
Dan begitu mendapat kan izin dari istri nya, dengan satu senyuman manis dan dengan kata bismillahirrahmanirrahim Dru secara perlahan mencium kening Tiffany, membuat gadis tersebut mendongakkan kepalanya.
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.”
Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari).
Setelah melafazkan doa pembuka untuk suami dan istri, laki-laki tersebut kembali menyambar bibir istri nya secara perlahan, menyesap kembali bibir pink merekah alami tersebut tanpa banyak bicara.
Begitu lembut dan halus, bagaikan desir angin yang memabukkan sang penggembala dalam tengah Padang rumput luas nan indah, sesekali gerakan lembut tersebut bergerak menyusuri tiap rongga yang ada, melesak masuk kedalam tiap inci ring bibir hingga menyeruak kedalam nya.
Tiffany yang awam dan buta Seolah-olah mengikuti alur yang dibawa oleh Dru secara perlahan, insting alamia terjadi dengan wajar hingga berakhir pada balasan yang sama nakal. Tidak perlu di ajarkan sebab seorang amatiran akan berpikir sendiri dalam mengikuti permainan, spontan bergerak mengikuti irama syahdu yang pujangga yang menyeret nya pada pusara nikmat asing yang membuat sang gadis sesekali membalas apapun yang dilakukan oleh Dru.
Terlalu indah ciuman dan sesapan berakhir pada permainan lidah nakal yang menjelajahi rongga mulut, bergerak nakal menyudahi di bagian sana hingga ke bagian dagu Tiffany, setelah itu gerakan Dru mulai menyusuri leher indah gadis tersebut hingga bergerak menuju ke area telinga dan membuat geli sang istri nya
Tangan laki-laki tersebut ikut bermain dengan indah, menyusuri tiap lapisan atmosfer bumi dan bergerak perlahan menjelajahi keindahan kulit bumi. percayalah Tiffany seketika menggenggam erat punggung kokoh suaminya, gadis tersebut mengencangkan pegangan nya pada sisi pinggir punggung laki-laki yang telah halal menjadi suami nya tersebut, tiap sentuhan yang diberikan Dru terasa bagaikan satu aliran listrik yang mampu menghantarkan gelombang elektromagnetik dari tiap ujung-ujung jemari hingga ke puncak kepala Tiffany.
Handuk mandi mendominasi berwarna putih tersebut mulai mengendur, mempermudah seorang Dru untuk bergerak menjelajahi isi surga dunia paling hakiki tersebut.
Begitu tangan menjajah ke tiap lapisan kulit seketika membuat Tiffany mengeluarkan suara memalukan dari balik bibir indah nya, apalagi saat bibir nakal Dru menjelajahi gunung Himalaya milik nya, menyesap bagian puncak teratas nya seketika membuat Tiffany refleks meraih kepala laki-laki tersebut, me.ngerang nik.mat sembari menenggelamkan wajah Dru hingga semakin dalam ke dada nya, rupanya semakin dia menenggelamkan diri sang suami pada bagian dua keindahan dunia tersebut semakin menggila rasa yang diberikan laki-laki tersebut pada dirinya.
Ohhh itu terlalu indah, membuat Tiffany mengeluarkan suara manja nya, yakinlah suara demi suara yang dikeluarkan sang istri nya membuat Dru yang pasif mampu bergerak menjadi begitu aktif. Sekaku dan se pasif apapun seorang laki-laki percayalah type seperti Dru yang paling hebat di atas ranjang.
Mereka dominan, begitu kuat, memimpin dan tidak ingin di pimpin, bahkan beberapa penelitian mengungkapkan bahwa yang tampak diam di luar, ternyata menyimpan gai..rah liar di ranjang. Mereka lebih suka memberikan kepuasan pada pasangan dan tidak egois atas kepuasan nya sendiri.
