
disisi lain
Mommy Ayana.
Wanita tersebut terlihat cukup bingung ketika dia kehilangan jejak dari Jessica, dengan perasaan panik dan bola mata berkaca-kaca dia berusaha untuk mencari kembali keberadaan putrinya terasa bahagia di mana tadi dia jelas-jelas melihat Jessica di ujung sana bersama seorang laki-laki.
Dia melangkah kan kakinya dengan terburu-buru tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya, bahkan beberapa orang menabrak bahunya tanpa sengaja tidak dia hiraukan sama sekali, di belakangnya seorang perempuan terlihat cukup panik mengejar langkahnya, perempuan tersebut berusaha untuk menghubungi seseorang melalui handphonenya dan mengatakan jika mereka kini ada di tempat keramaian tersebut.
dia juga takut wanita paruh baya lebih itu mengalami hal yang tidak diinginkan karena pergi dimana seharusnya suaminya menemaninya dan berkata mereka akan pergi dalam beberapa waktu lagi karena sang suami memiliki sedikit urusan. namun nyatanya wanita itu tidak sabaran untuk pergi menemui putrinya.
"Dimana? Jess...?" Nyonya Ayana terlihat tidak baik-baik saja, bola matanya tampak berkaca-kaca di mana dia merasa lagi-lagi dia akan kehilangan Jessica.
Pernah melihat orang merasa bingung dengan keadaan dan juga sangat panik serta berpikir dia tidak memiliki kesempatan untuk melihat atau mendapatkan apa yang dia inginkan atau yang dia harapkan? itu yang dirasakan oleh wanita tersebut saat ini, jutaan ketakutan menghantam dirinya dan dia takut kehilangan keberadaan Jessica saat ini. karena itu wanita tersebut berusaha untuk melangkah dengan terburu-buru tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya.
hingga pada akhirnya setelah dia berjuang untuk mencari dia kembali menemukan sosok Jessica saat ini, bayangkan bagaimana perasaan wanita tersebut dia buru-buru langsung bergerak dengan cepat mengejar langkah putrinya itu di mana bisa dilihat Jessica tampak menggenggam tangan seorang laki-laki di ujung sana bergerak menuju ke arah sebuah gedung di sisi bagian utara jajanan kaki lima di mana mereka berada.
langit terlihat semakin mendung dan dia pikir hujan terasa akan turun tidak lama lagi, namun tidak dia pedulikan sama sekali cuaca saat ini karena yang dia pedulikan dia bisa menemui Putri yang dirindukan selama berbulan-bulan ini.
"nyonya aku mohon melangkah lah dengan hati-hati" perempuan di belakangnya berusaha untuk mengingatkan Ayana agar dia tidak melangkah terburu-buru saat ini mengingat usia wanita tersebut jelas tidak mudah lagi.
"tuan akan datang kemari sebentar lagi, jangan terburu-buru seperti ini, anda membuatku khawatir nyonya " lanjut perempuan itu lagi kemudian.
namun nyatanya alih-alih mendengarkan apa yang diucapkan perempuan tersebut nyonya Ayana terus bergerak belakang menuju ke arah depannya di mana dia melihat Jessica masuk ke dalam sebuah gedung pusat makanan di hadapan mereka.
dia melangkah terburu-buru menuju ke arah gedung tersebut dan terus mencari sosok Jessica di mana dia berusaha untuk memanggil nama putrinya itu beberapa kali.
Ketika berada didalam gedung tersebut, nyonya Ayana terlihat bingung, menatap ke seluruh penjuru arah dari arah lantai bawah, mencari kembali keberadaan putrinya tersebut. Bola mata nya terus memutar, mencari sosok Jessica kembali saat ini.
*******
Disisi lain.
Tuan Gao terlihat gelisah, bertemu dengan salah satu relasi bisnis nya dengan perasaan gelisah, sejak tadi bola mata laki-laki tersebut terus melirik kearah jam di tangannya, nyaris tidak fokus mendengar apa yang diucapkan oleh dua laki-laki di hadapannya tersebut.
