
Masih kembali ke masa kemarin
Mansion Utama Khan
putra pertama Gao dan Ayana.
"Kakak tidak mau menjelaskan semua nya pada ku?"
Dan Tiffany bertanya pada sang kakak nya soal Jessica, dia menatap dalam bola mata Khan yang terlihat duduk di sebuah kursi sofa mendominasi berwarna hitam.
Raja Khan terlihat menampilkan kekuasaan dunia hitam nya, dia pantas dipanggil Raja segala raja kegelapan, laki-laki tersebut memang tidak pernah ramah pada siapapun, dan tidak pernah tidak menampilkan bola mata seram nya kepada siapapun.
Pesona Khan terlalu banyak membuat orang-orang disekitar nya berdebar-debar tidak menentu.
"Tentang?" dan Khan mengernyit kan kening nya, menatap kearah Tiffany untuk beberapa waktu.
"Jessica dan kehamilan nya" dan saat Tiffany mempertanyakan hal tersebut seketika membuat Khan terdiam.
"Diam berarti tahu tentang sesuatu tapi sengaja untuk tidak membicarakannya kepadaku? kakak pasti tahu gimana posisi Jessica dan kakak juga pasti tahu tentang kehamilan Jessica bukan? aku tahu meskipun Jessica bukan putri kandung daddy dan mommy, kakak menyayangi Jessica persis seperti kakak menyayangi aku, jadi seharusnya aku curiga kenapa kakak hari itu hanya berkata,
"Dunia tidak akan terbalik karena patah hati bukan?"
Dan ingatan masa kemarin menghantam ingatan nya..
"Tidak terbalik, hanya saja rasanya masih sakit"
Dan Tiffany menjawab pelan, sebenarnya dia sudah enggan menangis tapi saat melihat wajah kakak nya tiba-tiba saja bola matanya berkaca-kaca.
Satu-satunya laki-laki yang begitu tulus mencintai dan menyayangi nya hanya Khan, laki-laki tersebut tidak akan pernah melukainya dalam keadaan apapun, selalu melindungi nya dan menggenggam erat telapak tangan nya.
Mereka terlahir kembar namun dengan gender yang berbeda, apa yang dirasakan salah satu dari mereka, satu nya lagi pasti merasakan nya.
"Kamu bisa menggunakan dada kakak untuk tangisan di malam terakhir"
Ucap Khan kemudian.
"Jangan meminta ku melakukan nya lagi, 1 Minggu ini kecantikan ku telah menghilang karena melakukan nya"
Tiffany berusaha terkekeh meskipun berat.
Khan menaikkan ujung bibirnya, dia tersenyum kemudian menyentuh lembut puncak kepala adiknya.
"Ini terdengar egois, tapi ingat kata ku 4 tahun yang lalu?"
Tiba-tiba laki-laki tersebut bertanya, membuat Tiffany diam dan kembali menundukkan kepalanya.
Dia ingat.
"Sean bukan laki-laki yang tepat untuk mu, percayalah"
Kala itu Khan dengan sangat tegas berkata.
"Jika penikahan mu gagal dengan nya, maka kakak dan mommy akan mengganti penikahan mu dengan laki-laki pilihan kami"
"Yah aku ingat"
Jawab Tiffany pelan.
Entahlah apakah ini mungkin kebetulan, atau ini memang takdir yang berjalan.
"Pernikahan mu akan berganti demi untuk melindungi nama baik keluarga dan diri mu sendiri"
Saat kakak nya berkata begitu, Tiffany dengan perlahan menatap kembali kearah kakak laki-laki nya, dia menggigit bibir bawahnya.
"Jadwal pernikahan kalian tidak akan diundur atau ditunda, keluarga Xavier akan datang besok, Dru putra Uncle Tristan dan untie Lana Lan akan meminang mu dan memberikan mahar sesuai permintaan kamu dulu"
Saat kalimat terakhir terucap, seketika air mata Tiffany tumpah, entahlah dia tidak bisa membedakan perasaan nya saat ini.
Apakah ini sebuah kekecewaan atau terbesit sedikit kebahagiaan, pernikahan nya pada akhirnya benar-benar berganti sesuai dengan perjanjian awal yang pernah dia cetuskan di masa lalu.
dan kini Tiffany menatap kakak laki-laki nya.
