The Betrayal

The Betrayal
Dalam perencanaan


"Itu bagus, kak Dru tidak pernah mengambil liburan sebelum nya, dia terlalu fokus pada pekerjaannya dan lupa pada kehidupan pribadi nya, untie Lana sering cemas memikirkan nya"


Kini Defina bicara cepat, membenarkan ide untuk mengambil cuti bulan madu bagi Tiffany dan kak Dru nya.


"dia terlalu serius dengan pekerjaannya bahkan lupa dengan kehidupan pribadinya"


lanjut gadis itu lagi sembari melirik ke arah Tiffany dia memberitahukan sahabat baiknya itu betapa terlalu seriusnya kehidupan kakak sepupunya tersebut pada pekerjaan.


"aku cukup tidak percaya dia pada akhirnya menikah aku pikir tidak memiliki ketertarikan dengan lawan jenisnya ingin betapa serius ya kehidupan kita terus selama ini"


gadis itu kembali bicara sama terkekeh menoleh karena sepupunya untuk beberapa waktu.


ucapan dari Defina membuat bro menggelengkan kepalanya, dia pikir semua punya satu itu sangat tidak bisa menjaga rahasia.


"bahkan aku malah berpikir apa mungkin menyukai sesama jenis karena dia tidak pernah terlibat sekalian dengan seorang gadis atau perempuan selama ini, kecuali ada banyak perempuan dan gadis tidak tahu malu yang mengajarnya"


dan Devina kembali bicara meyakinkan Tiffany jika laki-laki yang telah menjadi suami sahabat baiknya itu tidak memiliki riwayat soal hal yang buruk terhadap perempuan atau seorang gadis.


"oh ayolah Defina, kamu membuka kartu kak Dru, dia pasti malu kamu mengatakan hal tersebut seolah-olah dia sedikit kurang laku"


Gina langsung bicara sembari terkait kecil dia nyari saja menyemburkan teh yang dia minum karena ucapan dari sepupunya tersebut.


mendengar ucapan Gina seketika Defina ikut terkekeh kecil dan Xia mencoba untuk menahan tawanya dan hanya mengurus senyuman dia tidak tinggal mengatakan seseorang adik laki-lakinya meskipun tidak dipungkiri satu rumah sempat khawatir dengan aktivitas sek.sual Dru.


berbagai macam gosip miring menghamtam Dru, tidak jarang mommy nya sangat merasa khawatir dengan keadaan adik laki-laki tersebut, bahkan dia selalu mendesah jadi mereka untuk menjodohkan Dru dengan siapa saja, bahkan ada masa gimana maunya berkata bukan masalah jika daddy nyq menjodohkan bro dengan salah satu Putri relasi bisnisnya.


Berkali-kali mereka menyusun pertemuan untuk laki-laki tersebut hingga pada akhirnya suatu hal tidak terduga terjadi drum tiba-tiba saja berkata.


"bisa daddy dan mommy mengabulkan keinginan ku?"


pada masa itu bicara dengan cara yang sangat serius hingga pada akhirnya membuat kedua orang tua mereka seketika sedikit terkejut dengan permintaan adik laki-lakinya tersebut, momennya saja berpikir jika drum sedang bercanda pada hari itu.


"apa kau sedang bercanda Dru?"


Xia bahkan tidak kalah terkejut saat Dru mengatakan hal itu, dan yang lebih mengejutkan lagi dia sangat terkejut saat dia tanpa sengaja menemukan sebuah buku catatan di mana rupanya adik laki-laki tersebut telah lama tertarik kepada Tiffany secara diam-diam.


"berhenti bicara yang aneh-aneh, aku ini laki-laki yang normal sama sekali tidak tertarik pada kaum laki-laki itu terdengar sangat menjijikkan"


Dru membuka suaranya dan dia membayangkan bagaimana jika dia menyukai sesama jenis, itu cukup membuatnya merinding.


"baiklah aku akan berhenti mengatakan hal tersebut, tapi tetap bagi ku kakak memang harus mengambil waktu liburan untuk cuti bulan madu"


Devina bicara dengan cepat sambil tersenyum lebar.


Dru memilih diam, meraih teh miliknya dan mulai menyesap nya secara perlahan.


"Tapi ngomong-ngomong apakah dari keluarga kita tidak akan melakukan acara ngunduh mantu untie?"


dan tiba-tiba saja Defina kembali bicara tapi kali ini terlihat serius, dia melirik ke arah untie Lana Lan nya.


mendengar hal tersebut Dru mengerut kan kening nya, dia pikir iya juga, mereka belum memikirkan nya .


"Uncle mu sudah mendiskusikan nya dengan beberapa keluarga lainnya, sepertinya mungkin akan mengambil acara setelah menyelesaikan proyek yang tengah berjalan pada perusahaan, dan sedang mencocokkan jadwal para kerabat yang memiliki pekerjaan di luar sana"


wanita tersebut bicara dengan serius, melirik ke arah Defina kemudian menetap kearah Tiffany dan drum secara bergantian.


"Tinggal Mendengar pendapat Tiffany dan keluarga Hillatop apakah tidak keberatan melakukan acara ngunduh mantu? ini mungkin akan sedikit repot dan melelahkan"


wanita tersebut kembali bicara, kini menatap Tiffany yang terlihat menatap kearah diri nya.


"Itu..."


Tiffany terlihat bicara pelan, memikirkan apa yang diucapkan Defina dan mommy mertua nya.