Dia khawatir istri nya pergi tanpa pengawasan nya, sejati nya sang istri tidak pernah pergi kemana-mana tanpa diri nya, ada trauma tersendiri di masa lalu dimana dia nyaris kehilangan Ayana karena pergi tanpa pengawasan dan tanpa sepengetahuan dirinya hingga tragedi malam berdarah itu terjadi, dimana kala itu Ayana tengah mengandung putra pertama mereka, hingga tragedi mengerikan tersebut tidak bisa terelakkan.
Mereka kehilangan bayi pertama mereka dengan cara yang begitu tragis.
Dan laki-laki tersebut jelas begitu gelisah meninggalkan istri nya di hotel dimana mereka menginap. Sebenarnya tidak ada planning sama sekali untuk datang ke Swiss, semua terjadi secara kebetulan. Ada urusan perusahaan untuk bertemu dengan investor asing yang mesti dia lakukan secara mendadak, Tiffany dan Dru telah pergi berbulan madu lebih dulu, akhirnya terpaksa memutus kan untuk pergi ke Swiss juga.
Selain itu karena mereka mendapatkan info soal keberadaan Jessica, membuat istri nya langsung meminta untuk untuk ikut serta dalam perjalanan nya. Wanita tersebut memaksa, tidak perduli apapun yang terjadi, yang istri nya inginkan bertemu dengan Jessica secepat nya.
"Sayang aku mohon,bawa aku bersamamu aku ingin menemui Jessica" dia ingat bagaimana bola mata indah istri nya menatap ke arah dirinya penuh dengan permohonan, terlihat berkaca-kaca dan meminta agar dia membawa nya.
"Tidak kah kamu tahu bagaimana perasaanku? bagaimana kerinduan seorang ibu? aku benar-benar mati jika tidak bersama anak-anak" dan seketika tangis wanita tersebut pecah.
dia tidak bisa melihat istrinya menangis sedikitpun, pada akhirnya hanya mampu memeluknya dan berkata.
"Mari menemui Jessica bersama"
Realitanya tuan Gao paham, hati seorang ibu tidak ada bandingannya.
Ibu, sosok istimewa yang memiliki kedudukan mulia sehingga Islam menempatkannya secara mengagumkan. Ibu yang bertaqwa dan shalihah akan selalu mencintai anak-anaknya, merindukannya ketika jarak memisahkan mereka bahkan sering kali ia memiliki harapan besar demi kebahagiaan buah hatinya meski sang anak terkadang membuatnya gundah gulana. Bahkan di dunia hewan pun perasaan kasih sayang pun Allah tumbuhkan sebagaimana hadits berikut.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu‘anhu, ia menuturkan: “Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan. Di tengah perjalanan, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam hendak buang hajat. Tiba-tiba kami melihat seekor burung yang sedang bersama anaknya. Lalu kami mengambil kedua anaknya, induknya kemudian datang sambil membentangkan kedua sayapnya. Mendadak Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam muncul lalu berkata : “Siapa yang membuat burung ini risau karena anaknya diambil? Kembalikan lagi anak-anak burung itu kepada induknya!” (HR. Ibnu Majah no. 2329, dishahihkan Al Albani dalamAs-Silsilah Ash-Shaiihah no. 487).
Secara fitrah pun hubungan ibu dengan anaknya sangat erat, bahkan terkadang ada kontak batin yang sanGat kuat seperti ketika seorang ibu merasakan hatinya gelisah atau berbagai perasaan dan suasana hati tertentu tatkala anaknya yang tidak didekatnya tengah sakit atau ada perkara yang tidak mengenakkan.
Sejatinya Allah memberi kelembutan hati dan rasa cinta mendalam seorang ibu. Itulah perasaan keibuan yang akan membuatnya gembira, sabar dalam menghadapi cobaan hidup dan ia menderita tatkala dipisahkan dari anaknya.
"Meskipun dia tidak lahir dari rahim ku, tapi dia tetaplah putri ku, Gao" itu yang selalu di ucapkan Ayana pada dirinya.