"Alih-alih kakak marah atas perlakuan Sean dan Tiffany, hari itu kakak bilang pernikahan ku berganti, kakak mengatur nya dengan sangat baik dan mengecoh ku dalam perasaan kacau ku" Ucap Tiffany kemudian.
"Sejujurnya aku senang atas apa yang kakak berikan, tapi aku marah saat aku tidak tahu soal Jessica, dia di luar sana dalam keadaan terluka karena perlakuan ku yang membuang diri nya" Dia menatap kecewa ke arah Khan.
laki-laki tersebut hanya bisa memijat kepalanya untuk beberapa waktu.
"Maafkan kakak" Ucap laki-laki tersebut kemudian.
"Sebenarnya semua ada di luar rencana, Tiff" Ucap nya pada akhirnya.
Dan percaya lah ucapan kakak nya seketika membuat jantung Tiffany bergemuruh tidak menentu.
******
Catatan \=
Kisah King Khan di mari Mak, ini cuma beberapa bagian isi, cari lanjutan di Ntun ke judul "King khan's shackles"
*****
...Bagian kisah...
Dalam dentuman suara musik di sebuah klub malam elit pusat kota Paris, seorang laki-laki berjalan dengan cara dingin dan angkuh nya, bergerak menuju ke arah depan dimana beberapa orang terlihat berjalan mengikuti langkah nya.
Para perempuan dan wanita terlihat meliuk-liuk kan tubuh mereka di sepanjang perjalanan nya di klub malam tersebut, bahkan para penari striptis tampak mulai memamerkan keindahan tubuh molek mereka dengan melepaskan satu persatu pakaian mereka dihadapkan ribuan pasang mata laki-laki dari usia tua maupun muda.
Tidak jarang para perempuan di atas panggung tersebut akan dibeli oleh para laki-laki hidung belang dan orang ber'uang, siapapun yang berada di sana harus memastikan memiliki kantong cukup tebal jika ingin membawa salah satu perempuan disana.
Nyata nya para perempuan disana banyak tertarik pada sosok satu laki-laki yang kini tengah berjalan melewati bagian panggung paling besar klub malam tersebut, laki-laki dengan wajah tampan mendominasi, tatapan mata dingin dan memiliki keramahtamahan sama sekali.
Dia The king khan's, raja mafia di daratan Eropa yang menutup diri nya dengan bertopeng kan pengusaha kaya raya dibalik nama Hillatop yang di bawa nya, laki-laki dingin berjuluk Raja sejuta kejayaan, dia memiliki apapun yang dia inginkan termasuk tahta dan wanita, anehnya meskipun dia memiliki segalanya dan para wanita berlomba untuk mendapatkan nya, dia tidak pernah tertarik pada satu perempuan pun yang mencoba untuk mendekati nya.
Percayalah laki-laki tampan yang memiliki segalanya itu bahkan mampu memerintahkan siapapun yang dia inginkan untuk melenyapkan hanya dalam satu jentikan jari nya, nyatanya tidak pernah tertarik pada satu perempuan pun sejak dulu hingga sekarang, orientasi seksual nya sering dipertanyakan oleh semua orang termasuk para anggota keluarga nya karena dia tidak tertarik berkencan atau menikah.
Tapi meskipun desa-desus terus terdengar, nyata nya tidak ada bukti otentik yang berkata jika laki-laki tersebut mungkin lebih tertarik pada kaum Zeus, tapi tidak pula pernah terlihat dia ingin bercinta sekalipun dengan kaum Hera.
Laki-laki tersebut begitu mendapat kan posisi nya langsung memilih duduk di salah satu kursi singasanga kerajaan nya, dimana tempat tersebut sejak dulu akan menjadi tempat duduk milik nya yang tidak akan pernah berani ditempati oleh orang lain dalam seumur hidup nya.
Beberapa orang di sekitarnya yang merupakan bagian dari pada teman baiknya ikut duduk di sisi kiri dan kanan nya, dan mereka mulai menikmati suasana malam yang begitu spektakuler, dimana katanya akan ada satu transaksi tersembunyi akan terjadi dalam klub malam tersebut, yang mungkin akan terdapat sedikit kekacauan yang terjadi di antara semua nya.
