
Masih di kediaman Utama Yavuz
Kamar utama Yavuz
Beberapa hari setelah kejadian malam itu.
Jessica terlihat menatap beberapa pelayan yang bergerak membawa makanan untuk diri nya, dia terlihat gelisah sejak beberapa hari ini, tinggal di tempat ini tanpa di izinkan untuk keluar oleh pemilik tempat tersebut.
"Aku harus kembali bekerja"
Itu yang dia ucapkan pada laki-laki berwajah tenang dan datar itu, Yavuz begitu laki-laki tersebut memperkenalkan nama nya pada Jessica, membuat perempuan itu sedikit kesulitan memanggil namanya karena baginya nama itu cukup membuat lidahnya sulit menyebutnya.
Yavuz..Yavuz... terlalu aneh bagi nya menyebutkan nama itu berkali-kali.
"Dokter belum mengizinkan kamu untuk bergerak kemana-mana, kandungan mu tidak benar-benar dalam kondisi 💯% baik, kamu tidak diperbolehkan banyak bergerak kesana-kemari"
"Kejadian malam itu membuat guncangan besar untuk anak didalam perut mu, Ishi"
Jawaban laki-laki tersebut memang cukup masuk akal, menerangkan dia bagaimana kondisi kesehatan nya dan janin nya. dan saat laki-laki tersebut memanggil nama nya Jessi, rasanya aneh sekali dibalik telinga nya, orang-orang memanggil nya dengan panggilan Jess atau Jessica, laki-laki tersebut memanggil nya dengan nama berbeda sendiri, Ishi memang terdengar manis dan unik, tapi untuk orang asing yang baru dikenal mengubah nama panggilan nya membuat dia agak sedikit merinding di buatnya.
"aku harus kembali bekerja karena setidaknya aku butuh uang untuk biaya makan kami, aku juga harus menabung untuk biaya kelahiran"
dia bicara pada laki-laki itu soal realita tidak bermaksud untuk curhat atau menceritakan keadaan sulitnya, berharap laki-laki itu memahaminya dan mau membebaskannya dari tempat tersebut dan membiarkan dia bekerja kembali ke minimarket kemudian tinggal di tempat di mana apartemen yang ditumpangi harus segera dibayar karena telah menunggak 1 bulan.
"jangan khawatir soal itu semua, biaya makan dan juga kehidupan serta kelahiran bayimu, aku akan membantunya"
dan jawaban laki-laki tersebut sungguh-sungguh luar biasa, membuat Jessica langsung menganga, cukup kaget dibuatnya.
"jika aku tidak kembali bekerja aku akan dipecah oleh bosku, mister"
dan ini adalah alasan paling logis untuknya keluar dari sana dan kembali bekerja.
nyatanya jawaban laki-laki tersebut sungguh-sungguh luar biasa.
"aku mengenal baik bosmu, aku telah meminta cuti dan izin atas kehamilanmu, mereka tidak akan memecatmu dan akan mengirimkan uang sebagai tanda jasa pekerjaanmu selama beberapa bulan ini hingga waktu kamu melahirkan, seterah anakmu lahir kamu bisa kembali masuk bekerja"
jawaban laki-laki tersebut sungguh tidak masuk akal, bos mana yang akan memberikan cuti pada karyawannya yang baru bekerja beberapa bulan kemudian memberikan uang tanda jasa selama beberapa bulan, mengizinkan untuk tidak masuk bekerja hingga kelahiran setelah itu bebas masuk bekerja kapanpun jika Jessica mau.
"ucapan anda sedikit tidak masuk akal, aku akan menghubungi bosku sendiri, biarkan aku bicara pada mereka"
dia memohon, karena merasa apa yang dikatakan oleh Yavuz terlalu berlebihan, dia mencoba untuk memastikan pada bosnya apakah ucapan laki-laki tersebut benar adanya.
Alih-alih menjawab, Yavuz menyerahkan ponsel nya yang di simpan oleh laki-laki tersebut, membiarkan Jessica menghubungi bos nya.
Dan sesuatu tidak terduga benar-benar terjadi.
"Aku mendengar kejadian nya, aku harap kamu baik-baik saja"
Suara bos nya terdengar di balik handphone nya, agak aneh tapi dia pikir dia tidak harus memikirkan nya.
"Tentu saja Jess, kamu bisa cuti untuk beberapa bulan, menikmati waktu lahiran mu dan kembali lah setelah kamu melahirkan bayi mungil mu, ah jangan khawatir aku dan istriku sepakat memberikan sedikit bantuan sebagai ucapan terima kasih dan rasa sedih atas tragedi yang menimpa mu, kami akan mengirimkan uang untuk kamu belanja dan memenuhi kebutuhan kamu nanti tiap bulan nya"
"tapi...bos..."
Jessica ingin bicara nyata nya panggilan nya langsung di putuskan oleh bos nya.
"Kamu sudah percaya bukan?"
Dan Yavuz bertanya sambil menaikkan ujung alis nya, membuat Jessica terlihat meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu, agak gelisah karena dia tiba-tiba diperlakukan dengan istimewa, Seolah-olah dapat jackpot besar dalam hidup nya.
