
Disisi lain
Jerman.
"Apa tidak sebaiknya kita coba untuk menghubungi mommy dan daddy untuk mengabarkan tentang diri kita?." Dru bertanya pada sang istri sembari menatap kearah Tiffany untuk beberapa waktu dimana bisa dia lihat sang istrinya terlihat sibuk mengunyah makanan di dalam kamar hotel mereka.
Mendengar ucapan suaminya Tiffany buru-buru langsung menoleh ke arah drum sembari mengembangkan senyumannya.
"Mungkin kita bisa menghubungi mereka besok saja mari kita menikmati liburan kita hari ini tanpa gangguan berita cerita dan lain sebagainya dari luar sana." ucap perempuan tersebut kemudian lantas secara perlahan dia meraih satu jenis buah-buahan yang ada di piring makannya kemudian Tiffany memberikan nya ke arah Dru secara perlahan.
"Aaaaa buka mulut kakak." pinta perempuan tersebut kemudian.
Dru langsung mengembangkan senyumannya, dia membuka mulutnya secara perlahan kemudian membiarkan istrinya menyuapinya makanan di mana makanan tersebut merupakan buah-buahan yang dibuat salad oleh pihak hotel sesuai dengan pesanan daripada Tiffany yang isinya rata-rata buah yang cukup asam yang membuat dia merinding dibuatnya. Tapi demi seorang istri nyatanya dia tidak merasakan asam sama sekali, membiarkan perempuan itu beberapa kali menyuapi dirinya secara perlahan.
Tiba-tiba saja dia merindukan saudara perempuannya itu padahal baru beberapa hari berpisah nyatanya bisa membuat dia seperti merindukan seorang kekasih. Hal itu jelas saja membuat nya menggelengkan kepalanya, dia pikir ternyata benar orang yang terbiasa bersama meskipun tidak memiliki hubungan darah tapi jika mereka sering berkorban antara satu dengan yang lainnya pada akhirnya ketika berpisah mereka akan saling merindukan antara satu dengan yang lainnya dan nyatanya Tiffany benar-benar selalu memikirkan soal Jessica.
"Apakah dia sudah mulai tahu siapa yang sebenarnya Yavuz? aku agak khawatir saat dia tahu jika ayah biologis dari putranya adalah suaminya sendiri." Tiffany kembali bicara sembari menatap ke arah suaminya, di mana raut wajahnya menampilkan gurat kekhawatiran sebab hingga saat ini Jessica masih belum tahu jika Yavuz adalah ayah biologis dari bayi yang dikandungnya. Bahkan dia juga tidak menyangka jika semua orang terlibat membuat Jessica terhubung bersama yavuz di masa kemarin saat kejadian soal Sean dan dirinya yang melibatkan banyak orang, secara kebetulan di mana pada hari itu orang-orang saling memanfaatkan keadaan antara satu dengan yang lainnya. Hingga di mana pada akhirnya semua orang menemukan pasangan mereka sendiri-sendiri dengan jalur dan cara yang cukup unik dan menari.
Hanya saja dia agak khawatir jika Jessica merasa kecewa saat mengetahui soal kenyataan sebenarnya tentang kehamilan nya, seakan-akan dirinya dimanfaatkan padahal pada saat itu Jessica berencana untuk membantu dirinya namun terjebak pada permainan tak terduga dari orang lain termasuk daddy mereka dan juga juga kedua orang tua Yavuz.
"Jangan khawatir soal apapun, semua pasti baik-baik saja. Mungkin saja Jessica akan tahu tentang hal yang terjadi malam itu dan dia bisa jadi sedikit kecewa, tapi percayalah dia akan mengerti kenapa semua orang mencoba untuk mengatur dirinya agar bisa bersama Yavuz, aku yakin sayang, dia pasti paham kenapa daddy Gao melakukan itu, itu karena daddy kalian ingin Jessica mendapatkan laki-laki paling tepat untuk dirinya."
Dan mendengar kata-kata dari suaminya membuat Tiffany mengangguk-anggukkan kepalanya dia tahu jika semua orang menginginkan kebahagiaan Jessica juga saat ini.