Dia pikir akan pergi bersama Ayana mengejar keberadaan Jessica bersama, tapi nyatanya pekerjaannya jauh lebih lama dari apa yang dipikirkan, dia terpaksa meninggalkan istrinya di mana mereka menginap untuk beberapa waktu dan nyatanya ketika dia tidak ada di dekat istrinya yang memang memiliki informasi tentang keberadaan Jessica melesat pergi tanpa menunggu dirinya.
Ditengah kegelisahan nya, handphone laki-laki tersebut tiba-tiba berdering hebat, menandakan jika sang asisten khusus istri nya mulai menghubungi nya.
Tuan Gao tanpa berpikir dua tiga kali langsung mengangkat teleponnya dengan cepat, seolah mengabaikan orang-orang yang ada di hadapannya dia ingin mendengar apa yang terjadi pada istrinya.
"Ada apa?" begitu menganggap panggilan itu dia langsung bertanya tanpa basa-basi.
sejenak dia diam dan mencoba untuk mendengar ucapan apa yang ada di ujung sana, hingga pada akhirnya laki-laki tersebut hanya bisa meminjamkan sejenak bola matanya kemudian dia berusaha untuk memijat-mijat kepalanya.
"aku akan menyusul tidak lama lagi tolong terus awasi" dia memberitahukan juga memberi perintah agar istrinya tidak terlalu terburu-buru dengan keadaan, meminta asisten istrinya tersebut terus mengawasi ayahnya dan jangan sampai melepaskan pengawasannya karena dia cukup takut jika hal buruk terjadi kepada sang istrinya.
tidak lama kemudian ia langsung mematikan panggilan tersebut lantas dia menatap dua laki-laki yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
"kita bisa menandatangani kontrak kerjasamanya jika tidak ada lagi yang dirasa berat atas segalanya" laki-laki tersebut pada akhirnya bicara dengan cepat.
"aku akan meminta sekretarisku untuk melihat kembali dokumen-dokumennya" lanjut lagi itu kemudian.
*******
Catatan \=
Cerita mommy Ayana dan daddy Gao di sini yah Mak, cari aja di Ntun ya Mak.
Ini masih belajar awal menulis jadi maafkanlah kalau belum enak yah Mak🙏🏻🙏🏻🙏🏻.
******
...Petikan kisah mommy Ayana dan daddy Gao....
...GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA...
*********
Terdengar suara dentuman music di dalam klub malam paling besar di kota jakarta, ratusan pasang mata tampak asik menari dan meliukkan tubuh mereka di bawah tamaram lampu dan juga sinar kelap kelip yang menambah semakin panas suasana didalam klub malam tersebut.
Belum lagi hingar bingar suara orang-orang yang saling sahut menyahut, dentingan gelas minuman dan sesapan-sesapan menjijikkan di sekitar ruangan, aksi saling sentuh dan menautkan bibir di beberapa sudut bahkan juga suara-suara cekikikan para perempuan yang merayu lawan jenisnya.
Di sebuah sudut kursi sofa tampak seorang laki-laki dengan gerakan Santai menyesap habis minumannya, di kelilingi oleh banyak perempuan cantik dari berbagai ras di samping nya. Bagi nya dikelilingi oleh para perempuan semacam itu sudah tidak mengherankan. bahkan tidur dengan mereka pun bukan menjadi konsumsi yang tidak lazim, bagi dirinya itu adalah hal yang biasa, biasa karena tidak dia yang meminta tapi mereka yang merapat menawarkan diri dengan sendirinya kepada nya.
Wajah unik perpaduan aksen wajah Asia,timur tengah dan Eropa terukir jelas disana, sempurna bahkan terlalu sempurna untuk ukuran seorang perempuan zaman sekarang, dia benar-benar masuk kategori laki-laki Dengan bintang paling bersinar bagi seorang perempuan dijaman kini.
