
dan ketika laki-laki tersebut mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jessica seketika dia merasa ditantang di dalam kemarahan nya saat ini sehingga hal tersebut membuat nya perlahan menarik pelatuk pistol yang ada di tangan nya. Dan percaya lah dalam hitungan detik laki-laki itu siapa siap menarik pelatuk pistol nya tanpa aba-aba.
Doooooor.
bisa didengar suara tembakan berupa letusan tersebut langsung memecah keheningan.
Jessica yang telah siap dengan segala macam kemungkinan mendengar dengan jelas suara letusan pistol yang ada dihadapan nya, seketika tercekat saat menyadari tidak ada rasa tembakan yang menghantam dirinya dan di titik berikutnya bisa dia rasakan tubuhnya ditindih oleh seseorang begitu saja.
dia yang memejamkan bola matanya seketika langsung membuka bola matanya, seketika sadar laki-laki tadi yang ada di hadapannya tergeletak tidak berdaya tepat di atas tubuhnya, membuat Jessica seketika terkejut setengah mati di mana laki-laki tersebut hanya bergerak satu dua kali kemudian dia tidak lagi merasakan pergerakan sama sekali.
dan percayalah di detik berikutnya tiba-tiba seseorang mengangkat tubuh laki-laki yang ada di atas tubuh Jessica gimana perempuan tersebut merasa begitu keberatan dengan keadaan sebab ia berusaha untuk bangun dari posisinya dan ingin tahu apa yang terjadi.
seorang laki-laki membuat tubuh laki-laki yang ada di atasnya dengan gerakan yang begitu kasar kemudian dia langsung meraih Jessica.
"Kau baik-baik saja?".
masih mencoba untuk menyadarkan dirinya karena tidak paham dengan situasi di mana tiba-tiba seorang laki-laki sudah duduk di sampingnya sembari minyak berwajahnya dan bertanya apakah dia baik-baik saja dan tahu-tahu sosok seorang perempuan tiba-tiba menghajar laki-laki yang tadi berada di bawah kakinya dalam hitungan detik dan mematahkan lehernya hingga membuat Jessica seketika berteriak tertahan dan langsung menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya secara histeris dan ketakutan.
belum juga dia mendapatkan kesadarannya tiba-tiba tubuhnya disambar oleh laki-laki yang ada di hadapannya tadi dan membawanya menuju ke arah sebuah mobil yang ternyata menunggu mereka sejak tadi.
Jessica seketika shok berat, dia cukup kehilangan kata-katanya bahkan tidak memiliki daya atau kemampuan untuk memberontak, demi apapun otaknya blank saat ini, dia seperti manusia yang baru saja mengalami shok mental karena keadaan.
tahu-tahu dia sudah berada di dalam mobil di mana mobil tersebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi menembus kegelapan angin malam di mana seorang laki-laki yang membawanya tadi kini telah duduk di hadapannya sembari terus menetap dalam dirinya.
"Apa kamu baik-baik saja?"
lagi laki-laki tersebut bertanya ke arah dirinya, suara yang terdengar begitu datar dan juga begitu tenang memecah keheningan.
Jessica berusaha untuk mengambil kesadarannya, berusaha untuk menetralisir detak jantungnya serta rasa keterkejutannya namun nyatanya ketakutannya mengalahkan segala-galanya hingga tiba-tiba saja tanpa bisa dia hindari kesadarannya menghilang begitu saja.
dia jatuh dan roboh ke atas kursi mobil tersebut tanpa basa-basi.