The Betrayal

The Betrayal
Masih di pagi Indah bersama


Kembali ke kediaman keluarga Xavier


masih di meja makan.


Obrolan di meja makan terus berlanjut, kadang terdengar canda tawa, guyonan dan godaan yang begitu manis untuk pengantin baru membuat Dru dan Tiffany terkadang tersipu-sipu malu di buat semua orang.


Seiring berjalannya waktu para laki-laki di kediaman Xavier mulai ikut bergabung untuk menikmati makan pagi, dimana tuan Tristan daddy mertua Tiffany sudah duduk manis di samping istrinya di ikuti suami Xia dan Gina, kekasih Defina terlihat bergerak mendekati semua orang juga.


"kalian bangun jauh lebih awal?"


Tuan Tristan bertanya sambil meraih cangkir kopi miliknya, dia bertanya sembari melirik ke arah istrinya


yang ditanya menggangguj kan kepalanya dengan cepat, kemudian berkata.


"tidak terlalu awal, hanya sedikit lebih cepat dari biasanya karena ingin mengobrol bersama Tiffany, dia masih cukup asing di tempat kita"


wanita itu bicara sembari mengulum senyumannya, berdiri tidak lagi menggoda tifa di atau bertanya hal-hal di hadapan para laki-laki lain.


"Aku yakin Tiffany akay sangat cepat berbaur dengan kita semua, aku tahu sekali bagaimana sifatnya, iya bukan sayang?"


laki-laki tersebut bicara kemudian langsung menoleh ke arah menantunya lantas dia melesatkan tanya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh daddy mertua nya, membuat Tiffany langsung mengembangkan senyumannya.


"Yes dad"


realitanya dia memang cepat berbaur dengan siapapun, Tiffany cukup supel dan cukup mudah untuk berbaur dengan orang-orang baru, mungkin karena keramahtamahannya dan juga dia yang tidak memiliki sifat malu-malu membuat dia gampang untuk berada di manapun dan berbaur dengan siapapun.


apalagi dia dan keluarga Xavier memang sudah cukup akrab sejak dulu, tidak sulit baginya untuk berbaur dengan para anggota keluarga lainnya yang sebelumnya tidak begitu akrab dan tidak begitu sering dia temui.


"jangan khawatirkan soal apapun, aku insya'Allah mudah untuk bergabung dengan siapapun"


Ucap Tiffany lagi kemudian.


Mendengarkan ucapan menantunya membuat laki-laki tua dalam keluarga Xavier menganggukan kepalanya dan melebarkan senyumannya.


"Daddy sangat bahagia saat tahu kamu menjadi bagian dari keluarga kami, nak".


laki-laki tua itu bicara dengan perasaan bahagia, bayangkan betapa dia menginginkan salah satu penerus Hillatop untuk berjodoh dengan putra atau putrinya sejak dulu hingga beberapa bulan yang lalu.


kemudian siapa sangka Tiffany benar-benar berada dan masuk ke dalam kehidupan keluarga mereka, lihatlah gadis tersebut kini bahkan duduk serta bercengkrama dengan para anggota keluarga mereka.


mendengar ucapan daddy mertuanya membuat gadis tersebut baik mengulum senyumannya.


"Dan Kamu akan pergi ke perusahaan pagi ini?"


ini laki-laki itu bertanya pada putranya, Dru yang ditanya langsung meletakkan cangkir tehnya secara perlahan ke atas meja.


"He em, ada beberapa hal yang harus aku kerjakan, bahkan beberapa pekerjaan juga menumpuk dan harus diselesaikan dengan cepat"


Ucap Dru kemudian, dia menatap ke arah daddy untuk beberapa waktu.


"itu bukan masalah tapi jangan lupa ambil waktu liburan sejenak"


laki-laki itu berucap dengan cepat.


"aku sudah mendiskusikannya, meminta Dru dan Tiffany untuk mengambil waktu bulan madu"


Dan nyonya Lana Lan bercerita.


mendengar ucapan istrinya seketika membuat laki-laki tersebut mengganggukan kepalanya.


"Itu ide yang bagus, kalian memang seharusnya mengambil liburan bulan madu"


Mereka pada akhirnya melanjutkan menikmati makan pagi sembari berbicara soal beberapa rencana, hingga akhirnya tiba-tiba pelayan rumah datang dengan tergopoh-gopoh.


"Ada apa bik?"


Nyonya Lana Lan bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Hal yang buruk terjadi pada nona muda...."


Dan saat pelayan tersebut berkata begitu, Dru seketika menghentikan aktifitas tangan nya, Xia langsung menoleh dan menatap dengan tatapan sedikit aneh.


"Apa?"