Sesekali laki-laki itu menghembuskan asap rokoknya, kembali meneguk minuman yang ada ditangannya lantas dengan santai mencium gadis yang ada disamping kanan Di mana dia duduk, kemudian menoleh ke sebelah kirinya,tampak seorang gadis cantik dengan perpaduan sempurna seperti wajah milik nya tampak sibuk memainkan hape nya sesekali laki-laki itu berbisik ke arah gadis itu entah soal apa, gadis itu pun balik membisikkan sesuatu kemudian dengan cueknya membuang pandangannya.
Seketika matanya memandang 2 orang kepercayaan nya yang berjalan dari ujung menuju tepat ke hadapan nya, Dia menaikkan alisnya dengan wajah garang, dia menebak siapa yang akan ditemui nya pasti menolah untuk datang.
"Maafkan kami tuan, Dia menolak untuk melakukan pertemuan disini"
setelah menundukkan kepala mereka, salah satu berbisik karena dentuman suara musik terlalu memekakkan telinga jadi tidak memungkinkan untuk nya bicara dari arah depan laki-laki berkuasa itu.
Laki-laki itu dalam seumur hidup nya belum pernah ditolak oleh siapapun, bahkan dia bisa melakukan apa saja sesuai dengan kemauan nya, soal apapun itu selalu ada digenggaman nya.
mendengar penjelasan sang asisten pribadi nya jelas saja dia mengerat kan giginya, rahangnya mengeras Seketika dan bola matanya menggelap
Berani sekali dia
Mereka akan melakukan kerja sama untuk proyek pembangunan sebuah apartemen hunian di laut Jawa, kesepakatan itu telah di buat sejak bulan lalu antara Hillatop konstruksion company dan Abimayu angkasa konstruksi group tinggal menunggu tanda tangan kedua belah pihak untuk kerja sama nya sambil membicarakan soal kapan jadwal kesepatan pembangunan serta pemasangan batu pertama.
Seluruh urusan awal sang asisten yang mengurusnya, tapi menuju kesepakatan akhir tentu saja para pemimpin yang bergerak sendiri, bertemu muka dan menandatangani kesepakatan kontrak kerja sama nya.
Tapi baginya, berani sekali anak dari Abimayu group itu menolak tempat pertemuan yang telah ditentukan oleh nya.
pria dihadapannya itu adalah sang asisten pribadi nya, tampak mengeluarkan sebuah kertas kecil dan memberikannya pada laki-laki itu
Assalamualaikum ya tuan gaohan Hillatop, tidak bermaksud mengurangi rasa hormat karena saya telah lancang menolak untuk menemui anda di tempat seperti itu, tapi saya seorang gadis yang memegang prinsip agama, yang seumur hidup tidak pernah menjajakan kaki di tempat yang terlarang bagi Agama saya bahkan paling di benci oleh Allah dan orang tua saya. Kiranya tuan bersedia, tentukan lah tempat yang cukup layak untuk bertemu seorang gadis seperti saya,atau jika tidak saya yang InsyaAllah akan menentukan tempat mana yang pantas untuk kita berbicara 4 mata soal kerjasama kita. Kiranya anda berkenan bisa menghubungi saya di nomor ini 0852xxxxxxx
wassalamu'alaikum
salam hangat
Ayana Abimayu
seketika amarah itu tiba-tiba menyurut, rahang itu melembut dan mata gelap itu membulat bingung, dia fikir manusia macam apa yang menulis kalimat selembut ini padanya dan dia belum pernah bertemu manusia seperti itu didunia ini kecuali mommy nya Nadya
Dengan gerakan cepat dia melesat pergi meninggalkan semua orang disana, sang gadis cantik disebelah kirinya tadi mengerutkan dahinya, ikut berdiri dari duduknya sambil mencoba mengetik pesan untuk seseorang
"Brother melesat pergi dari klub malam, aku akan pulang sekarang mom, usahakan jangan aku lagi yang memantau buaya berhati es, aku benar-benar lelah mengikuti dia"
******
Dia melesat pergi ke depan sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya, tapi sejurus kemudian mengerutkan dahinya karena gadis disamping kirinya tadi Yang adalah sang adik mengikuti dia sambil sibuk mengetik sesuatu di ponselnya
"Membuat laporan sayang?"