Dan saat mereka menunggu dalam ketenangan, menikmati minuman dan rokok bahkan cerutu di atas meja ditemani para perempuan yang mulai menggoda mereka, percayalah satu keributan besar cukup membuat mereka terganggu karena keadaan.
Khan mengerutkan keningnya, menatap seorang perempuan berwajah pucat yang meringis menahan sakit saat seorang laki-laki mencengkram wajah nya, dan disamping laki-laki tersebut terlihat ada perempuan lainnya yang terlihat berkacak pinggang, menatap Perempuan yang dicengkeram wajah nya dengan penuh kepuasan, di detik berikutnya laki-laki tersebut menendang perempuan itu hingga tersungkur dan sang perempuan lainnya dengan tanpa perasaan menginjak tangan perempuan yang tersungkur di lantai dengan penuh kesenangan.
Tawa mengerikan terlihat jelas tercetak dari wajah perempuan tersebut, dan setelah nya Perempuan dan laki-laki itu meninggalkan sosok tidak berdaya tersebut seperti tanpa dosa.
"Ada apa?"
Suara bariton Khan terdengar memecah suasana, mencoba bertanya pada salah satu teman nya dimana tatapan mata nya sama sekali tidak lepas dari sosok perempuan tersebut sejak tadi.
"Benar-benar Perempuan yang malang, dia di khianati saudara dan suami nya sendiri"
Dan dia tidak butuh penjelasan lainnya lagi, cukup tahu apa yang terjadi, laki-laki tersebut membuang pandangannya dari perempuan tidak berdaya tersebut dengan cepat.
*****
Ruang khusus
Bagian lain lapangan Golf pribadi Khan.
Laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya sambil menatap tajam ke arah gadis yang kini berdiri sambil menenteng sesuatu di tangan nya.
"Kau ingin cari mati?"
Laki-laki tersebut bicara, menatap tajam kearah gadis dihadapannya tersebut, dia berusaha mengingat wajah tidak asing dihadapan nya, berpikir dimana dia melihat sosok itu sebelum nya. Dia memiliki ingatan yang cukup tajam, butuh waktu beberapa waktu untuk mengingat-ingat.
Bagaikan sebuah gerakan percepatan jarum jam, memutar menyusuri lorong waktu dimulai dari saat ini hingga ke masa kemarin, bergerak cepat bagaikan kaset kusut yang terus merekam memori yang ada di kepala nya, cukup cepat dari beberapa kejadian yang terus berada dalam ingatan nya di
dalam peperangan antar mafia, pertemuan dengan beberapa orang di sekitar nya, klub malam hingga pada akhirnya dia menemukan dimana pernah melihat gadis dihadapannya tersebut.
Gadis yang di buang oleh suami dan kekasih nya.
Dia?!.
Khan mengerutkan keningnya, ingat dengan sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
"Menikah lah dengan ku, Mr. Khan"
Alih-alih mendengar Jawa atas kekesalan Khan yang berkata kau ingin cari mati, gadis tersebut tiba-tiba bicara tentang sesuatu yang terdengar sangat tidak masuk akal.
"Apa?"
Khan jelas saja sedikit terkejut, dia menaikkan ujung alis nya sembari berpikir jika gadis dihadapannya tersebut telah melampaui batasan nya saat bicara.
"Apa kau sudah gila?"
Dia bertanya, mendengus kemudian mengejek.
"setelah kau membuat mobilku terluka parah, alih-alih mengganti kerugian nya, kau menawarkan pernikahan pada ku?"
Laki-laki tersebut terlihat mengeram, menjentikkan jemari nya ke arah depan, dimana dua sosok laki-laki dibelakang nya langsung bergerak cepat menuju kearah gadis yang berdiri dihadapan nya, dengan cekatan meraih tubuh gadis tersebut dengan cara yang kasar dan menarik nya kemudian memaksa nya untuk berlutut dihadapan Khan.
Didetik berikut nya gadis tersebut seketika terduduk saat kedua orang itu memaksa nya berlutut di hadapan Khan.
"Apa kau tidak tahu siapa yang kau hadapi saat ini, nona?"