Tiffany terus mengeluarkan suara manja nya, ingin Dru berhenti karena tiap sentuhan yang diberikan laki-laki tersebut benar-benar memabukkan diri nya dan membuat gila dia. Alih-alih melepaskan Tiffany, laki-laki tersebut semakin bergerak lincah melepas kan handuk yang mengendur dan melilit tubuh sang istri.
Tidak ada yang membuat Tiffany malu kecuali saat tidak ada satu penutup pun yang mampu melindungi setiap lapisan kulit indah nya, gadis tersebut membuka perlahan bola matanya, mencoba menarik selimut yang ada disisi kiri dan berusaha menutupi tiap lapisan kulit indah nya.
"Aku suka melihat nya"
Suara berat Dru memecah keadaan, bola mata laki-laki tersebut menatap syahdu pada kedua bola mata Tiffany, netra mereka bertemu, membuat Tiffany salah tingkah, wajah gadis tersebut memerah.
"Aku malu"
Tiffany bicara, menggigit bibir bawahnya, dia malu, mencoba menutupi dirinya dengan kedua belah tangannya.
Mendengar ucapan istrinya membuat Dru mengulum senyumannya, dia kemudian menyentuh lembut wajah cantik yang terlalu lama dia puja, mencintai dalam diam sungguh menyiksa, bertahun-tahun bukan waktu sebentar membuat dia terkadang menangis didalam doa.
"Lama-lama kita akan terbiasa"
Entah sejak kapan dia pandai merayu, benar kata orang saat berada di peraduan bersama laki-laki spontan memiliki senjata ampuh untuk bisa merayu.
Tiffany terlihat mengulum balik senyuman, menenggelamkan kembali dirinya dalam pelukan Dru, memasrahkan diri atas apapun yang akan dilakukan laki-laki tersebut.
Dan entah bagaimana hingga akhirnya bisa dia rasakan laki-laki tersebut mulai menjelajahi tiap lapisan kulit indah milik nya, turun kebawah sana, menjelajahi seluruh permukaan bumi dengan bibir dan lidah nya, membuat Tiffany seketika memejamkan bola matanya, dia mengeluarkan suara gelisah dan syahdu atas sentuhan di lapisan bawah gua yang begitu indah seindah The Blue Grotto, Italia.
Sentuhan Dru pada mahakarya yang merupakan surga dunia para kaum berjuluk suami membuat Tiffany mengencang pegangan nya pada sisi kiri dan kanan kasur, dia tersentak hingga membuat aliran listrik dengan voltase tinggi menghantam hingga ke puncak kepalanya dan percaya lah jutaan kupu-kupu terasa melayang-layang menghantam dirinya, terlalu indah membuat Tiffany tidak berhenti mengeluarkan suara memalukan nya.
Cukup lama laki-laki tersebut menjelajahi diri nya hingga akhirnya Dru kembali naik ke atas tubuh istri nya, melepas kan satu persatu pakaian nya kemudian menatap wajah sang istri yang telah berteman kan peluh di seluruh lapisan kulit wajah nya.
"Boleh aku menunaikan kewajiban ku ya bidadari surga ku?"
Sebaris tanya melesat dibalik bibir laki-laki yang menatap nya penuh cinta, menyentuh lembut wajah Tiffany dalam persiapan yang matang, menunggu jawaban sang istri untuk penyatuan.
Mendapatkan Jawaban dari sang istri, secara perlahan sesuatu dibawah sana menyeruak masuk dengan lembut, tidak memaksakan diri karena tahun ini yang pertama untuk mereka, insting alamia bergerak, sedikit banyak tahu yang pertama tidak seindah apa yang dibayangkan, berusaha bergerak lamban agar tidak saling menyakiti satu dengan yang lainnya.
Satu kali benar-benar menyiksa, sangat sulit dan rumit, seperti benang yang mencari lubang jarum nya, takut salah hingga meleset dan gagal dalam percobaan pertama.