sang adik berhenti, kemudian menaikkan bahunya
"Kamu tahu bukan? siapa lagi yang memberi perintah?"
gadis itu bicara enteng sambil menepuk-nepuk dada kanannya
"Mommy khawatir kamu akan bermain perempuan lagi sayang"
gadis itu berniat beranjak pergi, namun tiba-tiba dia berkata
"I know like father like son, but please... ingat jangan terlalu sering memainkan perasaan perempuan, dan hati-hati something kakak sendiri yang akan terbawa permainan"
setelah berkata begitu sang adik terkekeh, sejenak menatap ke arah belakang menatap sang asisten pribadi kakaknya
"Aku fikir sebaiknya tidak ada perempuan malam ini"
dia bicara menatap tajam ke arah laki-laki yang usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan kakak nya itu
"Come sayang, jangan terlalu galak pada Zoe"
Gao bicara sambil menarik tubuh adiknya, mencium keningnya pelan kemudian berkata
"Kamu pasti lelah,pulang dan istirahat lah"
"Ckckck masih memikirkan kondisi adik mu ini?"
dia mengejek, Setelah berkata begitu lantas memutar tubuhnya, berjalan kedepan Kemudian segera naik ke atas mobil yang baru saja berhenti tepat di depan mereka
Gao menyeringai, dia fikir makin hari adik nya yang satu ini kalau bicara semakin menyebalkan saja, berbeda dengan si adik satunya yang begitu lembut dan santai sama seperti mommy nya
Kemudian dia mengeluarkan ponselnya, mencoba mengetik no yang ada di kertas itu dan menghubungi nya
Fuckk you
umpat Gao, Berkali-kali dia menghubungi nomor perempuan itu sama sekali tidak ada jawabnya.
dia kembali melirik ke arah jam tangannya, pukul 22.40 malam
Jangan katakan ada manusia yang sudah tidur tenang di jam begini, karena waktu ini baginya masih terlalu dini
dia kembali menghubungi nomor itu tapi tetap sama sekali tidak di angkat, Seperti kebiasaan nya Gao jelas mengeratkan gigi grahamnya, wajahnya kembali mengeras dengan mata mulai menggelap
"Zoe"
dia berteriak kesal ke arah belakang
Sang asisten pribadi yang wajahnya tidak kalah dinginnya Seperti dia melangkah mendekat
"ya Gao??"
suara nya Terdengar berat, berdiri tegap seakan siap mendengar kan perintah dari sang tuan, bahkan perintah tersulit pun siap dia dengarkan dan lakukan
"Kembali ke apartemen sekarang, dan bawakan aku seorang perempuan"
Zoe menundukkan kepalanya
"Baik"
24 tahun lebih mengabdi pada keluarga hillatop dan 10 tahun mengekor serta mengikuti Gao sang pewaris takhta hillatop tentu saja tidak muda, tapi kebaikan madam Nadya dan tuan All serta miss hessa membuat dirinya tidak pernah bisa meninggalkan keluarga hillatop, apalagi tangan pertama yang menyambut hangat diri nya dari keterpurukan dan jatuh luar biasa adalah madam Nadya, wanita luar biasa itu bagaikan ibu kandung untuk nya. tidak ada perbedaan yang terjadi dalam membesarkan dirinya antara memperlakukan Gao, Fry, zeline dan Dirinya.
Bahkan diam-diam allzigra menanamkan modal saham untuk nya, mempersiapkan masa depan untuk dirinya, memberikannya 1 perusahaan anak cabang di uni emirat Arab untuk dirinya dan boleh kapanpun dia ambil ketika dia siap memutuskan tali untuk mengekor mengikuti Gao. Tapi dia belum bisa menerima 1 pun kebaikan itu, baginya di perlakukan bagaikan anak kandung, di sekolahkan setara dengan putra putri mereka itu sudah sangat luar biasa, karena dia hanya perlu mengabdi saat ini dan sisanya akan dia fikirkan nanti.
