
Di sisi lain
Kediaman Heidi
Sebelum makan malam.
Gadis tersebut terlihat duduk dipinggir ranjang milik nya, baru menyelesaikan sesi mandi dan mengganti pakaiannya, kini dia menyisir rambut nya secara perlahan sambil membiarkan diri nya memikirkan soal sesuatu yang mengganjal nya belakangan ini.
"Jill tengah mempersiapkan makan malam untuk nona"
Pelayan yang dipercaya mengurus seluruh kebutuhan dan keperluan Heidi bicara sambil menyusun handuk kembali ke gantungan, kemudian bergerak mendekati meja rias dan mencari beberapa macam botol dan tube di sana.
"Apa nona menginginkan menu baru untuk di buat malam ini?"Pelayan tersebut bertanya, bergerak mendekati Heidi secara perlahan.
Mendengar ucapan wanita tersebut membuat Heidi terlihat diam untuk beberapa waktu, dia menghentikan gerakan tangannya kemudian mencoba membiarkan tatapan nya menatap lurus ke depan.
"Aku sedang memikirkan sesuatu, bi"
gadis tersebut bicara, dia kemudian bisa merasakan wanita pelayan meraih tangan nya kemudian mengoles secara perlahan lotion di kedua belah tangannya secara bergantian.
"Tentang?"
Wanita tersebut bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Seperti nya ada yang masuk ke kamar ku diam-diam belakangan"
Dia menceritakan kegelisahan nya, merasa ada yang datang masuk ke kamar nya dalam beberapa waktu ini, hal tersebut mulai membuat dia gelisah dan tidak nyaman.
mendengar ucapan Heidi jelas saja membuat wanita di samping nya tersebut terkejut.
"Semua pintu dan jendela sudah di tutup dengan rapat, tidak mungkin ada seseorang yang akan masuk ke dalam"
wanita itu cukup terkejut ketika dia menatap ke arah jendela kemudian menghentikan gerakan tangannya, dia berusaha untuk mendekat ke arah dua jendela yang ada di sisi kanan kamar tersebut, memeriksanya dengan seksama mencoba untuk membuka dan kembali menutup serta menguncinya.
"akan sangat ekstrem jika seseorang berusaha untuk masuk dari sini"
lanjut dia lagi kemudian mendekati Heidi.
gadis tersebut terlihat Diam tidak menjawab apa yang diucapkan oleh pelayannya, dia hanya menghela nafas nya berat untuk beberapa waktu.
Ucapkan sembari membiarkan jemari-jemarinya saling bertahun antara satu dengan yang lainnya.
wanita pelayan tersebut diam, dia menatap Nona mudanya untuk beberapa waktu kemudian wanita tersebut pada akhirnya berkata.
"Bibi akan melihatnya di tengah malam dan juga di jam pada waktu fajar, apakah ada orang yang datang kemari atau tidak"
pada akhirnya wanita tersebut berkata menatap Heidi yang terlihat begitu gelisah.
"lupakan saja soal itu, bi"
meskipun dia berkata seperti itu sebenarnya dia sangat gelisah, rasanya dalam beberapa waktu ini dia benar-benar merasa jika seseorang datang ke kamarnya tapi seringkali dia tidak bisa bangun dari tidurnya.
setiap kali dia ingin membuka bola matanya nyatanya tidak bisa, rasanya terlalu berat dan juga dia tidak bisa menggerakkan sedikitpun tubuhnya ataupun membuka bola matanya untuk melihat siapa yang datang dan menghampirinya.
dia hanya takut jika itu adalah ilusinya, tapi dia juga takut jika itu merupakan kenyataan dan sosok itu akan berbuat jahat padanya.
"Bibi bisa melihat apakah makananku sudah siap, aku akan turun sendiri ke bawah secara perlahan"
pada akhirnya gadis tersebut bicara seperti itu, meminta wanita itu agar segera turun dan melihat apakah makanan telah disiapkan untuk makan malamnya.
wanita tersebut menurut dan mengangguk kan kepalanya, dia pada akhirnya secara perlahan beranjak pergi dari sana.
cukup lama Heidi berdiam diri dan tidak beringsur sama sekali dari posisinya, hingga pada akhirnya dia malah kasar napasnya lantas bangun dari posisi duduknya secara perlahan namun sebelumnya dia meraih tongkat miliknya yang ada di sisi kirinya tersebut di mana tongkat itu tergeletak di atas kasur.
setelah membentang tongkat tersebut Heidi secara perlahan keluar dari kamarnya, dia bergerak dengan hati-hati dan mengingat bagaimana susunan barang-barang yang ada di sekitarnya dan dia menuju ke arah pintu depan kamar tersebut.
begitu dia membuka pintu kamar, secara perlahan dia menutupnya kemudian berbelok ke arah kanan dan berniat turun menuju ke lantai bawah.
tapi siapa sangka dari arah belakang nya seseorang muncul dengan membawa sebuah tongkat bisbol dan siap untuk menghantam kepala nya.
satu sosok mengerikan tampak tersenyum, penampilan kilatan dari balik bola matanya yang dipenuhi oleh kabut kebencian saat menatap sosok Heidi yang bergerak perlahan beranjak dari posisinya.
Ja..lang kecil.
Dan Perempuan itu bersiap untuk memukul kepala Heidi dalam hitungan detik.