
Mansion utama Dru
Ruang keluarga.
setelah kembali dari pemeriksaan kondisi sang suaminya pada akhirnya mereka berdua kembali ke kediaman utama Dru, rupanya sang Mommy Lana Lan dan daddy Xavier sudah ada di kediaman mereka, menunggu mereka berdua pulang sejak sore tadi.
"apakah hari ini lembur, Dru?"
Daddy Tristan bertanya pada putranya, menatap agak heran ke arah Dru karena dia pikir sepertinya hari ini tidak ada jadwal lembur pada perusahaan putranya tersebut.
"kami pergi sejenak untuk berkeliling kota, dad"
laki-laki itu bicara dengan cepat sembari mencoba untuk menjelaskan pada daddy nya soal alasan kenapa mereka pulang cukup terlambat di waktu malam mulai menggelap.
mendengar penjelasan dari sang putra nya tersebut membuat tuan Xavier mengangguk kan kepalanya, dia melirik kearah istri nya dimana sang istri nya kemudian terlihat langsung berdiri dari posisi duduknya kemudian mencoba untuk mengambil sesuatu yang dia letakkan di atas meja di samping kiri di mana dia duduk.
Tiffany menetap ke arah gerakan ibu mertuanya tersebut untuk beberapa waktu, bisa dia lihat wanita paruh baya lebih itu mulai membawakan sebuah paper bag dan menyerahkannya kepada Tiffany.
"Ini apa mom?"
Sang menantu bertanya sembari menetap ke arah paper bag mendominasi berwarna merah yang melambangkan naga, biasanya orang-orang dari negeri tirai bambu sering menggunakan lambang tersebut dalam banyak hal terutama perayaan besar.
agak cukup bingung saat ibu mertua nya memberikan paper bag merah tersebut kepada dirinya di mana pada akhirnya Tiffany mencoba untuk mengintip di dalamnya ingin tahu apa isinya.
"ini cukup baik untuk kesehatan dan juga untuk dikonsumsi oleh kalian"
Wanita tersebut bicara sambil mengembang kan senyuman nya, membiarkan menantunya mengintip isi di dalam paper bag mendominasi berwarna merah itu.
sejenak Tiffany mencoba untuk memperhatikan dengan seksama isinya dan di beberapa detik berikutnya seketika wajah perempuan tersebut memerah ketika dia menyadari Ada apa saja di dalam paper bag tersebut.
Dru yuk melihat ekspresi istrinya sejenak mengurut kan kening nya, jadi ikut penasaran atas isi yang ada di dalam paper bag tersebut, namun sayangnya dia bukan tipe laki-laki kepo yang ingin tahu terlalu dalam, buru-buru langsung membuang pandangannya dan mencoba untuk mengabaikan apa isi paper bag tersebut.
"apakah daddy dan mommy sudah makan malam?"
dia bertanya kepada ke dua orang tua nya tersebut secara bergantian, cukup cemas jika kedua orang itu belum mengkonsumsi makan malam.
"kami ingin membawa kalian untuk menikmati makan malam di luar"
Daddy Tristan menjawab cepat.
"Dan ada sesuatu yang ingin daddy berikan pada kalian juga"
Lanjut laki-laki tersebut lagi.
"Apa dad?"
Dru bertanya.
"itu tidak menjadi kejutan jika kami mengatakannya sekarang, sebaiknya pergi bersihkan diri kalian dan pastikan kalian bersiap-siap dengan baik kemudian kita akan pergi makan malam di luar bersama"
ucap laki-laki paruh bayar lebih tersebut dengan cepat.
"iya kan jadi makan malam pertama kita di luar setelah kalian menikah"
lanjut lagi tersebut lagi kemudian.
pada akhirnya Dru dan Tiffany menganggukan kepala mereka dengan cepat, lantas mereka langsung melesat menuju ke arah kamar mereka dan bergerak untuk membersihkan diri.
namun sebelumnya saat mereka telah tiba di kamar, Dru baru menanyakan apa isi paper bag yang diberikan oleh mommynya.
"apa yang mau diberikan padamu Tiff"
dia bertanya sedikit penasaran, ingin tahu apa isi di dalamnya.
mendengar pertanyaan sang suaminya seketika membuat wajah Tiffany kembali memerah, saat ingat apa isi paper bag tersebut dia jadi malu untuk menyebutkannya.
"Ahhh itu..."
buru-buru perempuan itu langsung menyembunyikan paper bag yang ada di tangannya ke belakang punggungnya, dia malu untuk memperlihatkannya juga memberikannya pada Dru.
melihat respon yang diberikan sang istrinya jelas saja langsung memicu rasa curiga di hati laki-laki tersebut.
"Itu membuat ku semakin penasaran"
Goda nya kemudian.
"Isshhh kak...mandi sana... nanti setelah makan malam baru melihat nya"
Tiffany buru-buru bicara mendorong tubuh suaminya agar segera masuk ke kamar mandi dan dia langsung membalikkan tubuhnya dan bergerak menuju ke Arah Walk in closet untuk menyembunyikan paper bag yang diberikan oleh sang mertuanya tersebut.
"Tiff...come...itu membuat ku penasaran"
"Kakak....mandi..."
Dan Tiffany bicara dengan manja, wajah nya terus menampilkan rona merah nya karena malu.