Gao menghela nafasnya berkali-kali, mood nya yang baik tiba-tiba menghilang karena secarik kertas tidak berguna dan pertemuan yang dibatalkan. Dia memejamkan matanya sejenak di atas mobil, duduk bersandar sambil memijat kepalanya yang sedikit sakit
"Berhenti di Indomaret terdekat, aku butuh minuman dingin"
ucap Gao cepat pada Zoe
kemudian Zoe dengan cepat menepi berniat turun untuk membeli apa yang diminta Gao tadi, namun ternyata Gao dengan gerakan cepat mendahului Dirinya
"Kau tunggu saja disini"
setelah berkata begitu dia melesat turun dari mobil
Jelas saja sosok Gao menarik perhatian semua orang terutama perempuan, melirik sambil berbisik melihat kedatangan laki-laki dengan wajah yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain, bahkan wajah asing untuk ukuran gadis Indonesia.
Beberapa teriakan histeris dan bisikan seakan tidak mau berhenti mengelilingi dirinya
Gao seolah menutup telinga, baginya hal seperti itu terlalu lumrah dan sering terjadi setiap kali dia berbaur di dunia luar sejak dulu hingga kini.
"Mbak bisa lebih cepat? teman saya menunggu di mobil, kami mesti buru-buru ke rumah sakit"
terdengar suara lembut namun dengan nada sedikit tergesa-gesa dari arah kasir ketika Gao selesai mengambil minumannya, dia mulai berjalan berlahan ke arah kasir untuk membayar
"Kembaliannya berikan pada antrian berikutnya"
kembali terdengar suara lembut itu
Gao melirik melihat sosok seorang gadis dari arah belakang, sosok itu menggunakan pakaian bertutup rapi menutupi semua lekuk tubuhnya, juga menggunakan penutup kepala yang entahlah apa namanya, biasanya orang-orang muslim menggunakannya fikir Gao, tubuhnya kecil, bahkan untuk ukuran tubuhnya mungkin gadis itu hanya sebatas dadanya, terlihat jelas dari jemari kaki dan tangan nya jika gadis itu pasti punya kulit yang begitu putih terawat, dia cukup penasaran dengan wajahnya, sesaat gadis itu berbalik dia hanya melihat bola mata indahnya dengan bulu mata lentik yang beberapa kali mengerjap membuat dirinya tergoda
Damn it
masker di wajahnya menghalangi Pemandangan
umpat Gao
dia penasaran bagaimana rupa gadis itu fikirnya
tanpa sengaja gadis itu menabraknya, Gao diam terus menatap gadis itu, entah barang apa yang di pegang gadis itu langsung berserakan begitu saja dilantai, dengan hati-hati gadis itu memungutnya, berdiri kemudian gadis itu mendongak kepalanya, menunduk pelan sambil berkata
"Maaf tuan, saya sedikit terburu-buru"
suaranya terdengar mengalun syahdu
"Ayana, cepat"
suara dari arah pintu masuk memekik nyaring
"Darahnya banyak banget, kita harus buru-buru menekan darahnya dan menuju kerumah sakit "
suara itu kembali berteriak melengking
gadis itu refleks menoleh, berlarian kecil meninggalkan dirinya
Ayana? Ayana?
dia fikir pernah mendengar nama itu, dimana?
dan saat dia akan membayar minumannya, sang kasir berkata
"Sudah dibayar mister, oleh gadis sebelumnya"
Gao jelas mengernyitkan dahinya
What ??
