The Betrayal

The Betrayal
Sedikit tanya


Saat Tiffany berpikir dia pasti jatuh siapa sangka Dru menahan pinggang nya, memeluk nya dengan cepat kemudian bisa dia rasakan dirinya tenggelam ke dalam pelukan laki-laki tersebut.


Dan seperti biasa bisa Tiffany cium aroma maskulin laki-laki tersebut, begitu lembut tidak berlebihan, membuat siapa saja yang mencium aromanya menjadi nyaman di buat nya. Dia memilih terus memejamkan bola mata nya, menikmati aroma khas yang belakangan terus menemani hidup nya.


Sentuhan pinggang yang diberikan Dru terasa begitu lembut, laki-laki tersebut membiarkan tangan nya bertengger betah di pinggang gadis tersebut untuk beberapa waktu, degub jantung ke dua orang tersebut terdengar mengalun syahdu, begitu syahdu sama seperti alunan angin malam itu.


Adegan nya terlalu manis , membuat siapapun yang melihatnya menjadi gelisah hingga beberapa waktu berlalu, bahkan tidak ada pergerakan sama sekali di antara kedua nya.


Di beberapa detik berikutnya Tiffany tiba-tiba membuka bola matanya, dia mendongakkan kepalanya karena sadar dimana posisi nya, begitu mendongak kan kepala nya bisa dia lihat Dru yang kini juga menatap dirinya.


"Katakan pada ku"


Gadis tersebut tiba-tiba bicara, mengambil kesempatan dalam kesempitan, berpikir ini waktu yang tepat untuk bertanya dan bicara, membuang gengsi dan harga dirinya.


Dru yang mendengar pertanyaan Tiffany seketika sedikit membeku, masih menggenggam erat pinggang istri nya sambil berusaha menahan nafas nya untuk beberapa waktu.


"Kamu tidak ingin mengatakan nya pada ku lebih dulu?"


Pada akhirnya Dru membuka suara nya, membiarkan netra nya menatap indah netra cantik dihadapan nya, percayalah setiap kali tatapan mereka bertemu jantung Dru kadangkala terasa tidak baik-baik saja.


Mendapatkan pertanyaan balik dari laki-laki tersebut membuat Tiffany mengerut kan kening nya.


"Ini untuk mengulur jawaban atas pertanyaan ku?"


Dru terlihat berpikir sejenak.


"Tidak juga, aku hanya berusaha memastikan sesuatu"


Dia menjawab pelan, kali ini memberanikan diri menarik pinggang istri nya, membiarkan diri memangkas jarak di antara mereka, berusaha menyakinkan diri jika Tiffany tidak membuat batasan di antara mereka.


Gadis tersebut sedikit terkejut, karena kali ini beberapa bagian tubuh mereka bersentuhan dengan langsung, memangkas jarak yang pernah ada hingga terasa begitu in...tim pada kali ini, gadis tersebut menatap Dru dengan tatapan terkejut namun menantang, tangan kiri nya refleks menggenggam erat pinggang Dru dan tangan kanan nya menyentuh dada Dru tanpa sengaja.


Membuat posisi mereka terlihat terlalu indah dan manis, membuat siapapun yang melihatnya cengar-cengir kuda.


"Kakak bisa memastikan nya"


Tiffany memberanikan diri menjawab dalam jarak yang begitu rapat dan dekat, suara jantung Tiffany tidak baik-baik saja, membuat diri terasa siap jatuh pada keadaan kapan saja.


Bohong jika jantung Dru baik-baik saja, dia sama, merasakan jantung nya tidak sebaik apa yang dia rasa, menghadapi Tiffany lebih berbahaya dari pada menghadapi dosen ter killer sekalipun, bagi nya menghadapi Tiffany bahkan lebih berbahaya dari pada saat menghadapi ketua golongan hitam dunia mafia atau senjata paling membunuh dan mematikan sedunia. Salah sedikit dia takut mati karena pesona nya atau karena salah bicara pada makhluk yang di panggil istri oleh kaum mereka.


"Apakah ada sedikit saja hati untuk ku yang terselip selain nama dia di hati kamu?"


Dia bertanya dalam jutaan keberanian, mencoba membuang malu saat mengatakan nya, terlalu lebai dan alai memang tapi dia mencoba memastikan dulu, terlalu cemburu pada sosok seseorang yang disebut mantan oleh kekasih halal nya itu.


Tiffany sejenak diam mendengar pertanyaan Dru, membiarkan sepasang bola mata nya menatap Dru yang bertanya gelisah dan ragu-ragu. Bola mata laki-laki dihadapan nya itu seolah-olah menyiratkan satu ketakutan jika Tiffany tidak mencintai nya meskipun hanya seujung kuku.