Laki-laki tersebut mencengkeram wajah gadis dihadapannya itu dengan tangan kokoh dan besar nya, mencengkeram nya tanpa ampun dengan sejuta kemarahan nya, dia bertanya dengan bola mata menggelap penuh kebencian saat ingat bagaimana gadis tersebut membuat mobil kebanggaan nya kehilangan bagian kharismatik nya, nada suara Khan terdengar begitu datar, dingin dan lantang, menatap tajam kearah lawan nya dimana dia tidak memiliki kepedulian soal gender sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
Dia tidak pernah suka berlaku manis dan baik kepada siapapun meskipun sosok tersebut seorang perempuan sekalipun.
Alih-alih takut mendapatkan tatapan mengerikan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, gadis itu malah berkata.
"tentu saja aku tahu, karena itu aku datang sengaja membuat kekacauan hanya untuk membuat sebuah kesepakatan"
Ucap gadis tersebut dengan suara dan tatapan penuh tantangan.
Dan Khan jelas saja cukup terkejut mendengar jawaban apa yang diberikan gadis itu untuk dirinya.
"Kau bilang apa?"
"Mari membuat kesepakatan pernikahan, aku akan memberikan keuntungan besar untuk mu Mr. Khan, termasuk membuat milik mu menginginkan aku pagi, siang sore dan malam"
Dan nada bicara gadis tersebut penuh dengan keyakinan, menatap tajam balik bola mata Khan dengan penuh tantangan.
*****
"Dia gila"
Itu yang di pikirkan oleh Khan atas tawaran gadis dihadapannya tersebut.
"Kau pikir aku tertarik dengan perempuan bekas laki-laki lain?"
Dia jelas saja mengejek, bagaimana mungkin dia tertarik menikah dengan seorang perempuan yang sudah memiliki suami? dia akui gadis dihadapannya memiliki wajah dengan tingkat kecantikan paripurna, dia suka menatap wajah nya, begitu indah di pandang mata, tidak membosankan dengan bola mata indah yang siapapun melihat nya pasti tergoda. Tubuh gadis tersebut jelas proposional dengan kaki jenjang nya, bahkan dia pikir gadis dihadapannya cukup tidak memiliki cela lalu bagaimana bisa kemarin dia melihat gadis tersebut di selingkuhi dan di buang suaminya?! Itu sangat menyedihkan sekali.
Gadis tersebut tiba-tiba menyunggingkan senyuman nya, dia kemudian kembali berkata.
"Aku cukup terkejut kamu tahu jika aku ini mantan istri orang lain, padahal aku belum menyebut kan status ku, bergerak kemari mencari masalah untuk menawarkan kesepakatan dalam banyak keuntungan"
Gadis tersebut bicara, membiarkan netra nya menatap tajam netra Khan, membuat laki-laki dihadapan nya cukup terkejut atas ucapan nya.
"Hanya kebetulan mengingat nya, malam itu kau di buang oleh suami mu, kau terlihat menyedihkan dan aku hanya tidak sengaja mengingat nya"
Dan saat Khan berkata begitu, gadis tersebut malah terkekeh kecil, dia sama sekali tidak menampilkan ekspresi tersinggung nya atau bahkan marah atas ucapan yang dilontarkan oleh Khan.
"Aku tidak dalam keadaan di buang, tapi malam itu aku sedang berusaha menuntut apa yang seharusnya menjadi milik ku, tapi sayang nya aku gagal karena aku hanya bergerak seorang diri"
Gadis tersebut bicara, seolah-olah jijik saat Khan berkata dia di buang oleh pasangan nya.
"Dan sebelum nya di antara aku dan dia telah berpisah, yang menuntut perceraian lebih dulu adalah aku, bukan dia"
Khan terlihat menaikkan ujung alisnya, mencoba merangkai apa yang diucapkan oleh gadis dihadapannya itu untuk beberapa waktu, masih agak tidak paham atas apa yang dikatakan oleh gadis dihadapannya tersebut.
"Aku memang pernah menjadi bekas laki-laki lain, tapi apa kau yakin jika aku ini barang bekas orang lain? bahkan kau belum mencoba ku sedikit pun bagaimana bisa kamu berpikir aku benar-benar barang bekas yang tidak berharga?"