******
The ritz Carlton
Mega Kuningan Jakarta


Gao duduk bersantai menyandarkan punggungnya di kursi sofa, dengan tangan kirinya menjulur sempurna disepanjang sofa, tangan kanannya tampak bersandar menyentuh pelipis kanannya, sedang kan kaki kanannya naik di atas kaki kiri sambil menggoyangkan-goyangkan kaki nya secara santai.
sebenarnya fikiran piciknya ingin menemui perempuan itu didalam kamar hotel, tapi negosiasi yang terjadi begitu sulit, perempuan itu punya segudang aturan berat, ditambah lagi bukankah dia selalu bermain halus untuk mendapatkan sesuatu yang dia anggap menarik? jadi kenapa dia mesti terlalu terburu-buru kali ini? bahkan dia saja belum melihat sosok asli perempuan itu, jadi kenapa dia mesti tergesa-gesa untuk hal yang seperti ini? fikirnya.
Dia tiba 15 menit dari jadwal yang mereka sepakati, cukup penasaran bagaimana rupa perempuan yang ada ditelpon itu. Sang asisten nya Zoe duduk tepat dihadapan nya sambil menghirup kopi secara berlahan.
Tidak beberapa Seorang perempuan yang usia sekitar 26 tahunan mendekati mereka, Gao menaikkan alisnya memandangi perempuan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, dia fikir apakah Perempuan ini? cukup cantik dengan aksen wajah Indonesia asli, tapi anehnya tidak terlalu membuat nya tertarik.
tinggi badan nya cukup proposional, wajah nya cukup cantik, tapi suaranya tidak selembut di telpon, terlihat jelas perempuan ini bukan type Orang yang lembut.
"Maafkan saya tuan, saya asisten pribadi Nona Ayana, saya rasa beliau akan sedikit terlambat karena terjebak macet"
O.. gao hanya menatap perempuan itu beberapa waktu kemudian membuang pandangannya
Rupanya bukan dia
"Kami akan menunggu Miss "
ucap Zoe pelan sambil berdiri dan meminta perempuan itu duduk disamping
tapi perempuan itu hanya menundukkan kepalanya, lantas menoleh ke arah pintu masuk depan.
"Saya rasa nona Ayana sudah tiba"
perempuan itu berkata cepat.
sejenak Gao menoleh mencoba menatap kearah pandangan mata sang asisten perempuan yang dimaksud.Masih cukup jauh dari jangkauan, Tampak seorang perempuan berjalan kearah mereka, sangat lembut dan santai, dia menggunakan masker diwajahnya, Beberapa pelayan hotel memberi salam, gadis itu hanya menunduk sambil merapatkan kedua telapak tangannya, penampilan perempuan itu begitu sederhana namun terlihat elegan dengan caranya berjalan serta pembawaan nya, seluruh tubuhnya tertutupi pakaian panjang yang rapi, dan kepala nya ditutupi dengan kain yang di bentuk sedemikian rupa dengan sagat indah dan Gao fikir jika dia tidak salah namanya adalah hijab mungkin.
May be, yeah may be
sejenak langkah perempuan itu terhenti ketika dari arah samping kanannya muncul pria tua seumuran daddynya, ditemani beberapa orang disamping kiri kanannya berjalan semakin mendekati gadis itu. sejenak gadis itu berbalik sambil membuka maskernya, tapi sayang Gao masih tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu.
Tidak lama sang pria tua merentangkan tangannya, perempuan itu dengan lembut masuk ke dalam. pelukannya
What the hell?
simpanan nya?
sugar Daddy?
atau bagaimana?
fikiran buruk sedikit mencemooh muncul dalam kepala Gao, dia mendengus kemudian membuang pandangannya.
"Itu adalah tuan ardhan, pemilik Abimanyu group, ayah nona Ayana"
sang asisten mencoba menjelaskan dengan cepat ke arah Gao dan Zoe, takut terjadi kesalahpahaman pemikiran
Oh God
dia telah salah beranggapan fikirnya
"Apakah tuan juga membuat janji temu dengan tuan ardhan?"
perempuan itu bertanya sambil mengerutkan dahinya
"Nope, kami tidak membuat janji temu sebelumnya"
Gao bicara cepat kemudian kembali menatap sosok perempuan itu
sial lagi-lagi perempuan itu menutup wajahnya dengan masker, setelah pria tua yang katanya ayahnya itu pergi, perempuan itu beranjak kembali melangkah mendekati mereka, mungkin sekitar 5 meteran lagi perempuan itu benar-benar akan menghampiri mereka
tapi tiba-tiba seorang ibu-ibu menabrak langkahnya
Bugg
praangggg
tampak barang yang dibawah ibu-ibu itu berhamburan ke lantai, dapat dilihat ekspresi kaget dari bola mata gadis itu.