"Tapi mister..."
"Jangan khawatir soal apapun, nikmati masa liburan mu, apartemen mu aku akan mengurus nya"
"Anda bisa menikmati makanan anda, nona"
Setelah meletakkan berbagai macam makanan di atas meja, salah satu pelayan bicara sambil menundukkan kepala nya, memberitahukan pada Jessica jika makanan telah di siapkan semua, dia boleh menikmati nya.
Jessica merasa sedikit sungkan, mengangguk kan kepalanya agak malu.
Setelah itu para pelayan meninggalkan dirinya sendirian didalam kamar besar tersebut.
Membuat Jessica terlihat berkali-kali menghela nafas nya sambil menyentuh lembut perutnya.
"Kita banyak bertemu orang-orang baik belakangan bukan sayang? bahkan mister kulkas 1001 pintu juga baik bukan?"
Dia bicara pada bayi didalam perut nya, memanggil Yavuz dengan julukan kulkas 1001 pintu.
Yah dia seperti kulkas 1001 pintu, terlalu datar dan dingin bahkan minim ekspresi, Jessica pikir istri laki-laki tersebut pasti cukup kesulitan mengajak nya bicara, tidak tahu bagaimana rupa anak nya, setidaknya dia pikir anak laki-laki tersebut mungkin lucu dan imut tapi pasti lebih menyeramkan dari dirinya, mereka bilang ayah dan anak memiliki sifat yang dominan dan dia tidak bisa membayangkan bagaimana sosok anak laki-laki tersebut jika dilihat dari sosok Yavuz sendiri.
"Kamu melihat nya? dia terlihat begitu menyebalkan, meskipun mommy suka melihat mata nya, tapi dia sangat datar seperti kulkas 1001 pintu, itu sangat buruk"
Ucap Jessica sambil mengelus lembut perut nya.
*****
Di sisi lain
Mini market xxxxxxxx
Beberapa waktu sebelumnya.
Klatakkkkkk.
Sebuah pistol mengarah tepat ke arah pelipis kiri laki-laki pemilik mini market tersebut, dua laki-laki berbadan besar menghimpit tubuh nya, menatap kearah laki-laki tersebut yang baru akan menerima panggilan di seberang sana.
"Bicara seperti apa yang kami instruksi kan"
Perintah salah satu nya dengan cepat.
Laki-laki pemilik mini market terlihat gemetaran, dia pikir seperti nya dia akan kencing di celana mengingat bagaimana moncong pistol tersebut mengarah ke kepalanya.
Tidak menyangka Jessica terhubung dengan orang-orang mengerikan itu, kedua orang itu adalah Sultan Yavuz,siapa tidak mengenal laki-laki tersebut, dia tidak bergerak dan menghancurkan lawan nya dengan tangan nya sendiri, karena para pengekor nya menyebar ke seluruh dunia, dia hanya perlu memberikan perintah maka selesailah sudah siapapun yang mencari gara-gara dengan nya.
Perusahaan milik orang tua nya hanya menutupi wajah asli dari sosok laki-laki tersebut, watak serta kepribadian keras, tegas dan teguh nya sangat sulit di taklukkan oleh siapapun.
Hanya saja setahu mereka Yavuz tidak pernah tertarik pada Seorang gadis atau perempuan, laki-laki tersebut tidak pernah memiliki catatan buruk soal Perempuan dalam kehidupan nya, lalu kenapa tiba-tiba Jessica yang malang harus di tangkap oleh laki-laki tersebut bahkan sebelum nyaris di lecehkan dan bunuh oleh dua orang tidak dikenal.
Dia belum ingin mati, pada akhirnya apa yang diperintahkan anak buah Yavuz hanya bisa dia turuti saja.
"Aku mendengar kejadian nya, aku harap kamu baik-baik saja"
Percaya lah suara nya agak bergetar dan panik, dia berusaha menetralisir detak jantung nya saat pistol di pelipis nya Seolah-olah siap meledak kapan saja.
"Tentu saja Jess, kamu bisa cuti untuk beberapa bulan, menikmati waktu lahiran mu dan kembali lah setelah kamu melahirkan bayi mungil mu, ah jangan khawatir aku dan istriku sepakat memberikan sedikit bantuan sebagai ucapan terima kasih dan rasa sedih atas tragedi yang menimpa mu, kami akan mengirimkan uang untuk kamu belanja dan memenuhi kebutuhan kamu nanti tiap bulan nya"
Dia pikir dia benar-benar gila mengatakan kebohongan seperti itu, tapi dia tidak berdaya untuk menolak nya, Yavuz yang akan mengurus kehidupan Jessica mulai hari ini.
"tapi...bos..."
Dan dia tidak mau mendengar ucapan Jessica selanjutnya, memilih mematikan handphone nya ketika dia merasa seperti nya dia akan kencing celana saat ini juga.
Oh maafkan aku Jess, benar-benar maafkan aku, apa salah mu hingga masuk ke kandang harimau?!.
Batin laki-laki tersebut dengan penuh kecemasan.