
Kembali ke masa lalu
Malam tragedi berdarah.
Cittttt.
Brakkkkkkk.
Sebuah hantaman keras terdengar memecah keheningan malam dimana beberapa mobil saling menghamtam antara satu dengan yang lainnya.
Duaaarrrrr.
Semua terjadi begitu cepat, hingga pada akhirnya sebuah ledakan dahsyat terdengar.
Suara-suara memekakkan telinga saling menghantam dimana kehebohan dan kericuhan terjadi, orang-orang terlihat panik, beberapa mobil yang terlibat adu hantam tampak memecah jalanan, orang-orang berusaha untuk mengevaluasi keadaan, mencari siapapun yang selamat.
Tidak ayal ada yang meninggal, ada yang kritis bahkan ada yang tidak diketahui keadaan nya begitu orang-orang yang datang melakukan pertolongan pertama dan evakuasi.
Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran dikerahkan, suara sirine pemadam kebakaran hingga polisi menggema di malam ini memecahkan keheningan malam. Bahkan suara sirine mulai hadir ikut memecah keheningan malam.
Dru tergeletak di kursi kemudi, mobil miliknya telah berpindah posisi atas kebawah dan bawah ke atas, darah segar mengalir di balik kepala, tangan serta beberapa anggota tubuhnya, untungnya dja menggunakan sabuk pengaman setidainya sedikit membantu dia untuk melindungi dari hal mengerikan.
Bola matanya menatap ke arah sisi kanan mobil nya dimana bisa dia lihat satu api berkobar atas ledakan yang terjadi pada salah satu mobil dan satu nya lagi dalam proses evakuasi.
Satu tim pemadam kebakaran meredam nyala kobaran api pada mobil mendominasi berwarna putih dan satu tim evakuasi mencoba menyelamatkan seseorang di dalam mobil mendominasi berwarna metalik.
Dru yang merasa kesadaran nya melemah mencoba untuk terus menekan kesadaran nya agar dia tidak pingsan saat ini juga dimana bisa dia lihat di sisi kirinya beberapa orang mencoba menyelamatkan diri nya. Tapi dia tidak berani mengalihkan pandangannya dari mobil di sisi kanan nya di ujung sana.
Dimana dalam perjuangan orang-orang bisa dia lihat mereka mencoba mengeluarkan beberapa dari dalam mobil tersebut, cukup lama hingga akhirnya yang keluar pertama dia tidak tahu laki-laki atau perempuan, kemudian yang di keluar kan kedua seorang anak-anak dan ....
"Sir, anda baik-baik saja, bisa mendengar kan kami? berikan tangan mu, kamu harus keluar secepat nya dari sini"
Suara seseorang memecah keadaan, Dru baru ingin menjawab tapi rasanya lidah nya kelu dan sesuatu Seolah-olah menghantam kepala dan di detik berikut nya dia tidak sadarkan diri.
******
Rumah sakit xxxxxxx
pusat kota.
Suara derit branker terdengar memenuhi area rumah sakit tersebut setelah suara sirine yang enggan berhenti memecah keheningan malam, beberapa tim dokter dan perawat berlarian meraih tubuh para korban tragedi berdarah malam ini.
Jangan ditanya bagaimana kondisi para korban kecelakaan, dan yang mengejutkan orang yang terlibat adalah putra dari Xavier Group, penerus kerajaan bisnis terbesar di Eropa ke dua dan kejayaan terbesar di Amerika ke dua dalam bidang industri pembangunan.
Bagaimana bisa putra Xavier merupakan salah satu bagian orang yang di duga tersangka dalam tragedi berdarah tersebut. mereka tidak berani berspekulasi karena tugas itu adalah tugas dari pihak berwenang atau berwajib, tugas mereka menyelamatkan siapapun yang di hantarkan ke rumah sakit tersebut.
"Ada seorang anak-anak"
Seorang dokter bicara panik.
"Tim A bergerak dapatkan dan selamat kan bocah kecil itu"
Terdengar perintah di keluarkan.
"Di depan ada seorang gadis muda yang sekarat dan seorang ibu yang..."
Dokter lain nya tidak melanjutkan kata-katanya, dia menggelengkan kepalanya"
"Aku pikir ibu nya...."
"Periksa dan bawa,pastikan jika masih ada harapan"
Samar-samar Dru masih mampu mendengar percakapan di antara semua orang dibalik kesadaran nya yang menghilang.