Gao membenahi posisinya, meletakkan kedua telapak tangannya di bawah dagunya.
Let's we see apa yang terjadi berikutnya.
ucap Gao dalam hati.
semua orang tampak kaget, perempuan itu dengan cepat membuka masker di wajahnya.
seketika bola mata Gao membulat.
Oh sial...umpat dia dalam hati.
inikah gadis bernama Ayana Abimayu?.
makhluk tuhan paling indah yang pernah dia lihat selama ini.
wajah cantik nya begitu khas, sangat unik dan menarik,dengan kulit wajah putih mulus, senyum yang merekah benar-benar indah, begitu ramah dan... entahlah, usianya mungkin seumuran free atau zeline adik perempuan nya bahkan bisa jadi lebih muda lagi, bagaiamana dia menyebutkan nya? seorang gadis tepatnya, bukan seorang perempuan. Wajahnya memiliki pesona tersendiri, berbeda dari kebanyakan Perempuan yang dia temui, dia akui terlalu banyak perempuan yang cantik-cantik yang sudah dia tiduri tapi yang ini begitu unik dan menarik, yang dia yakini belum tersentuh tangan-tangan liar.
"Ya Allah astagfirullahhul'adzim"
si ibu-ibu bicara kaget, menatap bingung dengan semua makanannya yang berserakan kemana-mana.
"Ibu tidak apa-apa?" gadis itu bicara dengan lembut, meraih tisu di tasnya kemudian membantu membersihkan tumpahan makanan yang terkena pakaian ibu-ibu itu.
"mbak bisa di bantu?" dia bertanya lembut ke arah 2 pegawai perempuan, meminta mereka membantu membersihkan semua kekacuan, membisikkan sesuatu secara berlahan ke arah 2 pegawai tadi , mereka mengangguk-angguk kan kepala mereka kemudian dengan cekatan membersihkan semua kekacauan. gadis itu membawa ibu-ibu tadi ke arah meja dan kursi kosong yang ada disamping mereka, sambil tersenyum dengan sangat manis berkata.
"Semuanya akan di ganti yang baru Bu, tunggu saja"
"Semuanya sudah di urus, ibu tidak usah khawatir soal bon nya"
"Subhanallah Alhamdulillah"
ibu-ibu itu entah bicara apa sedikit pun Gao tidak paham bahasanya.
kemudian dalam hitungan detik gadis itu sudah berdiri di depan Gao, mata laki-laki itu terus menelisi sosok itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
sosok itu benar-benar menggoda.
bola mata indah itu beberapa kali berkedip, dengan bulu mata lentik hitam legam disapu eyeliner tipis di atas dan bawah matanya dan alis alami yang lebat serta hitam, bibir indah yang berisi apabila di sesap oleh dirinya jelas akan terasa nikmat, serta hidung yang mancung juga pipinya sedikit chubby,dan yang semakin menambah pesona gadis itu adalah barisan gigi putih Serta lesung pipi yang begitu manis disaat dia tersenyum.
Oh ayolah apakah dia harus kehilangan kendali sekarang?.
ini benar-benar membuat dia gila, berhasrat dan ber gelo.ra tanpa sebab.
ingin sekali dia menyambar tubuh gadis itu saat ini juga, menarik nya kedalam kamar hotel dan memaksa nya untuk ber cinta, membuat gadis itu terbang ke awang-awang, memberikan nya kenikmatan tiada Tara dan membiarkan gadis itu menjerit bahkan berteriak nik mat atas permainan nya.
"Mister? permisi tuan?"
tiba-tiba suara lembut Gadis itu membuyarkan semua imajinasi nya.
Breng..sek.
umpatnya dalam hati.