seseorang dari seberang sana dengan perasaan cemas dan khawatir, cukup lama dia berusaha untuk menghubungi seseorang di ujung sana hingga pada akhirnya secara perlahan panggilannya tersambung juga.
"Halo, nona?." wilayah tersebut bicara dengan cepat dari balik handphonenya.