
Dru menggelengkan kepalanya, mencoba untuk menyentuh kembali bahu Heidi, nyata nya belum dia mampu menyentuh gadis tersebut tiba-tiba pintu terdengar terbuka dan pelayan yang menyambut mereka tadi menundukkan kepalanya.
"Maaf, tuan"
Wanita tersebut bicara sambil menundukkan kepalanya, memberikan jalan agar Dru memahami keadaan nona muda nya.
Heidi butuh waktu untuk sendiri, menerima apa yang dilakukan Dru bukan hal yang mudah, dimana dia sadar Laki-laki tersebut telah mengkhianati nya dan melepaskan janji manisnya.
"Heidi..."
Dru ingin bicara namun Tiffany menyentuh lembut bahu suaminya, membuat Dru langsung menoleh kearah Tiffany. Sang istri terlihat menggeleng kan kepala seolah-olah berkata.
"Kau tidak pernah tahu bagaimana seorang gadis atau perempuan marah, membujuk mereka pada masa tidak baik-baik saja atau dalam kondisi hati yang terluka tidak mudah, itu bukan waktu yang tepat karena hati perempuan begitu lembut bahkan mengalahkan lembut nya permen kapas. Sekali nya kamu paksa untuk menyentuh nya, dia akan tenggelam dan mengerucut, kemudian rusak atau hancur tanpa sisa, tidak akan pernah mampu kembali lagi seperti semula"
Tiffany Seolah-olah berkata juga, ada masa dia mungkin yang akan datang ke kediaman Heidi dan mengajak nya bicara 4 mata, heart to heart, bicara dengan hati sebagai sesama perempuan.
Dia tidak menyalahkan Heidi sama sekali, tapi dia tidak mau terlalu cepat menyimpulkan jika semua adalah kesalahan Dru di masa lalu.
Dia tidak melihat kejadian tersebut juga belum mendengar kan cerita nya secara menyeluruh dari Dru sendiri atau Heidi, juga belum mendengar sendiri dari keterangan beberapa orang yang menjadi saksi juga belum mendengar cerita dari mommy Lana lan seutuhnya.
Dia tidak akan menjadi istri yang langsung mencari celah dan menyalahkan pasangan, Tiffany anggap ini adalah awal dari ujian pernikahan mereka.
Bukankah banyak yang berkata, di sepanjang perjalanan pernikahan yang tak mengenal batas, selama itu pula akan ada ujian datang. Karena realita nya tak ada rumah tangga yang tanpa ujian.
Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah swt. Karena tak ada manusia yang lepas dari dosa, maka Allah menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya. Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dosanya.
Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap Muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya,” (HR Bukhari).
Dan berbaik sangka selalu kepada Allah SWT. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah swt mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).
Dru pada akhirnya diam dan mengangguk kan kepalanya, mencoba menghela berat Nafas nya untuk beberapa waktu, memilih beranjak menjauhi Heidi bersama Tiffany.
Heidi sama sekali tidak beranjak dari posisi nya, setelah Dru dan Tiffany keluar, gadis tersebut seketika membiarkan tangis nya pecah. Rasa sakit menghantam dirinya, dia merasa kembali sendiri tanpa siapa-siapa.
Bukankah tidak ada orang yang bisa kamu percaya di dunia ini sejak awal? lalu kenapa kamu dengan bodoh nya mempercayai seseorang?!.
Di luar sana saat Dru dan Tiffany telah sampai pada sisi mobil mereka, tanpa pernah mereka sadari sepasang bola mata menatap mereka tanpa banyak bicara, seorang laki-laki berdiri tepat di bagian puncak menara bangunan paling tinggi, memperhatikan gerakan Dru dengan seksama.
"Kau sudah menemukan Jessica?"
tiba-tiba laki-laki tersebut terdengar bicara dari balik handphone nya.
"Pastikan kau menemukan nya dalam keadaan hidup atau bahkan mati sebelum keluarga Hillatop sadar dia bercerai dan menghilang"
Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian, dia lantas menutup panggilannya secara perlahan.