
Kembali ke masa kemarin
Saat Tiffany dan Dru melewati makan malam dengan nyonya Lana Lan dan tuan Tristan
restoran xxxxxxxx
pusat kota.
Ketika mereka serius bicara soal bulan madu,di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba suara seseorang mengejutkan mereka.
"Tiff?"
Seketika Perempuan tersebut menoleh diikuti dengan yang lainnya.
Tiffany membulatkan bola mata nya saat sadar siapa yang ada di hadapan sisi kanan dirinya.
Itu adalah teman semasa SMA dan kuliah nya, dan mereka bertemu terakhir kali jauh sebelum dia dan Sean membatalkan pernikahan dan saat itu hubungan dia dan juga Jessica masih baik-baik saja.
"Noura?" Tiffany terkejut.
"Oh ya ampun"
Perempuan itu melonjak kaget, tidak bertemu untuk waktu yang cukup lama membuat dia cukup terkejut dan merindu. Akhirnya memilih sedikit izin untuk menyapa teman nya pada mertua dan suaminya, agak menggeser tempat dan mengobrol sedikit sambil bertukar nomor handphone.
"Kau mengganti nomor handphone mu" Protes Tiffany.
"seseorang mencuri handphoneku dan aku terlalu enggan untuk pergi ke pusat center, memilih untuk mengganti kartunya Dan aku kehilangan semua kontak kalian". Noura bicara dengan cepat, dia tidak kalah bahagia melihat Tiffany.
"Aku cukup terkejut kamu ada di Paris" Gadis tersebut bertanya bahagia, menatap Tiffany tidak percaya.
"Bahkan kamu sudah menikah?" dia lebih terkejut mengetahui kenyataan Tiffany telah menikah.
"Tidak mengabarkan kami jika kamu menikah dengan..."Dia bertanya tapi berusaha untuk menggantung kalimat nya, melirik kearah keluarga Xavier di ujung sana.
"Kak Dru" ucap Noura pelan.
"Semua berjalan seperti keinginan Jessica." dia membatin pelan.
"Aku mendengar soal pernikahan kamu yang gagal dengan Sean" Dia tahu soal berita tersebut di mana Tiffany tidak jadi menikah bersama Sean, tapi jelas terkejut saat tahu Tiffany malam menikah dengan penerus keluarga Xavier, dan artinya rencana Jessica benar-benar berhasil.
Mereka memang jarang berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya,biasanya setelah lulus sekolah atau kuliah, masing-masing dari mereka sibuk dengan kehidupan sendiri-sendiri, tapi tidak dipungkiri terkadang mereka mendapatkan informasi dari beberapa teman soal teman-teman yang lainnya, dan kehidupan memang berjalan seperti itu adanya untuk semua orang.
Dan dia juga Tiffany tidak sedekat serta se akrab seperti diri nya dan Jessica, karena itu dia tidak banyak melakukan komunikasi dengan Tiffany sejak saat dia kembali ke Paris mengigat Tiffany memang tinggal di Indonesia.
"He em, aku menikah dengan sepupu Defina, kami belum menggelar acara pernikahan, rencananya setelah kalender bulan baru akan menentukan tanggal pernikahan, kami akan merayakan resepsi nya di Paris"
Tiffany mulai bicara dan bercerita kemudian dia langsung memasukkan nomor handphone temannya tersebut ke handphone nya.
"aku akan mengirimkan undangan pada kalian nanti" dia berjanji pada gadis di hadapannya itu.
"aku menunggu undangannya, dan teman-teman yang lain juga pasti menunggunya" gadis itu menjawab dengan cepat dan antusias, kemudian dia buru-buru memasukkan handphone nya ke dalam tasnya setelah mereka bertukar nomor handphone.
"mungkin suami dan mertuamu cukup gelisah menunggumu sejak tadi, aku juga sedang ditunggu oleh kekasihku" Ucap Noura akhirnya dengan cepat kemudian dia pikir untuk pergi berpamitan, tapi tiba-tiba dia ingat soal sesuatu.
Jessica.
"aku agak terkejut karena kamu tidak jadi menikah dengan Sean dan beberapa teman berkata jika Sean menikah dengan Jessica?" Pura-pura tidak tahu memang sangat berat, tapi daripada pura-pura masa bodoh itu jauh lebih tidak berperasaan.
Gadis tersebut mencoba bertanya untuk memasti kan bagaimana kabar kedekatan Tiffany dan Jessica, karena sejauh ini dia tidak benar-benar mendengar cerita soal kedua orang tersebut lagi karena dia juga tinggal di luar negeri. Dan setelah jadian malam dulu dia tidak bisa menghubungi Jessica sama sekali.
mendapatkan pertanyaan seperti itu Tiffany langsung mengangguk kan kepalanya.
