
Kembali ke sisi Yavuz dan Jessica
mobil.
Yavuz akhirnya berdiri setelah merasakan jutaan kebahagiaan atas tendangan dari baby Yav didalam sana, dia membantu membenahi posisi duduk Jessica secara perlahan dan memastikan gadis tersebut nyaman pada posisi duduk nya, setelah selesai laki-laki tersebut membenahi sabuk pengaman Jessica kemudian langsung menyentuh lembut ujung kepala Jessica begitu dia selesai hal tersebut membuat gadis tersebut sedikit memejamkan bola matanya, lantas Yavuz beringsut dan menutup pintu secara perlahan. Setelah itu laki-laki tersebut berjalan memutar dengan cepat, bergerak menuju ke sisi kemudi dan naik kedalam mobilnya.
"Aku pikir mungkin kita boleh membeli beberapa pakaian bayi juga beberapa perlengkapan nya"
Begitu laki-laki tersebut duduk di kursi kemudi, dia bicara sambil membenahi sabuk pengaman nya sendiri, setelah itu Yavuz langsung menyalakan mesin mobilnya.
"Ya?" Ajakan Yavuz sedikit membuat nya terkejut.
"Apa itu tidak terlalu berlebihan?"
Pada akhirnya Jessica bertanya,dia menundukkan kepalanya dan meremas kedua belah tangannya dengan sedikit khawatir, dia pikir Yavuz terlalu berlebihan terhadap diri nya, begitu baik dan itu membuat nya sedikit takut, dia takut terbiasa kemudian terus bergantung dengan Yavuz hingga akhir.
"Tentu saja tidak, bukankah kita akan menikah? itu bukan masalah, aku bukan hanya bisa membeli perlengkapan dan pakaian baby nya, bahkan aku bisa membeli toko berserta orang-orang nya jika kamu dan baby Yav mau"
Laki-laki tersebut jika bicara selalu sesuka hati nya, tidak tahu apakah ucapan nya terdengar berlebihan atau sombong, bagi Yavuz apa yang tidak bisa dia lakukan dan tidak bisa dia beli di dunia ini?!.
Bahkan dia bisa membuat toko peralatan dan perlengkapan baby di mansion nya jika Jessica meminta nya.
Mendengar ucapan Yavuz membuat Jessica mengernyit kan Kening nya, dia menoleh kearah Yavuz.
"Aku serius"
"Aku lebih serius, apa perlu kita buat toko sendiri? aku sedang memikirkan nya,jika pergi berbelanja repot, kamu bisa langsung mengambil nya"
Haiiii laki-laki tersebut selalu seperti itu.
"Tidak perlu, kita pergi belanja saja"
Pada akhirnya Jessica menjawab, dia menghela pelan nafas nya, bicara dengan Yavuz benar-benar luar biasa, tiba-tiba dia ingat dengan karakter kak Khan nya.
Kenapa mereka terlihat sama?!.
Jessica berguman didalam hati nya.
Apakah karena dia begitu mengagumi kakak angkat nya dan selalu berdoa agar diberikan laki-laki yang sama, tuhan benar-benar mengabulkan permintaan nya?! tapi kenapa harus seorang gay?!.
Hmmmmm.
Jessica terlihat gusar, menempelkan wajah dan kepalanya di pintu mobil.
"Kenapa dia harus gay?" Batin nya lagi, dia melirik kearah Yavuz kemudian ke bagian dibalik celana nya.
"Dia bagaimana saat berkencan dengan kekasih nya?" Terkutuk sungguh Jessica, dia memikirkan para laki-laki berotot di bagian gym, mereka benar-benar memiliki tubuh dan perawakan sempurna dengan wajah yang tidak kalah sempurna, tapi.....
bagaikan kaset kusut pikiran tidak-tidak menghantam dirinya dimana dia bisa membayangkan Yavuz menjadi agak gemulai bersama kekasih nya.
"Issi..."
Dan suara Yavuz mengejutkan Jessica, dia sedikit gelagapan dan langsung membuka bola matanya, membuyarkan lamunan gila nya.
"Ah...ya...?"
"Kamu mengantuk?"
Yavuz bertanya sambil melirik kearah nya.
"Tidak"
jawab gadis tersebut cepat, agak malu mengingat apa yang di pikirkan nya.
"Mau makan sesuatu?"
Laki-laki tersebut bertanya melirik pada barisan restauran di sekitar mereka saat ini.
Mendengar kata makan sejenak membuat Jessica membulatkan bola matanya, apa terlalu berlebihan? dia sangat suka makan belakangan ini, rasanya tidak ada yang tidak masuk kedalam perut nya, porsi makan nya agak sedikit berlebihan dari biasanya dan dia benar-benar suka pada beberapa makanan dan membeli nya dulu sebelum Yavuz membawa nya.
Tiba-tiba dia merasa lapar.
"Boleh makan?"
Tanya Jessica tanpa malu-malu.
"Tentu saja, ibu hamil bebas makan apapun yang mereka sukai"
Yavuz menjawab cepat, dia melihat satu restoran bintani5 di sisi kiri nya, Yavuz pikir mungkin Jessica dan baby Yav akan menyukainya tapi.....
"Boleh makan jajanan kaki 5? aku merindukan sesuatu saat ini, kami hampir 1 bulan tidak menikmati nya"
Jessica bicara, menatap Yavuz dengan penuh pengharapan, bola mata indah dengan tatapan polos nya terlihat memohon begitu dalam, beberapa kali Jessica mengedip kan bola matanya sambil memohon dengan sungguh-sungguh.
"Oh shi.t ada apa dengan mata mu" Yavuz yang menoleh ke arah Jessica terlihat gelisah, dia sedikit gelagapan, entahlah rasanya jantung nya tidak baik-baik saja.
Laki-laki tersebut buru-buru kembali menoleh kearah jalanan.
"Kaki 5? itu bukan pilihan yang cukup baik, maksud ku, bukankah sangat aneh baby Yav yang...."
Yavuz menghentikan kata-kata nya, dia sadar selalu nyaris membuat Jessica bingung dengan ucapan nya. Maksudnya baby Yav baby yang mahal, bahkan dia tidak pernah sekalipun makan di kaki 5, itu sangat tidak higienis untuk perempuan hamil dan bayi nya.
"Selama hamil, aku selalu makan di kaki 5, rasanya begitu nikmat, kamu harus mencoba nya Yav..."
Jessica bicara cepat.
"Iya bukan baby, daddy Yav harus mencoba nya"
Lanjut Jessica lagi, niat nya hanya berusaha sedikit merayu,tapi tidak tahu kenapa Jessica merasa baby nya tampak melonjak kesenangan didalam sana, satu gerakan mengejutkan dirinya.
Dan Yavuz jelas terkejut, langsung menoleh kearah Jessica yang memanggil nya daddy Yav.
"Apa? Daddy Yav?"
Bayangkan bagaimana jutaan kupu-kupu berterbangan di atas kepala nya dan jantung nya berdetak hebat seketika.
"Ohhhhh shi..t ini benar-benar gila, aku pikir ada yang salah dengan jantung ku, aku harus pergi ke dokter setelah ini."
Yavuz bicara didalam hatinya sambil mengumpat tidak jelas, dia menepuk-nepuk jantung nya untuk beberapa waktu.