The Betrayal

The Betrayal
Mengeksekusi semuanya dengan cepat


Nyx melempar sebuah berkas kearah Khan dengan cepat, membuat sang kakak Tiffany langsung mengernyitkan dahinya untuk beberapa waktu. Dia menatap para saudara sepupunya tersebut untuk beberapa waktu kemudian laki-laki itu mengeluarkan tanyanya.


"Ada apa?."


"Mari bergerak saat ini juga untuk menghancurkan Rayyana." lagi-lagi tersebut bicara dengan cepat sembari langsung meletakkan pantatnya ke atas kursi sofa yang ada di hadapannya.


mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut seketika membuat Khan menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu.


"So, kenapa begitu yakin untuk menyerangnya saat ini?." Tanya laki-laki tersebut cepat.


"Dia terlibat dalam kematian salah satu keluarga istriku, dia memanipulasi kecelakaan Heidi dan Dru, dia yang merencanakan pembunuhan Sean, bahkan dia juga yang merencanakan pembunuhan terhadap suami nya sendiri, aku pikir bukti-bukti nya sudah cukup untuk membuat dia harus mengaku." Ucap Nyx kemudian.


Laki-laki tersebut terlihat menatap tajam ke arah Khan, bisa dilihat bagaimana laki-laki tersebut mengeratkan rahangnya saat ini.


"lalu siapa yang berdiri di belakangnya?, aku pikir kita tidak bisa bergerak dengan kejahatan tanpa tahu siapa yang berdiri di belakangnya, menyerang Rayyana dan orang-orangnya saja tentu bukan pilihan yang baik, tanpa tahu siapa saja yang membantu dirinya saat ini." Khan bicara dengan cepat pada sepupunya tersebut, dia cukup ragu jika harus menyerang saat ini di mana dia belum tahu siapa saja yang bergerak dibelakang Rayyana.


mendengar apa yang diucapkan oleh Nyx, Khan sejarah perlahan meraih berkas yang diberikan oleh sang sepupunya tersebut, dia mencari alasan oleh Nyx tanpa berpikir dua tiga kali. Persis seperti apa itu ucapkan oleh laki-laki di hadapannya tersebut dia menemukan sebuah amplop berwarna coklat di dalamnya.


Sambil mengernyitkan dahi nya, Khan secara perlahan meraih amplop mendominasi berwarna coklat tersebut dan membukanya dingin gerakan yang lamban, dia melirik ke arah Nyx di mana berbagai macam pertanyaan menghantam dirinya saat ini tapi kemudian laki-laki tersebut kembali melirik ke arah amplop mendominasi berwarna coklat tersebut dan kini dia mulai membuka amplop tersebut dan ingin melihat apa isinya.


"aku harap kau tidak terlalu terkejut siapa saja yang bekerja untuknya, dan setelah kau tahu siapa saja yang bekerja untuknya Mari kita bergerak dengan cepat tanpa membuang waktu sedikitpun karena aku pikir perihal ini dan kasus ini sudah terjadi terlalu lama, dan aku cukup muat mengulur waktu untuk menyingkirkan Rayyana." Nyx bicara dengan cepat sembari menatap tajam bola mata Khan.


Nyatanya laki-laki tersebut bukan tipe orang yang cukup sabaran karena Nyx apabila telah mengetahui segala sesuatu dan mencapai titik pada pencariannya maka dia lebih suka untuk mengeksekusi semuanya dalam waktu dekat, baginya mengulur waktu untuk melenyapkan para musuh bukan pilihan yang tepat mengingat ada banyak sekali pekerjaan yang menunggu dirinya dan bukan hanya satu dua hal tersebut saja.


Mendengar ucapan Nyx, Khan terlihat diam, dia pada akhirnya mengeluarkan isi amplop mendominasi berwarna coklat tersebut dan seketika begitu dia melihat isi amplop itu bola mata Khan langsung membulat dengan sempurna.


"Oh shi-t, jadi dia terlibat juga?." Umpat laki-laki tersebut kemudian.