The Betrayal

The Betrayal
Sang penyampai berita


Disisi lain


Kediaman xxxxxxx


Pinggiran kota Paris.


Seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa, dari lantai bawah menuju ke lantai atas, ekspresi wajahnya tidak menampilkan sesuatu yang pantas dibilang baik-baik saja, sepertinya dia merasa keadaan sedikit buruk saat ini.


dia menaiki satu persatu anak tangga dengan gerakan yang cukup cepat mencari sebuah ruangan di mana di dalamnya terdapat seseorang.


begitu tiba di lantai atas wanita itu dengan cepat langsung bergerak menuju ke salah satu ruangan dengan cepat.


Krataakkkkkkkk.


Krriieettttttttttt.


seketika pintu terbuka dan wanita itu mencari sosok seseorang di dalam sana, sayang nya begitu bola matanya mengitari ruangan tersebut dia tidak menemukan siapa yang dia cari. membuat wanita itu buru-buru langsung membalikkan tubuhnya dan bergegas segera keluar dari sana secepatnya kemudian dia mencari orang lain di di rumah megah tersebut.


"Dimana dia?"


wanita itu bertanya ketika dia mendapati salah satu pelayan di rumah tersebut bergerak dari arah sisi kiri bangunan yang terlihat membawa beberapa barang menuju ke arah lantai bawah.


Sang pelayan terkejut mendapati kehadiran wanita itu seketika menghentikan langkahnya dan mengeluarkan ekspresi cukup shok, menundukkan kepalanya kemudian berkata.


"Nona ada di halaman belakang, anda bisa mencarinya di sana"


perempuan itu menjawab dengan cepat sembari menundukkan kepalanya sambil dia menunggu wanita yang ada di hadapannya tersebut pergi dari hadapannya.


mendengar di mana posisi perempuan yang dia cari membuat wanita itu bergegas langsung bergerak pergi dari sana dengan cepat dan mengabaikan sang pelayan.


di belakang halaman rumah tersebut terdapat sebuah danau tenang yang begitu indah di mana terdapat rerumputan luas yang sangat sejuk dipandang mata, dan seperti harapannya dia menemukan sosok yang dia cari sejak tadi di mana sosok tersebut tampak menatap lurus ke arah depan menikmati pemandangan danau di mana perempuan itu tengah menggunakan sweater yang membalut tubuhnya.


pandangannya terlihat begitu lurus dan kosong menatap ke arah depan tanpa mengeluarkan sedikitnya suara nya, tubuh ringkih tidak berdaya tersebut terlihat bersandar di sebuah kursi ditemani oleh seekor kucing ya begitu cantik duduk di dalam pangkuannya.


wanita itu mendekati sosok tersebut dengan cepat, masih dengan gerakan tergesa-gesa dan juga sangat gelisah, begitu dia telah tiba tepat dihadapan perempuan muda yang ada di hadapannya itu dengan cepat wanita tersebut menundukkan kepalanya.


"Nona"


seorang perempuan dengan wajah Pucat dan tubuh yang terlihat tidak baik-baik saja tersebut terlihat menatap ke arah wanita yang kini datang menemuinya, perempuan itu hanya menatap nanar ke arah wanita tersebut untuk beberapa waktu lantas dia mencoba untuk mengeluarkan suaranya.


"kenapa Bibi ada di sini?"


perempuan itu bertanya sembari dia mengerutkan keningnya.


"ada satu berita yang ingin aku sampaikan dan aku harap kamu tidak terkejut mendengarnya"


wanita itu tidak menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari perempuan di hadapannya dia hanya berkata dengan cepat kata siapa yang ingin dia sampaikan.


mendengar ucapan wanita tersebut membuat perempuan itu semakin mengerutkan keningnya.


"Gustave Dru De Pearl telah menikah dengan penerus Hillatop"


lanjut wanita tersebut lagi, mendengar apa yang dikatakan wanita itu seketika membuat perempuan dihadapan nya sedikit membulatkan bola matanya untuk beberapa waktu, namun di detik berikut perempuan itu mencoba untuk membuang pandangannya.


"Nona?"


wanita tersebut seakan-akan mencoba untuk mendesak gadis yang ada di hadapannya, jika berita itu nyatanya tidak baik-baik saja.