The Betrayal

The Betrayal
Perdebatan manis


Jessica menatap punggung Yavuz untuk beberapa waktu, memilih menghentikan gerakan kaki nya saat Yavuz terlihat berjalan cukup cepat di banding dirinya.


"Mungkin sebaiknya kita berbelanja hari ini, hmmmm masih ada waktu bukan? karena baby nya...."


Yavuz sejak tadi bicara tanpa sadar dia kehilangan Jessica di samping nya, laki-laki tersebut langsung menghentikan langkah kakinya, celingukan mencari Jessica yang menghilang entah kemana.


"Issi?"


Dia terlihat panik, mencari hingga akhirnya menoleh ke belakang. Laki-laki tersebut mengernyitkan dahi nya, melihat Jessica yang ada di ujung sana, jarak mereka benar-benar cukup jauh.


"Kamu berjalan terlalu cepat Yav, aku sulit mengimbangi langkah mu"


Jessica bicara, dia berdiri sambil berusaha menyentuh perut nya untuk beberapa waktu, Belakangan kaki nya terlihat mulai membengkak, dia bahkan lebih sulit untuk berjalan menggunakan sandal yang biasa dia pakai, mungkin karena ukuran kaki yang membesar membuat dia merasa sandal yang dia pakai menyakiti sekitar pinggiran kaku, belum lagi keadaan nya membuat Jessica agak rumit berjalan dengan cepat, perut nya semakin terasa berat dan beban tubuh nya juga bertambah.


Bahkan tadi saat menimbang berat badan nya jelas bertambah gendut, mungkin di bagian perut atau ah entahlah rasanya ruang geraknya tidak seperti saat dia masih sendiri tanpa kehamilan.


ini sangat rumit dan melelahkan dibalik rasa bahagia dia akan memiliki teman untuk berbagi setelah bayi nya lahir


Mengejar langkah Yavuz sungguh melelehkan, dia pikir kenapa langkah kaki laki-laki selalu jauh 3 kali lebih lebar dari langkah kaki Perempuan?!.


Jessica menghela nafas nya.


"Kondisi seperti ini membuat ku...akhhh...."


Dia baru ingin kembali protes soal langkah Yavuz, tapi siapa sangka laki-laki tersebut tiba-tiba saja mengangkat dan menggendong tubuh nya secara refleks, membuat Jessica langsung membulat kan bola matanya, dia panik, langsung mengalungkan kedua tangan nya di leher Yavuz dan berteriak tertahan.


"Begini lebih bagus, aku tidak bisa berjalan dengan santai"


Laki-laki tersebut bicara, dia tidak menghiraukan Jessica yang terlihat bingung, gadis tersebut ingin protes, nyata nya Yavuz langsung bergerak membawa diri nya dengan cepat melangkah ke arah depan


"Apa yang kamu lakukan? semua orang melihat kita, turunkan aku Yav"


Orang-orang di rumah sakit menatap kearah mereka, berbisik-bisik atas perlakuan Yavuz pada diri nya, seketika hal tersebut membuat wajah Jessica memerah karena malu.


"Yav?"


"Aku pikir warna merah bagus bukan? mereka bilang spider man menjadi trend senter untuk anak laki-laki, atau hitam? mungkin power ranger juga keren, aku sedang berpikir untuk mendekorasi kamar tengah, mungkin baby nya bisa memiliki kamar sendiri dengan desain yang dia suka, aku memikirkan hitam dan merah sejak dokter berkata baby nya laki-laki"


Bisa-bisa nya laki-laki tersebut mengabaikan Jessica, terus menggendong nya ala bridal style dan bicara soal warna yang paling cocok untuk baby Mereka.


Jessica jelas bingung, dia yang protes di gendong dan di abaikan jadi sedikit kesal, mendengar kata hitam membuat dia agak protes.


"Aku berpikir soal biru sejak awal jika anak nya laki-laki, kenapa jadi hitam? biru itu Doraemon, apa kamu tidak tahu betapa manis dan imut nya Doraemon?"


Dia protes, mana mau laki-laki itu mengubah warna kesukaan nya, sejak awal dia berpikir jika baby nya laki-laki dia ingin membeli beberapa barang warna biru Doraemon, saat masih bekerja di mini market pun dia berkata pada bos nya, bisakah mendapatkan uang gaji lebih awal dari sebelum nya, dia sedang berencana membeli beberapa peralatan dengan motif kucing lucu itu, bahkan berpikir ingin membubuh kan wallpaper Doraemon di kamar sewa nya.


"Doraemon?"


Yavuz jelas mengernyitkan dahi nya.


"itu kucing banci, tidak kah kamu melihat nya? dia seperti anak perempuan yang menggunakan warna biru, terlalu imut dan lembek, aku tidak suka, baby Yav seharusnya garang dan dingin, dia harus ditakuti oleh banyak orang dan terlihat begitu terhormat juga di segani"


Dan percayalah Yavuz spontan berkata begitu, dia lupa belum memberitahukan Jessica soal dirinya dan baby diperut gadis tersebut, terlalu spontan dalam merespon ucapan dan pembicaraan mereka, dia tidak suka nuansa Doraemon untuk baby nya, tanpa sadar menyebutkan soal baby Yav dan hal tersebut membuat Jessica jelas saja terkejut dan bingung.


"Ya?"


Dan Jessica langsung bertanya bingung, menatap wajah laki-laki yang menggendong nya tersebut dengan perasaan tidak baik-baik saja.


"Baby... Yav?"


Dia bertanya sambil mengernyitkan dahi nya.