The Betrayal

The Betrayal
Berusaha untuk tahu diri


Kediaman utama Yavuz


Ruang makan


Jelang makan malam.


Jessica menatap Yavuz yang terlihat bergerak menuju ke arah dirinya, ini adalah pertama kalinya mereka bakal berada di meja makan bersama selama dia tinggal di kediaman laki-laki tersebut, agak canggung memang sebab dia tidak terbiasa bersama laki-laki dari luar untuk menikmati makan malam kecuali didalam keluarga Hillatop.


Tiba-tiba Jessica merindukan semua orang dari keluarga Hillatop.


entahlah berapa lama waktu berlalu, Seolah-olah waktu berlalu begitu lamban dan lama, seringkali dia merindukan semua orang di keluarga tersebut termasuk mommy Ayana.


Dia sejenak memejamkan bola matanya, mengingat ucapan wanita tersebut terakhir kali pada dirinya.


"Tidakkah ingin membicarakan nya pada mommy apa yang sebenarnya terjadi, Jess?"


wanita tersebut bertanya sambil menatap dalam bola mata dengan keadaan bola mata berkaca-kaca.


"Maaf kan aku mom"


Hanya itu yang bisa Jessica ucapkan, dia menundukkan kepalanya sambil berusaha menyatukan jemari-jari indah nya.


"Mommy tahu kamu tidak mungkin melakukan nya Jess, kamu tidak mungkin mengkhianati saudara mu sendiri tanpa alasan bukan?"


Dia tahu mommy nya tidak akan langsung menyalahkan diri nya, wanita tersebut begitu bijaksana, tidak pernah menghakimi orang lain tanpa mencari bukti terlebih dahulu.


"Ini semua salah ku"


Jessica kembali bicara, mencoba untuk tidak meluapkan segala perasaan nya, meskipun dia sebenarnya ingin menangis dan bercerita tapi dia tidak berani mengatakan nya, mungkin tidak akan ada yang mempercayai diri nya.


Dia hanya anak yang di adopsi oleh keluarga tersebut, beruntung memiliki keluarga yang mencintai nya tapi tidak lupa ketika seseorang berkata pada nya.


"Apa kau ingin menghancurkan kebersamaan keluarga Hillatop dan kami? kau hanya anak pungut yang beruntun, pergilah dari sini dan bungkam mulut mu Sampai mati"


Jessica hanya bisa diam mencoba menahan semua perasaan nya, memilih tidak bercerita dan memendam semuanya seorang diri.


Yah dia memang seharusnya tahu diri.


"Mommy tahu bagaimana kamu Jess, mommy yakin kamu tidak mungkin mengkhianati Tiffany di belakang semua orang"


Meskipun mommy Ayana berusaha menggali informasi, dia pada akhirnya tetap memilih bungkam dan tidak pernah membuka apa yang terjadi pada malam itu sebenarnya.


"Aku benar-benar hamil, mom. Maaf kan aku"


"Apa kamu tidak menyukai makanan nya?"


Tiba-tiba suara Yavuz mengejutkan lamunan Jessica, membuat perempuan tersebut langsung membuka bola mata nya. Seketika Jessica menatap kearah Yavuz, menelisik sosok laki-laki tersebut yang kini mulai duduk di hadapannya.


"Aku menyukai nya"


Jessica menjawab cepat, dia berusaha untuk meraih piring makanan nya dan sendok di hadapannya, dengan gerakan terburu-buru karena rasa terkejut mencoba mengambil beberapa menu makanan hingga tanpa sadar menjatuhkan sendok nya karena bingung.


"Kamu sakit?"


Meskipun suara Yavuz terdengar begitu datar dan biasa-biasa saja, tapi barisan pertanyaan nya sebenarnya menampilkan sisi khawatir, menatap tangan Jessica yang agak bingung dengan keadaan.


"Tidak, aku baik-baik saja"


Perempuan itu gugup, Mencoba meraih sendok yang jatuh tapi sial nya sendok tersebut kembali terjatuh.


Akhirnya Yavuz berdiri dari duduknya, bergerak mendekati Jessica dan meraih piring serta sendok Perempuan tersebut.


"Duduk lah, biar aku yang ambilkan makanan nya"


Ucap laki-laki tersebut cepat, dia mulai memasukkan beberapa makanan ke piring milik Jessica, membuat perempuan tersebut diam, memilih duduk secara perlahan dan menatap gerakan tangan laki-laki dihadapan nya.


Sejenak Jessica menatap wajah Yavuz, mencoba menelisik kembali bola mata laki-laki tersebut, dia pikir dia benar-benar seperti pernah melihat bola mata indah itu, tapi di mana?!.


"Makanlah hingga kenyang, pastikan kamu meminum susu nya"


Ucap yavuz sambil menyerahkan piring makanan ke hadapan Jessica, dia bicara kemudian melirik ke arah segelas susu yang telah di siapkan oleh bibi pelayan rumah.


"Setelah itu mari bicara serius 4 mata"


Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


mendengar ucapan Yavuz, membuat Jessica langsung mengerutkan keningnya.


"Ya?"


dia bertanya dengan jutaan tanda tanya.


Bicara 4 mata?!.


Perempuan tersebut mengernyitkan dahi nya.