The Betrayal

The Betrayal
Masih bergerak perlahan


Disisi lain


Mansion utama Heidi


Kamar utama Sean.


Laki-laki tersebut masih mencoba untuk bicara dengan seseorang dari balik handphonenya, Sean terlihat menggenggam arah telapak tangan yang untuk beberapa waktu dimana pandangan yang menatap lurus ke depan. laki-laki tersebut terlihat mengeram secara perlahan kemudian dia berkata.


"Aku pikir dia cukup mencari celah untuk menjebloskan Dru kedalam penjara." Sean bicara dengan cepat sembari untuk mencoba menahan perasaan nya.


"Untuk menghadapi para pihak berwajib aku pikir kita harus bergerak dengan tenang, aku yakin saat ini semua orang mencoba untuk melindungi Dru secara diam-diam, aku tidak memiliki banyak koneksi untuk para anggota keluarga Dru saat ini, tapi aku berharap keluarga mereka saling bahu membahu membantu antara satu dengan yang lainnya. Tugas mu terus mencoba mencari bukti yang ada di jalanan atas kejadian pada malam di mana wanita siluman itu mencoba untuk melenyapkan orang tua kami." lanjut sayang lagi kemudian.


"Aku menunggu kabar dari mu secepatnya." setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung mematikan panggilan yang secara perlahan lantas dia tampak menggerakkan rahangnya sembari meletakkan handphonenya ke atas meja nakas yang ada di sisi kirinya.


Sean pikir Rayyana benar-benar bergerak secara luar biasa saat ini, Jenna putri Rayyana masih cukup diragukan apakah perempuan itu bergerak diam-diam di belakang ibunya atau perempuan itu bergerak bersama ibunya, setelah kembali nya dia ke keluarga Jourdan, Jenna sempat berseteru dengan Rayyana karena merasa dibohongi atas kehidupan Sean. Jadi dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Jenna, namun yang jelas Rayyana pasti telah merencanakan segala sesuatu yang terjadi pada masa ini tentang kejadian soal kecelakaan yang terjadi pada daddy nya di Jepang.


laki-laki tersebut langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian dia berkata.


"Aku tidak ingin Heidi khawatir dengan keadaan karena saat ini fokusku adalah untuk menyembuhkan dirinya biarkan dia menikmati keadaannya sendiri tanpa tahu tentang gosip yang terjadi dan berkembang belakangan." Sean menjawab dengan cepat ucapan dari sang pelayan kemudian dia meminta laki-laki yang ada di hadapannya tersebut agar tidak terlalu terburu-buru untuk memberikan informasi apapun kepada adiknya saat ini.


"aku sedang menunggu pendonor mata untuk Heidi saat ini, karena itu Heidi juga masih begitu fokus pada pengobatannya dan masih sangat bersemangat karena dia meyakinkan diri jika dia bisa sembuh dari keadaannya jadi sebaiknya tidak membicarakan persoalan kecelakaan daddy, Rayyana dan juga soal Dru kepadanya saat ini."tambah laki-laki itu lagi kemudian.


sang pelayan laki-laki yang berusia hampir setengah abad tersebut mendengar ucapan dari tuannya langsung menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"dan bersikaplah biasa-biasa saja pada Rayyana saat ini, karena aku ingin semua orang bergerak diam-diam untuk menghancurkan Rayyana bersama antek-anteknya tanpa sisa." setelah berkata seperti itu, Sean secara perlahan membalikan tubuhnya dan dia membiarkan pandangannya menata lurus ke arah depan dimana fokus matanya berada di atas langit yang dihiasi oleh jutaan bintang di atas sana dan sebuah bulan yang tampak mereka bersinar indah.


Pelayan tersebut menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian dia keluar dari tempat tersebut tanpa banyak bicara dan meninggalkan tuannya.


Sean terlihat meraih gelas minuman yang ada di sisi kanannya, mencoba menikmati wine 🍷 yang ada ditangan nya untuk beberapa waktu.