The Betrayal

The Betrayal
Jutaan kecurigaan


Mansion Utama Dru dan Tiffany


Kamar Utama


Lewat tengah malam.


bola mata Tiffany menatap ke arah suaminya untuk wajah yang cukup lama di mana Dru telah terlelap di dalam tidurnya, berbagai macam pikiran bergaya di dalam dirinya saat ini di mana dia mencoba untuk menyusun setiap rangkaian cerita yang diberikan oleh laki-laki di sampingnya itu tadi.


dia tidak memilih untuk melanjutkan pembicaraan atau bertanya lebih dalam lagi atau bahkan langsung menyimpulkan segala sesuatu yang diceritakan oleh Dru, perempuan itu terlihat tengah memikirkan sesuatu di mana dia berusaha untuk menyusun satu persatu cerita yang dijabarkan oleh sang suaminya.


tragedi malam kecelakaan, orang-orang yang terlibat, berapa mobil yang juga terlibat baku hantam, orang-orang yang ada dibelakang keluarga Heidi, pengacara, pihak berwajib, ibi tiri, kamera CCTV rekaman yang menghilang, ingatan Dru, mabuk, manipulasi dan lain sebagainya yang ada di dalam cerita Sang suami terus berusaha dia susun satu persatu menjadi satu.


hingga berakhir pada titik dimana Heidi mengalami kelumpuhan total dan buta.


Tiffany kembali terus menatap suaminya untuk beberapa waktu, dia secara perlahan memajukannya wajahnya, membiarkan diri mencium lembut kening suaminya. Setelah itu dia mencoba untuk memalingkan wajahnya dan membiarkan bola matanya menetap ke arah langit-langit kamar di mana ada lampu hias yang bergantung di sana yang telah dimatikan oleh diri nya tadi.


Peristiwa pada masa itu jelas besar, tapi media di bungkam oleh mommy Lana Lan agar tidak pecah hingga ke penjuru dunia, karena itu hingga hari ini tidak banyak yang tahu pada tragedi pada masa itu tapi yang jelas nama baik Dru sudah tidak bisa di percaya lagi.


Dan yang jadi pertanyaan Tiffany saat ini, dimana ibu tiri dan ayah Heidi, kenapa ketika mereka berkunjung dia tidak melihat orang tua gadis tersebut bahkan dia tidak melihat foto-foto keluarga tertampan di dinding rumah yang dia kunjungi bersama Dru kemarin.


bukankah itu cukup aneh menurutnya?.


Kemudian satu tatapannya ketika mereka berkunjung entah kenapa tertuju pada titik pada bagian menara paling ujung di dalam kediaman tersebut karena dia merasa seolah-olah ada bola mata yang tengah memperhatikan mereka.


Tiffany terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu, membiarkan dirinya untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi hingga pada akhirnya tidak begitu lama perempuan tersebut memutuskan untuk belanja dari posisinya secara perlahan, dia melakukannya dengan begitu hati-hati karena takut gerakannya mengganggu tidur suaminya.


perempuan itu bergerak beringsut dari sana dan turun dari kasurnya secara perlahan, bergerak menjauhi kasur di mana Dru berada, Tiffany membiarkan diri bergerak menuju ke arah teras kamar secara perlahan semberi dia berusaha untuk menarik handphonenya yang berada di atas meja nakas di dalam kamar tersebut.


Dia membuka kaca jendela teras yang ada di kamar itu secara perlahan, berusaha untuk tidak menimbulkan suaranya sama sekali agar tidak mengganggu tidur lelap sang suami, setelah dia membukanya perempuan tersebut keluar dari sana dengan gerakan yang hati-hati dan menutup pintu nya kembali. Begitu di teras Tiffany secara perlahan mencoba untuk menghubungi seseorang.


mungkin ini bukan waktu yang tepat mengingat ini sudah tengah malam lewat untuk sebagian orang dihubungi, tapi untuk Tiffany menghubungi seseorang di seberang sana ini adalah waktu yang paling tepat untuk mereka saling melakukan komunikasi dan menanyakan sesuatu sembari berusaha untuk meminta seseorang di seberang sana pula menyelidiki soal apa yang sebenarnya terjadi pada Dru di masa lalu.