"jadi gosipnya benar?" gadis tersebut mencoba untuk memastikan jika berita pernikahan Jessica yang dia dengar tidak salah, gadis tersebut benar-benar menggagalkan pernikahan Tiffany dan Sean.
Oh god.
mendapatkan jawaban seperti itu membuat gadis tersebut seketika mengerutkan keningnya.
"Lalu bagaimana hubungan kamu dan Jessica?" Dia pikir apakah Tiffany akan berpikir Jessica benar-benar pengkhianat yang buruk? atau Tiffany tahu ada kesalahan dalam hubungan mereka,dia takut menebak-nebak bagaimana pemikiran Tiffany saat ini.
"Kami kehilangan komunikasi Cukup lama, dia memutuskan keluar dari keluarga Hillatop dan pergi memilih tinggal dengan Sean" Jawab Tiffany enggan, agak Singkuh dan risih saat di tanya soal Jessica dan Sean.
mendengar Jawaban Tiffany gadis tersebut semakin mengerut kan Kening nya. sesuai dugaan nya, Noura seketika merasa ini salah. Dia pikir apakah ini waktu nya dia mulai bicara jujur?!.
"Tiff...aku" Noura bicara sambil meremas tangan nya.
"Ada apa?" Tiffany jelas mengernyitkan dahi nya.
"tapi itu aneh" ucap gadis itu tiba-tiba sembari menatap dalam bola mata Tiffany, dia akan menggiring Tiffany pada sebuah kenyataan lainnya.
mendapatkan ucapan seperti itu membuat Tiffany semakin mengernyitkan dahinya.
"apa kamu ingat pada Herdian? laki-laki keturunan Indonesia China teman SMA kita?"
Saat gadis tersebut bertanya begitu, Tiffany berusaha mengingat-ingat soal nama tersebut. dia mengangguk kan kepalanya.
"Dia bekerja di kantor pengadilan negeri bukan?"
Tiffany tidak paham dengan maksud dari teman nya itu.
"Yah itu yang aku dengar dari teman-teman lama" Jawan nya cepat.
"Lalu?" Tiffany kembali bertanya masih sambil mengerutkan keningnya, agak penasaran dengan maksud dari gadis dihadapannya itu.
"Ini agak aneh tapi aku bertemu dengan Herdian pada bulan lalu saat berlibur ke Indonesia,kami membuat janji temu dengan teman-teman lama dan saat bertemu Herdian, laki-laki tersebut bilang Jessica dan Sean telah mengurus surat perceraian mereka padahal pernikahan mereka baru berjalan beberapa waktu"
Gadis tersebut bicara, agak ragu-ragu mengatakan nya karena takut salah bicara, tapi realitanya dia memang mendapat kan kabar nya.
"Aku cukup tidak percaya, tapi Herdian berani bersumpah demi Allah jika Sean dan Jessica benar-benar telah bercerai dalam keadaan tidak baik-baik saja"
Dan percayalah ucapan gadis tersebut seketika membuat Tiffany terkejut.
"Apa?"Tanya nya dengan jantung yang berdetak tidak beraturan.
"Saat itu dia mengalami sedikit kekerasan dan Jessica meminta perlindungan seseorang di belakang nya untuk perceraian mereka, Sean bahkan berkata Jessica menekan nya dalam pernikahan mereka"
Dan percayalah seketika Tiffany memundurkan tubuhnya secara perlahan.
"Kau pasti bercanda"
Noura menggeleng kan kepala.
"Tiff .." Pada akhirnya Noura mencoba untuk menggenggam telapak tangan Tiffany.
"Aku tidak pernah ingin mengatakan soal ini karena Jessica melarangku untuk mengatakannya" pada akhirnya gadis tersebut bicara sembari dia meminjamkan sejenak bola matanya.
Dia tahu mungkin Jessica bisa membunuhnya saat dia menyatakan soal kenyataan tersebut tapi melihat bagaimana kebangsaan ini telah terjadi membuat gadis itu berpikir mungkin sebaiknya dia bicara soal kenyataan malam itu.
"Kau bicara apa?" Tanya Tiffany dengan perasaan berdebar-debar.
"Ini soal malam ulang tahun ku, waktu itu....Sean... Jessica...."
Dan seketika ketegangan terjadi di antara mereka.
******
Catatan \=
Bab ini ada di 97. Informasi yang mengejutkan dirinya.