The Betrayal

The Betrayal
Tidak mengizinkan laki-laki itu menyentuh nya


Rumah sakit xxxxxxx


Pusat kota


Swiss.


setelah membuat keributan besar dengan berteriak memecah keadaan saat Jessica tiba-tiba mengeluh sakit perut hingga membuat semua dokter di rumah sakit bergerak gelagapan untuk memeriksa keadaan Jessica pada akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan rawat khusus di rumah sakit tersebut.


Yavuz untuk pertama kalinya menampilkan ekspresi penuh kepanikan di dalam dirinya karena demi apapun dia tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya dan ini benar-benar sangat luar biasa menurut nya saat dia harus berjilbabku dengan jutaan kecemasan yang menghantam dirinya di mana dia melihat Jessica meringis seperti menahan sakit sembari memegang perutnya.


mungkin ini adalah efek alami seorang laki-laki atau seorang ayah terhadap buah hatinya atau seorang laki-laki terhadap ibu hamil jadi ekspresi laki-laki tersebut terlihat sedikit berlebihan. Dan jangan ditanya bagaimana kepanikan terjadi saat para dokter pada akhirnya berlarian setelah mendengar suara Yavuz yang berteriak memecah keadaan, siapa yang tidak mengenal laki-laki itu dan sifat arogansinya hingga membuat semua dokter harus bergerak dengan cepat dan tidak boleh terlambat.


dan kini bola mata Yavuz terlihat fokus menatap ke arah seorang dokter yang akan memeriksa keadaan Jessica, tapi sejenak Yavuz mengerutkan keningnya ketika dia melihat ada dua orang yang masuk ke dalam ruangan di mana dia berada saat ini bersama Jessica.


"kenapa harus laki-laki ini?"


Dia bertanya sambil menaikkan ujung alisnya menatap seorang dokter yang bergerak menuju ke arah Jessica.


"Ya?"


Salah satu dari mereka yang merupakan dokter perempuan bertanya sampai menaikkan ujung alisnya.


"Maksud ku, kenapa harus laki-laki yang memeriksa kondisi bayinya?"


dia bertanya dengan sedikit gelisah saat melihat dokter laki-laki ya ada di hadapannya tersebut saat ini.


"Dokter George memang spesialis kandungan tuan Yav"


Dokter perempuan bicara cepat, mencoba untuk memberitahukan soal dokter yang akan mengurus Jessica saat ini.


Dan saat Yavuz mendengar penjelasan perempuan dihadapan nya itu laki-laki tersebut menatap tajam kearah laki-laki yang dimaksud.


"Aku tahu dia George, kamu pikir aku tidak mengenal dia?"


Yavuz menaikkan tangan kanan nya, menunjuk ke arah laki-laki bernama George tersebut dengan tidak nyaman.


"Apa rumah sakit sebesar ini bisa kekurangan seorang dokter untuk memeriksakan keadaan an..."


dia nyaris saja berkata keadaan anak ku, hampir salah bicara di hadapan Jessica dan membuat kericuhan lagi hingga membuat Jessica bingung dengan ucapan nya, untungnya yavuz segera sadar dan menggantung kalimat nya, seketika Yavuz sadar kemudian dia mencoba kembali memperbaiki ucapannya.


Dan percayalah laki-laki tersebut terlihat sangat rumit saat ini, dia tidak suka ada tangan-tangan menjijikkan yang menyentuh perut Jessica dan anak nya di dalam sana.


bayangkan bagaimana ekspresi kedua dokter itu saat mendengar apa yang diucapkan oleh Yavuz, seketika kedua orang tersebut saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.


"Tapi tuan Yav, ini pro..."


ingin sekali dia berkata prosedurnya memang seperti itu tapi ketika bola mata laki-laki di hadapannya tersebut seketika seperti ingin keluar, membuat daftar perempuan itu seketika diam.


"maafkan aku, baiklah kami akan melakukan apa yang diinginkan oleh tuan"


perempuan itu hanya bisa mengagukan kepalanya sembari menghela kasar nafasnya, sedangkan Jessica yang ini berarti di atas kasur hanya bisa menatap sedikit bengong ke arah Yavuz.


Dia pikir ada apa dengan laki-laki itu?!.


Ada masalah dengan dokter laki-laki nya?!.


Jessica melirik ke arah dokter laki-laki yang masih berdiri dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.


Ganteng, besar, tinggi, masih cukup muda.


Apa Yavuz cemburu pada nya karena dokter tersebut akan mengurus dirinya?!. Seketika pikiran curiga menyergap nya.


Mereka jangan-jangan punya hubungan spesial sebelum nya.


Batin Jessica sambil mengangguk-angguk kan Kepala nya.


Yah mungkin mereka memang pernah saling cinta, Yavuz agak tidak suka, mungkin cemburu atau ada pertengkaran sebelum nya.


Ckckckck dia benar-benar seorang gay.


Batin Jessica lagi kemudian.


"Baby calon daddy mu benar-benar rumit"


Dia berguman sambil menyentuh lembut perut nya, dan dia pikir didalam sana baby nya terlihat bergerak pelan tanda merespon ungkapan hati nya.