The Betrayal

The Betrayal
Tidak mesti berlibur ke luar negeri


Jelang kepulangan Dru dan Tiffany.


Dru secara perlahan membenahi jaket musim dingin kearah istrinya, cuaca musim dingin masih terasa di mana-mana saat ini apalagi mengingat Tiffany dalam kondisi hamil jelas saja membuat laki-laki tersebut takut jika kondisi istrinya tidak menjadi baik-baik saja dan dia takut Tiffany gampang terserang demam.


setelah membenahi jaket istrinya secara perlahan dia meletakkan syal di leher sang istri kemudian laki-laki tersebut membenahi rambut istrinya dengan gerakan yang begitu lembut, sejenak netra mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


"Sebentar lagi waktu kepulangan, maafkan aku jika liburan kali ini mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi dan tidak begitu menyenangkan untukmu." Dru bicara perlahan pada istrinya.


Dia cukup merasa bersalah karena liburan bulan madu mereka menjadi mungkin kurang menyenangkan dan bahkan mereka tidak bisa pergi kemana-mana dengan bebas mengingat kondisi sang istri yang tengah hamil muda tersebut sedikit mempersulit langkah mereka untuk pergi ke beberapa tempat. Selain pergerakan yang mungkin cukup minim untuk dilakukan, Tiffany jelas memiliki mood booster yang tidak sebaik Tiffany harapkan, karena bagi istri nya pergi kemana-mana saat ini sangat tidak menyenangkan sama sekali.


"Tentu saja kamu tidak bersalah kak, kita bisa mengambil liburan pada waktu yang berbeda, mungkin setelah anak dilahirkan dan sudah cukup besar untuk kita hingga kita bisa mengatur untuk mendapatkan liburan bersama dalam kondisi yang jauh lebih tenang." Ucap Tiffany lagi kemudian.


"mungkin itu ide yang baik tapi maafkan aku juga karena pada akhirnya liburannya sedikit kacau karena keadaan."Ucap Dru lagi kemudian.


Yah karena keadaan yang diciptakan oleh Rayyana membuat mereka tidak melewati liburan yang baik seharusnya mereka menikmati masa liburan tanpa gangguan dari siapapun dan juga apapun. Persoalan Rayyana benar-benar mempersulit keadaan dan dia cukup benci mengatakannya.


"Mari menyelesaikan semua persoalan tentang Rayyana dan juga Heidi, dan setelah semuanya selesai kita tidak mesti berlibur ke tempat yang jauh, mungkin kita bisa mendapatkan liburan ke tempat yang cukup dekat dengan tempat tinggal, kita menikmati weekend bersama dan mencoba untuk menikmati beberapa makanan yang mungkin belum pernah kakak nikmati sebelumnya." Dan pada akhirnya perempuan tersebut berkata seperti itu, mencoba untuk membuat penawaran kepada suaminya tentang beberapa hal yang mungkin menjadi pemecahan masalah tentang liburan mereka bersama ke depannya.


Dia berharap laki-laki di hadapannya tersebut menyelesaikan urusan tentang Hedi dan rayyana terlebih dahulu setelah itu mereka mungkin bisa mendapatkan liburan dengan konsep liburan ala Tiffany.


"Tidak mesti harus keluar negeri di tempat kita sendiri ada banyak tempat-tempat indah yang terkadang tidak kita sadari hmmm."lanjut perempuan itu lagi kemudian sembari mengembangkan senyumannya.


Bola mata Tiffany terus menatap bola mata suaminya untuk beberapa waktu sembari jemari jemari tangannya masih menyentuh lembut pipi hangat dari sang suaminya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya seketika membuat Dru mengembangkan senyumannya.


"Kamu benar, terkadang aku lupa di tempat kita sendiri ada beberapa destinasi liburan yang mungkin terlewatkan dan tidak pernah aku sadari." dan setelah berkata seperti itu, Dru secara perlahan membiarkan jemari-jemari indahnya juga menyentuh kedua belah pipi istrinya, dan di titik berikutnya dengan gerakan yang begitu lembut dia memberikan satu ciuman manis pada bibir istrinya untuk beberapa waktu.