The Betrayal

The Betrayal
Dalam jutaan tanda tanya


"Dan tuan tahu sendiri siapa Yavuz"


Saat laki-laki paruh baya tersebut berkata begitu, seketika Sean mengeratkan rahangnya.


Yavuz Futtaim?!.


Siapa yang tidak tahu dengan Yavuz, dia putra Futtaim, pengusahaan dari Dubai masuk pada top 3 pengusaha paling besar dan di cari di sana, kekuasaan nya jelas tidak diragukan lagi, di bagian Asia keluarga MJ Group paling berkuasa, mereka menguasai bisnis pada seluruh area bagian China, Thailand, Vietnam bahkan merambah hingga ke Malaysia hingga ke Singapura. Belum lagi Al Fattah yang memasuki bagian pengusaha top 3 Dubai dan Arab Saudi, bayangkan bagaimana bisa Jessica berada pada posisi penting sebagai calon istri Yavuz putra Futtaim?!.


Yang dia tahu Jessica tengah hamil saat ini, lalu bagaimana bisa laki-laki tersebut mau menikahi seorang gadis yang tengah hamil besar?!.


Ada apa ini?!.


Kepala nya diliputi dengan jutaan pertanyaan, dia pikir tidak mungkin Yavuz mau menikahi Jessica tanpa alasan.


Malam itu Jessica menjebak mereka, seharusnya dia lebih dulu yang menjebak Tiffany dan membuat skandal untuk bisa menyakiti Tiffany dan menekan Tiffany pada pernikahan mereka, dia butuh nama Hillatop untuk membuat dia bertahan pada perusahaan orang tua angkatnya.


Dan dia berencana menekan Dru melalui Tiffany, karena dia tahu kelemahan Dru ada pada Tiffany.


Dia ingin membuat Tiffany patuh pada nya dalam rasa bersalah besar dan membuat Tiffany kehilangan cahaya hidup nya seperti Dru menghancurkan cahaya hidup Heidi. Tapi nyatanya saat ini bangun tidur dia mendapati Jessica yang tidur disampingnya, bukan dia yang membuat Tiffany tidur dengan laki-laki lain, Demi apapun dia benar-benar terkejut, dia percaya dia meniduri gadis tersebut hari itu.


Ditengah kebingungan yang terjadi dia berusaha menekan Jessica, alih-alih bisa melakukan nya, Jessica berkata dengan lantang pada Tiffany jelang pernikahan mereka, padahal saat itu, dia tengah merencanakan sesuatu yang berbeda.


"Aku hamil"


Sial.


Sean mengeram.


Krakkkkk.


Seketika laki-laki tersebut mencengkram sebuah miniatur di atas meja, menghantam nya ke atas meja kaca di hadapannya.


Brakkkkkkk.


"Apa ada sesuatu yang terlewat saat ini dari pandangan ku?"


"dia jelas-jelas sudah angkat kaki dari kediaman Hillatop, lalu bagaimana cara nya dia bisa terhubung dengan keluarga Futtaim? dan jika bukan campur tangan dari seorang Gao dan Khan, dia tidak mungkin bisa masuk ke dalam keluarga Futtaim saat ini"


Sean mencoba menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi, dia mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu, bola mata nya saat ini berubah memerah, api kemarahan menghantam diri nya.


Dia pikir ada sesuatu yang salah dan terlewat kan oleh nya saat ini, Jessica tidak mungkin kebetulan bisa masuk ke keluarga Futtaim dan yang jadi pertanyaan besar nya, bayi siapa yang ada di dalam kandungan Jessica?!.


Apa yang terjadi malam itu?!.


"Bergerak dan cari tahu apa yang terjadi malam itu"


Pada akhirnya Sean berkata sambil mencoba mencengkeram erat telapak tangan nya.


"Aku ingin tahu bayi siapa yang ada di perut nya, dan aku ingin satu skandal merebak untuk menjebak Dru"


Ucap Sean lagi kemudian.


Laki-laki paruh baya tersebut menundukkan kepalanya, dia mencoba mematuhi perintah sang tuan nya, tapi tiba-tiba satu suara menyeruak dari arah depan sana.


"Tidak kah kau sadar jika kamu sebenarnya sedang di bodohi oleh seseorang, Sean?"


Dan satu suara benar-benar mengejutkan Sean, membuat laki-laki tersebut seketika membulatkan bola matanya karena dia hapal betul suara siapa yang masuk dari arah luar sana dan memaksa untuk menerobos pintu di mana dia berada.


"Kau mencoba untuk membalaskan dendam pada orang yang salah"


Ucap sosok itu lagi sambil berjalan kearah nya, dia bergerak mendekati Sean hingga akhirnya sosok itu benar-benar berada di hadapan Sean.


Klatakkkkkk.


Sean langsung mengangkat senjata nya.


"Bagaimana kau...?"


Suara laki-laki tersebut tertahan.