
Masih di mansion utama Xavier
Makan pagi bersama.
Mommy Lana Lan dan Xia yang sibuk berkutat di dapur terlihat menghentikan kegiatan mereka saat melihat Dru dan Tiffany melangkah bersama menuruni anak tangga.
Pagi ini terlihat begitu aneh karena jelang subuh Dru hilir mudik di depan kamar mommy nya dimana laki-laki tersebut berkata pakaian Tiffany ada di kamar mereka yang digunakan sepupu Dru. Awal nya mommy Lana Lan biasa-biasa saja, dia pikir sebaiknya mengambil pakaian di kala matahari terbit saja mengingat Gina mungkin masih lelap didalam tidurnya.
Nyata nya Dru berkata dengan gelisah, Tiffany tidak menggunakan pakaian nya sejak semalam.
"Maksud ku saat membersihkan diri semalam Tiffany merendam pakaian nya, lupa jika pakaian ganti tidak di bawa di kamar"
Dru bicara ragu-ragu, terdengar cukup malu.
"Sejak semalam?lalu apa yang Tiffany gunakan?"
Otak kepala nyona Lana Lan seketika tidak berfungsi dengan baik, dia berpikir dengan keras apa yang digunakan menantu nya jika pakaian nya tidak ada setelah mandi? sedangkan pakaian Dru juga ada dikamar utama yang digunakan Gina keponakan nya. Hanya menggunakan pakaian yang melekat di badan.
"Itu.... selimut"
Jawaban Dru dengan suara rendah, dia menyentuh tengkuknya serba salah. Hal tersebut membuat nyonya Lana Lan semakin mengerutkan keningnya.
Selimut? semalaman? di kamar, sepasang suami istri?!.
Hahahaha dia tiba-tiba berpikir dengan keras, kepo dengan apa yang terjadi. Selimut, semalaman, di kamar, suami istri, 1 kasur yang sama dengan ukuran standar, tanpa kursi sofa atau karpet di bawah nya, satu selimut, dua bantal dan...
Nyonya Lana Lan dan putri nya Xia langsung saling menoleh.
"Apa rencana kita berhasil sayang?"
Sungguh terkutuk kedua anak dan ibu itu, menaikkan ujung alis masing-masing dengan tanda tanya besar, rencana dan strategi yang di pasang mungkinkah berhasil untuk Dru dan Tiffany?!.
"Hahhhh apa mereka melewati malam pertama berdua?"
Xia begitu antusias, menutup mulutnya dengan suara yang di buat serendah mungkin, ingin melonjak kegirangan tapi takut terdengar oleh orang seisi rumah.
"Aku rasa ini berhasil"
Siapa tahu Defina ikut nimbrung di belakang, terkekeh geli penuh kesenangan.
"Aku jadi kepo, apa ini berhasil?"
Gina tidak mau kalah, menyeruak masuk di antara semua orang, bertanya dengan penuh kebahagiaan karena apa yang di harapkan mungkin kah jadi kenyataan.
Ckckck mommy Lana Lan menahan tawa nya, dia terlihat menahan kekehan nya, seperti nya rencana besar dan strategi berbulan-bulan berhasil dilakukan.
Dan benar saja, begitu Dru dan Tiffany menuruni anak tangga mommy Lana Lan melirik kearah Xia sembari menahan kebahagiaan nya, Gina pura-pura menyesap teh nya dengan tenang dan Defina berusaha menyusun sisa teh di masing-masing meja sembari melirik kearah Tiffany dan Dru yang bergerak turun dengan salah tingkah.
"Rambut mereka semua basah"
Xia ingin sekali melonjak girang, tahu bagaimana ekspresi pengantin baru dimalam pertama.
"Usaha benar-benar tidak pernah mengkhianati hasil bukan?"
Defina terkekeh, mengedipkan bola mata nya kearah mommy Lana lan.
Mereka tim paling kompak untuk membuat dua sejoli menyatu dalam cinta, meskipun harus mendayung di air yang keruh dan laut yang berombak, pada akhirnya apa yang mereka rencanakan dengan matang berhasil juga.
Permainan yang dibuat, kamar yang di tukar, menekan dalam permainan, mendesak Tiffany bicara soal kenyataan, menghasut Dru agar sedikit lebih berani. Mereka benar-benar tim paling solit yang bergerak dalam diam.
"Ahhh sayang kemarilah"
Mommy Lana Lan mengembangkan senyuman nya, melambaikan tangan nya pada Tiffany dan menggeser satu kursi agar menantu kesayangan nya duduk disampingnya.
"Pagi ini rasanya begitu cerah untie....coba lihat cahaya matahari benar-benar terlihat indah"
Defina bicara menggoda, mengulum senyuman sembari membantu kak Xia mengangkat beberapa menu sarapan ke atas meja.
"Aku akan membantu"
Tiffany bicara cepat, agak malu terlambat turun ke dapur.
"Ahhhh tidak-tidak aku pikir kamu cukup lelah sayang, duduk disamping untie saja, kita bisa makan sesuatu yang bisa membuat stamina tubuh kembali sempurna"
Gina langsung bicara cepat, melarang Tiffany untuk bergerak dipagi ini, dia langsung mengedip kan bola matanya, membiarkan untie Lana menarik Tiffany agar duduk di hadapannya.
"Ya, lelah?"
Tiffany bertanya agak salah tingkah.
"Dru mommy membuat jamu khusus penjaga stamina......"
Dan saat mommy nya bicara panjang lebar Dru terlihat malu, menyentuh tengkuk nya dengan wajah sedikit memerah, berpikir apakah mereka ketahuan karena rambut basah yang menghiasi kepala di pagi buta?.