The Betrayal

The Betrayal
Dendam salah alamat


Kembali di beberapa malam sebelum nya


Sebelum Dru dan Tiffany pergi bulan madu


Kediaman Heidi.


"dan kau harus tahu kecelakaan yang dialami oleh Heidi dan ibu mu, direncanakan dengan baik oleh ibu tiri mu Rayyana dan mantan pengasuh mu Linna, tidak kah kau menyadari nya?"


Tiffany kali ini bicara dengan sengaja menyebut siapa dalang di kembali kecelakaan Heidi dan orang tua dari Sean.


"mungkin sebenarnya kau mencurigai hal tersebut tapi kau terlalu muda percaya pada orang lain, kau memang jahat membuat ku berpisah dari Dru dengan memanipulasi pertemuan pertama kita tapi aku tahu ada sisi hangat dan baik mu yang selalu belajar mencintai ku dan melindungi ku Sean, karena itu kau tidak mampu mencurigai Rayyana, karena bagi mu wanita lemah itu mana mungkin berbuat curang untuk menjadi istri muda ayah mu"


dan percayalah ucapan Tiffany cukup membuat Sean kehilangan cara bernafas nya, laki-laki itu tanpa sadar menurunkan pistol nya.


"Kau percaya saat bibi pengasuh mu menghasut mu kemudian berkata Dru yang menyebabkan hancur nya kehidupan Heidi dan meninggal nya ibu mu, tapi kau kenapa begitu bodoh percaya pada ucapan nya soal ingatan mu?"


Tiffany bertanya, dia menatap dalam wajah Sean untuk beberapa waktu.


"Dia memanipulasi ingatan anak-anak mu Sean, seolah-olah kau tidak diinginkan di keluarga Jourdan dan Heidi membenci mu karena kau sering mengabaikan nya dan berbuat usil pada nya, Linna memanipulasi ingatan mu dengan membawakan mu pada dokter terapis mu agar kamu tidak menunjukkan diri mu pada Heidi juga ayah mu, agar kamu terus berpikir dibawah alam sadar mu jika Dru yang telah membunuh ibu mu dan membuat cacat Heidi, pengasuh mu yang menjadi tangan kanan Rayyana memanipulasi seluruh ingatan mu atas perintah Rayyana Sean, seharusnya kau sadar soal itu"


"Kau dibohongi oleh Rayyana dan Linna selama bertahun-tahun dimana realita nya mereka sedang berusaha untuk menyingkir ayah mu dan Heidi secara perlahan kemudian disusul diri mu, Sean"


percayalah apa yang diucapkan oleh Tiffany membuat kepala laki-laki tersebut terasa ingin pecah, seolah-olah di sisi kiri dan kanan telinganya terdengar berbagai macam bisikan yang mengacaukan ingatannya, laki-laki tersebut merasa kepalanya seolah-olah siap meledak saat ini juga, dia mencoba menutup kedua belah gendang telinganya dengan kedua belah tangan nya sembari berusaha untuk menahan sakit di kepalanya.


"No .."


Laki-laki tersebut terus menolak apa yang dia dengar dari bibir Tiffany, dia pikir tidak mungkin jika wanita pengasuh kepercayaannya memanipulasi dirinya dan menipu dirinya selama bertahun-tahun, tidak mungkin wanita yang dianggap seperti ibu sendiri akan melenyapkan ayahnya juga dan akan melenyapkan adik kesayangannya.


"kau sedang membual"


laki-laki tersebut mencoba untuk menolak apa yang diucapkan oleh Tiffany, dia menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tidak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Tiffany berikutnya namun nyatanya suara perempuan tersebut semakin terdengar nyata dan menyeruak masuk di balik telinga nya.


"kau melukai banyak orang tanpa pernah kau sadari atas ulah mereka dan aku katakan padamu sekali lagi, jika sesungguhnya dendam mu salah alamat, George"


Dan Tiffany mengulangi kata-katanya sekali lagi soal dendam salah alamat nya, dan bisa di lihat Sean masih terus berusaha menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berat.