
Di sisi lain
Pinggiran kota Paris
Rumah rehat dokter Theo.
Di sebuah ruangan mendominasi berwarna putih terlihat Dru tenggelam dalam tidur nya di atas sebuah kursi santai mendominasi berwarna hitam, keheningan jelas terjadi di sana di mana bisa terdengar detak jarum jam yang terus berputar dengan gerakan yang teratur serta sebuah jam pasir yang tengah bergerak menghabiskan bagian pasir teratas dan melupakan pasir-pasirnya secara perlahan menuju ke arah bawah.
Seorang laki-laki berpakaian dokter dengan kacamata yang membingkai bagian mata nya dari wajah manis yang ramah tamah terlihat begitu serius duduk tepat di sisi kanan di mana Dru kini tengah berbaring dan memejamkan bola matanya, Ada hal privasi yang mereka lakukan berdua antara pasien Dan dokternya yang tidak bisa diketahui oleh orang di luar sana kecuali oleh orang yang paling terdekat sang pasien.
Tiffany terlihat duduk menatap lurus kearah depan nya dari arah kursi sofa mendominasi berwarna krim muda, bola matanya terus memperhatikan suaminya dan sang dokter untuk waktu yang cukup lama. Meksipun tidak dipungkiri ada berbagai kecemasan dan juga rasa takut di hatinya, tapi dia percaya dokter laki-laki bernama Theo tersebut bisa mengatasi secara perlahan keadaan yang mengganggu suaminya tersebut
cukup lama waktu berlalu hingga pada akhirnya pasir yang keluar dari atas menuju ke bawah secara perlahan mulai habis dan meninggalkan sisa titik terakhirnya, gimana itu menandakan jika waktu untuk Dru melakukan terapis setelah berakhir, hingga pada akhirnya dalam hitungan ketiga laki-laki dengan pakaian mendominasi berwarna putih tersebut mengakhiri sesi mereka dan membuat Dru pada akhirnya membuka bola matanya secara perlahan.
Awalnya secara perlahan Dru membuka bola matanya, mencoba membiasakan kembali bola matanya terhadap sinar cahaya silau yang menerpa dirinya, hingga pada akhirnya secara perlahan dia terbiasa kembali pada suasana di dalam ruangan tersebut.
"oke semua baik-baik saja"
laki-laki bernama Theo itu bicara sembari mengembang kan senyuman nya, kemudian dia membiarkan Dru untuk bangun dari posisi tidurnya lantas memilih untuk duduk di pinggiran kasur kursi santai tersebut.
kemudian bola mata laki-laki tersebut terarah pada sang istri yakin di tengah berjalan mendekati dirinya, memberikan segelas air putih kepada Dru secara perlahan.
Dru menerima gelas air putih tersebut kemudian langsung menghabiskan air minum itu dengan gerakan tidak lamban juga tidak tergesa-gesa.
"merasa sedikit baikan?"
Tiffany bertanya pada suami tersebut sembari menyentuh lembut rambut sang suami, dia bertanya dan membiarkan bola mata mereka menatap antara satu dengan yang lainnya gimana cara perlahan laki-laki itu memberikan gelas sisa minuman air putih yang diberikan olehnya tadi.
mereka pada akhirnya memilih diam dan membiarkan dokter Theo duduk di kursinya, dia menantang suami dan istri tersebut secara bergantian dengan tatapannya cukup tenang, menelisik pengantin baru itu untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya laki-laki tersebut mengeluarkan suaranya.
"aku pikir suami mu menyimpan semua mimpi buruk nya sudah terlalu cukup lama"
ucap dokter tersebut secara perlahan.
Atas apa yang dikatakan dokter dihadapan nya tersebut membuat Dru mengangguk kan kepalanya secara perlahan, persis seperti ucapan laki-laki tersebut, dia memang terlalu lama menahan dan memendam semua nya seorang diri, sejak peristiwa malam itu terjadi dia mencoba untuk menekan semuanya dan berusaha menyembunyikan tentang perasaannya, namun realitanya dia tidak pernah menjalankan itu pada akhirnya cukup mengganggu kehidupannya sehari-hari termasuk pada waktu istirahat nya.
"apakah kondisi suamiku cukup buruk, Theo?"
dan Tiffany bertanya pada laki-laki di hadapannya dengan perasaan cemas.
dokter tersebut menganggukkan kepalanya secara perlahan.
"mungkin kita harus mengikuti beberapa kali terapi dan juga harus menyusun kembali jadwal hidup sehat untuk suami kamu, Tiff"
ucap laki-laki tersebut kemudian.
*****
Catatan \=
masih ingat dengan dokter Theo Mak??? dia putra Edo di "putri perawan milik Daddy" dan nongol di kisah Zeline "When duda Bastard meet gadis Muslimah".
cuma untuk mengingatkan siapa dokter Theo 🤭🤭🤭❤️❤️❤️.