The Betrayal

The Betrayal
Rencana mengerikan


Klub malam xxxxxxx


pinggiran kota.


Seorang wanita bergerak dengan cepat menuju kearah dalam klub malam di kota Paris tersebut, dia meninggalkan mobil nya sengaja cukup jauh dari area Klub malam, tidak ingin jika seseorang melihat kehadiran nya mengingat pengaruh nama keluarga nya jelas dikenal oleh banyak orang.


Wanita tersebut sengaja bergerak ke sana untuk menemui seseorang didalam nya, melakukan sesuatu yang direncanakan oleh nya cukup lama.


Begitu masuk kedalam klub malam tersebut, dia bergerak menuju ke satu ruangan di sisi kirinya, berbelok ke sana dengan cepat dan masuk ke sebuah ruangan mendominasi berwarna merah.


Dua penjaga menundukkan kepala mereka, menyambut kedatangan wanita tersebut dengan hormat, membiarkan Wanita itu masuk ke dalam ruangan tersebut.


Begitu masuk dia menatap 2 laki-laki dan seorang Perempuan yang rupanya telah menunggu diri nya di dalam sana.


Wanita tersebut duduk di salah satu kursi sofa, meletakkan sesuatu di atas meja yang rupa nya di bawa oleh nya sejak tadi.


"Kita akan masuk ke rencana B"


Ucap wanita tersebut kemudian, menatap laki-laki berperawakan besar tinggi dengan wajah lumanyan manis tersebut, mengabaikan laki-laki gendut di sebelah laki-laki tersebut.


"Masuk bersama dia, menjadi sopir dan pengasuh gadis buta dan lumpuh tersebut"


Dan saat wanita tersebut berkata begitu, kilatan api penuh keserakahan tampak berkobar di balik bola mata nya.


"Kapan kami akan masuk ke sana?"


Laki-laki dihadapan wanita itu bertanya ingin tahu


"Masuk setelah berita kematian ayah nya pecah di media massa"


Lanjut nya lagi sambil menaikkan ujung bibirnya.


Mendengar ucapan wanita tersebut, seketika ke-tiga orang itu saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


Kematian?!.


Seketika ketiga orang itu menelan salivanya.


"Dia cukup sulit berinteraksi dengan siapapun, dia bahkan sulit mempercayai siapapun, jika ada di antara kalian yang mampu membuat dia percaya, begitu seluruh harta kekayaan keluarga tersebut turun dari pengacara nya, aku akan pastikan 25% akan menjadi milik kalian*


Dan saat wanita tersebut berkata begitu, laki-laki yang bertubuh gempal berkata.


"Terlalu kecil bukan? 25% kami membagi nya menjadi 3? itu sangat tidak setara, bibi"


Dia protes, menatap wanita di hadapannya dengan tatapan sedikit mengejek.


Lanjut nya lagi.


"Dan saudara ku ini bisa membuat gadis itu bertekuk lutut pada nya, imbalan seperti itu terasa mencekik kami"


Mendengar ucapan perempuan dihadapan nya, membuat Wanita tersebut mendengus tidak percaya.


"Apa?"


Dia bertanya sambil menggerutkan keningnya.


"40% kami pikir itu setara, kau mendapatkan 60% sudah sangat luar biasa"


Pada akhirnya laki-laki bertubuh besar tinggi bicara, melakukan negosiasi seterusnya.


Cihhhh.


Wanita tersebut berdecih.


"Kau tidak akan rugi melakukan negosiasi dengan kami"


kini Perempuan di antara kedua laki-laki tersebut berkata.


"60% bahkan tidak akan habis selama 7 keturunan mu, nyonya"


Wanita tersebut tampak menatap tidak percaya ke arah ketiga orang tersebut.


"Kalian benar-benar licik dan picik"


Ejek wanita tersebut kemudian.


"Kita sama-sama mencari keuntungan"


Mendengar ucapan tersebut, wanita itu terlihat diam untuk beberapa waktu.


"Baik"


Ucap nya kemudian.


membuat ke tiga orang itu menyeringai bahagia.


"Masuk dan urus anak sialan itu setelah kematian ayah nya nanti, dan jika kalian berhasil masuk, pastikan penerus Xavier dituduh atas pembunuhan bibi pelayan yang mengasuh dia dengan berbagai macam jenis perkara, aku percayakan Kalian mampu mengatur semua nya"


Dan seringai mengerikan muncul dibalik wajah wanita tersebut saat ini, selanjutnya dia terkekeh kecil membuat siapapun yang mendengarnya menjadi merinding di buatnya.