The Betrayal

The Betrayal
Nyaris sampai finish


Disisi lain,


kediaman xxxxxxx,


sisi Utara, Paris.


Seorang pelayan terlihat berlarian tergopoh-gopoh menuju ke arah depan ketika bel pintu terdengar, dia membuka pintunya secara perlahan dan ingin tahu siapa yang datang.


"Ya?," begitu pintu terbuka pelayan wanita tersebut terlihat membulatkan bola matanya, menatap dua sosok yang ada di hadapan tersebut dengan ekspresi cukup terkejut.


"Siapa itu?," Terdengar suara teriakan dari dalam mansion, seorang wanita bertanya dengan tidak sabaran dari dalam sana.


"Nyonya ada tamu." Pelayan wanita bicara dengan cepat, dia tidak berani mengalihkan pandangannya dari dua orang tersebut di mana pada akhirnya dia membuka pintu itu secara lebar dan membiarkan kedua orang itu masuk secara perlahan menuju ke arah dalam.


"Siapa bertamu malam-malam begini? terlalu tidak tahu malu, aku harus pergi menemui Rayyana, katakan pada siapapun yang bertamu, pulang datang lagi besok." wanita di dalam sana terus mengoceh sejak tadi terlihat sangat kesal dengan keadaan ketika pelayannya berkata ada tamu.


"Ada berapa orang yang datang? banyak? laki-laki atau perempuan? apa ingin meminjam uang atau mencari ku untuk kepentingan perusahaan? jangan banyak bermimpi, aku dan Rayyana tidak suka ada yang menjilat kami." kembali suara perempuan di dalam sana menggelegar di mana dia terlihat masih sibuk mencari beberapa barang dan mencari kunci mobilnya untuk keluar saat ini.


Sang pelayan tidak berani menjawab pertanyaan dari nyonya nya, sebab kedua orang tersebut meletakkan jari telunjuknya ke bagian depan mulut mereka, cara perlahan kedua orang tersebut terus melangkah masuk kedalam tanpa banyak bicara mendekati wanita yang terus mengoceh tersebut.


"kenapa tidak menjawab ku-," wanita tersebut kembali ingin mengoceh namun tiba-tiba dia membulatkan bola matanya saat dia membalikkan tubuhnya dan menemukan dua laki-laki sudah berdiri tepat di hadapannya.


kletakkkkk.


Kedua orang tersebut menaikkan ujung bibir mereka, salah satu mengacungkan pistol nya tepat di hadapan wanita tersebut, satu lagi mengeluarkan borgol dan berkata.


"Anda ditangkap atas beberapa kasus yang menjerat anda, termasuk pada kasus pembunuhan, rencana pembunuhan, penggelapan dana dan lain sebagainya dalam keluarga dan perusahaan Jourdan, nyonya Linna."


Dan ketika salah satu laki-laki berkata begitu, seketika wanita yang dipanggil Linna tercekat, dia membulatkan bola matanya dan menatap tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh laki-laki dihadapan nya tersebut. Wanita itu ingin bicara dan memberikan pembelaan pada dirinya sendiri namun belum sempat dia melakukan hal tersebut salah satu laki-laki langsung memperjual tangannya dan kedua orang itu mencoba menyeretnya menuju ke arah depan.


Wanita tersebut jelas tidak menerima keadaan saat ini, dia terlihat sedikit histeris mencoba memberontak dan ingin melepaskan diri dari kedua orang tersebut namun sayangnya sekuat apapun dia ingin memberontak nyatanya kedua orang itu jelas lebih kuat daripada.


"Yak...sialan.... panggilkan pengacara ku, bibi hubungi Rayyana dan katakan_," wanita itu terus berteriak histeris dan meminta kepada pelayannya untuk menghubungi Rayyana juga pengacaranya namun salah satu laki-laki yang menyeret dirinya berkata.


"kau akan bertemu dengan Riana di tempat yang sama, kalian bisa berbagi cerita di sana dan menikmati masa tua bersama." ucap laki-laki di sisi kirinya tersebut dengan cepat.


Hal itu jelas saja membuat wanita itu terkejut.


"Apa?." tanyanya sambil terbelalak kaget.