
Kembali ke masa lalu
Mansion Utama keluarga Hillatop
Paris.
"ini untuk pertama kali nya aku melihat putra mu" Tuan Gao bicara sambil mengembang kan senyuman nya, dia menatap Yavuz untuk beberapa waktu dimana putra nya Khan bergerak membawa laki-laki tersebut menjauh dari mereka.
Khan akan membawa Yavuz untuk menemui salah satu kekuarga mereka di wilayah yang berbeda, memilih pamit dan tidak bisa bergabung lama dengan mereka.
"Sangat sulit sekali membawa dia untuk pergi kemanapun sesuai dengan yang aku inginkan" Laki-laki dihadapan tuan Gao bicara dengan cepat.
"anak-anak terkadang memang seperti itu, aku juga cukup kesulitan untuk membawa Khan ke pertemuan manapun aku inginkan" Tuan Gao mulai bercerita soal putranya, cukup sulit membuat Khan untuk bisa ikut dengannya, apalagi putra nya di gosip kan hidup dalam keadaan tidak normal, itu membuat kepala nya terasa berdenyut-denyut setiap kali harus mendengar gosip mengerikan tersebut.
Orientasi Khan dipertanyakan, laki-laki tersebut tidak menyukai perempuan sama sekali dan itu membuat dia dan istrinya khawatir, selalu mempertanyakan keadaan apakah Khan normal atau tidak.
"mungkin untuk Khan usianya belum terlalu dewasa, tapi usia Yavuz kami jelas tidak muda lagi, dia sudah melewati Kepala 3 nya tapi dia terus menolak perjodohan yang kami buat, nyata nya hingga hari ini dia tidak kunjung juga membawa satu gadis atau perempuan pun untuk dia kenalkan kepada kami, bayangkan bagaimana gelisahnya istri ku saat ini?" laki-laki tersebut mulai bercerita, sedikit berkeluh kesah soal putranya.
"terkadang aku pikir cara seperti apa lagi untuk membuatnya mau menikah dengan cepat" lanjut laki-laki tersebut lagi.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut membuat tuan Gao mengangguk-anggukkan kepalanya secara perlahan, dia memahami beban yang dirasakan oleh laki-laki tersebut sama persis seperti mereka, mungkin beruntung nya usia Khan masih begitu muda, dan benar juga usia Yavuz jelas sudah terlalu matang untuk mengulur soal pernikahan.
"katakan padaku soal putrimu" dan tiba-tiba saja laki-laki tersebut bertanya kepada tuan Gao soal putri nya.
"Tiffany atau Jessica?" dia bertanya pada laki-laki tersebut sembari menaikkan ujung alisnya ingin tahu Putri Yang mana Yang ditanyakan oleh laki-laki tersebut.
Saat laki-laki tersebut mempertanyakan soal hal itu tuan Gao mencoba untuk mengingat-ingat, siapa waktu itu yang mencoba untuk mendampingi penikahan kemenakannya tersebut.
"aku bicara tentang putrimu yang belum memiliki tunangan" lanjut laki-laki tersebut kemudian sembari mengembangkan senyumannya, dia memberikan sedikit alert untuk tuan Gao.
Mendengar hal tersebut seketika membuat tuan Gao tertawa kecil, dia langsung menjawab.
"Jessi kami rupanya?" dia bicara masih sambil tertawa kecil, menyebut nama Jessica pada laki-laki yang usianya tidak jauh darinya tersebut.
"jadi namanya Jessi?" dia bertanya sembari menatap ke arah tuan Gao untuk beberapa waktu.
"istriku bilang dia gadis yang sangat baik, dia beberapa kali Ingin bertemu dengan putrimu, tapi sepertinya waktu tidak pernah mengizinkan untuk membuat mereka bertemu" dan seketika ada sedikit rasa kecewa yang menghantam dibalik wajah laki-laki tersebut.
"aku bisa mengatur pertemuan jika kalian mau" tawar tuan Gao kemudian.
Mendengar apa yang diucapkan oleh tuan Gao seketika membuat laki-laki yang ada di hadapannya itu seketika menaikkan ujung bibirnya.
"sebenarnya kedatanganku kemari ingin membahas soal ini" dan laki-laki tersebut mulai membuka suaranya dan terlihat menampilkan wajah yang cukup serius miliknya saat ini.
"Ya?" dan bayangkan bagaimana terkejutnya tuan Gao mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut.
"Maksudnya?" Tuan Gao mengernyitkan dahi nya.
"Terdengar aneh, tapi apakah mungkin.....,