Demi apapun ucapan gadis dihadapannya terlalu menantang dan penuh percaya diri yang cukup tinggi, bahkan bola mata gadis tersebut sama sekali tidak mau pergi berpaling atau menghindar dari tatapan nya, dia terlalu berani, begitu menantang dan Khan yakin gadis tersebut berani dalam banyak hal dan tidak takut terintimidasi.
Khan diam sejenak, dia melepaskan cengkraman nya yang memang telah mengendur untuk beberapa waktu.
"Kehidupan mu terlalu rumit untuk aku pahami"
Akhirnya Khan bicara, melunak tiba-tiba, dia biasanya tidak pernah tertarik pada kehidupan orang lain, kali ini dia terpaksa menggarisbawahi, seperti nya agak tertarik dengan apa yang diucapkan gadis dihadapannya tersebut.
Tangan nya naik ke atas, memerintahkan bawahannya agar pergi keluar dari ruangan nya.
"Sangat rumit, bahkan kamu mungkin tidak akan suka saat kita bertukar posisi"
Ucap gadis tersebut lagi setelah orang-orang Khan keluar.
"Dan seperti kata ku tadi,mari membuat kesepakatan bersama untuk menikah dan aku akan memberikan banyak keuntungan dalam hidup mu termasuk menbuat mu tidak menjadi bujangan lapuk seperti kaos lampu"
Demi apapun gadis tersebut saat bicara selalu langsung pada intinya, Khan pikir gadis tersebut bukan tipe gadis yang suka bertele-tele atau berbelit-belit, dia suka berterus-terang dan bicara langsung pada poin nya.
"Kau begitu penuh percaya diri"
Khan sedikit tersinggung, dia bicara sambil memajukan wajahnya, kini posisi mereka benar-benar bertemu, saling menatap dengan tatapan yang begitu lekat dimana hidung mereka nyaris saling menyentuh antara satu dengan yang lainnya.
"Aku tidak tahu keuntungan apa yang sebenarnya akan kamu tawarkan, tapi membangunkan milik ku benar-benar sebuah tawaran yang begitu menggiurkan, aku jelas tertarik, tapi menikahi perempuan yang pernah menjadi bekas orang lain itu benar-benar bukan kesepakatan yang sepadan, aku tidak tertarik menikah dengan barang bekas"
Dia bicara sangat terus terang, mana mungkin tertarik menikah dengan seorang janda, dia jelas akan kehilangan harga diri nya, King of Khan menikahi perempuan yang pernah tidur dengan laki-laki lain, itu benar-benar menjijikkan.
Dan saat dia bicara sambil mencibir kearah gadis tersebut, seolah-olah secara tidak langsung menolak nya, tiba-tiba saja gadis tersebut berkata.
"Mau aku beri tahu satu rahasia, Khan?"
Tanya gadis tersebut dengan tatapan penuh tantangan.
percaya lah saat gadis tersebut bicara seperti itu membuat Khan mengerutkan keningnya.
Gadis tersebut kini membiarkan pipi mereka saling menyatu antara satu dengan yang lainnya, dan secara perlahan gadis tersebut berbisik dibalik telinga nya.
"Aku memang janda, tapi rasa nya begitu legit dan sempit karena dibawah sana masih tersegel dengan rapi, Khan"
Setelah berkata begitu, gadis tersebut dengan gerakan begitu sensual bermain nakal di sekitar telinga nya dan di detik berikutnya dia menggigit cuping telinga Khan dengan nakal, membuat laki-laki tersebut yang awal nya terkejut dengan ucapan gadis tersebut seketika memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu karena menerima satu sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Gigitan nya begitu lembut dan manja, membuat tubuh Khan meremang secara tiba-tiba, dia terbuai untuk beberapa waktu karena sensasi aneh yang cukup menggenggam. Dan seketika Khan spontan menyadarkan dirinya dan membuka bola matanya, berusaha menetralisir rasa yang agak menggoda nyatanya gadis tersebut rupa nya telah bergerak menjauh dari diri nya. Berhasil lolos melewati pintu dan hanya meninggalkan secarik kertas di atas meja.
"Jika kamu tertarik aku akan menunggu di klub malam xxxxxxx malam ini Khan, aku akan memberikan banyak keuntungan termasuk menjatuhkan Crawford untuk mu.
Ashley De Angelo.