Percayalah itu tidak terasa baik-baik saja, ada yang menghantam, kenyerian jelas terasa memenuhi seluruh raga
Dua kali dengan usaha ekstra, nyaris sampai pada titik keinginan, tapi Tiffany seketika mengencangkan pegangan nya pada punggung Dru, ini sangat menyiksa, bagaikan pukulan kalbu yang menghantam kulit tubuh dengan cara yang luar biasa.
Ini tidak baik-baik saja, malam pertama tidak seindah novel romantika, tidak seindah kisah-kisah di drama yang berkata nikmat nya surga dunia, Tiffany merasa ada yang tercabik-cabik dibawah sana.
"Sakit?"
Keringat dingin membasahi diri, Dru bertanya khawatir, merasa payah dalam hal begini, dia bukan petualang cinta, bukan Casanova yang suka menjelajah kemana-mana, dia hanya Dru yang memang pernah terjun dalam dunia mafia tapi enggan bermain Wanita, sang mommy pernah berkata, sebelum menghancurkan anak perempuan orang, jangan lupa mommy, Xia dan para saudara lainnya adalah seorang perempuan.
Tugas laki-laki menjaga bukan menghancurkan.
Ohhh dia benar-benar payah di atas ranjang, melihat Tiffany meringis membuat dia ingin berhenti saja.
Tapi Tiffany menatap balik dirinya, kemudian berkata.
"Tidak ada nikmat yang paling indah kecuali menyempurnakan diri menjadi seorang istri untuk suami mereka, lakukan sekali lagi, aku baik-baik saja"
Jawaban sang istri membuat dia berkaca-kaca, dia menyentuh lembut wajah sang istri dan mencium kening gadis yang sejenak lagi sempurna menjadi seorang perempuan tersebut, hingga pada akhirnya secara perlahan dalam satu kali hentakan laki-laki tersebut bergerak dengan bismillah, menyatukan diri dalam keheningan malam dalam doa yang terus di lesatkan.
Luar biasa, jangan ditanya bagaimana rasanya, mereka menyatu dengan sempurna dalam doa dan penuh Cinta, bohong jika rasanya tidak menyiksa tapi bohong juga jika rasanya tidak nikmat nan indah.
Awalnya semua tidak baik-baik saja, seiring berjalannya waktu seiring ritme nada permainan indah bagaikan permainan piano ditengah pasang rumput nan luas dan menggoda mata pada akhirnya semua berubah menjadi kenikmatan yang hakiki, suara penyatuan terus memenuhi kamar mendominasi berwarna putih tersebut diiringi suara-suara indah yang mendayu bergantian di antara dua anak manusia yang menyempurnakan diri dalam ibadah pernikahan.
Semakin lama semua semakin terasa indah, gerakan permainan teratur menciptakan sebuah gelombang keindahan di antara mereka, sesekali Tiffany dan Dru saling menyatukan bibir dan tangan, saling bertaut dan mengencangkan pegangan. Hingga pada akhirnya mereka tiba pada puncak keindahan, menikmati pelepasan bersama dalam doa yang di lafazkan.
“Allahummaj’alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah.”
Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah (******) kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh),”.
Doa yang diniatkan ketika akan mengeluarkan air bah dengan tujuan insya'Allah kala diberikan Rizky oleh Allah SWT atas calon penyempurna rumah tangga berupa buah hati agar calon keturunan yang nanti dimiliki menjadi orang yang saleh dan salihah.
Dan begitu penyempurnaan selesai, Dru kembali mencium lembut puncak kepala istrinya, mencium kening, pipi kiri dan kanan, mencium hidung, dagu hingga berakhir pada bibir istrinya.
"Terima kasih ya bidadari titipan Allah SWT"
Laki-laki tersebut berbisik, membuat Tiffany seketika memejamkan bola matanya karena senang atas ucapan terima kasih yang begitu indah, dia menenggelamkan dirinya dalam pelukan Dru, membiarkan diri menikmati rasa lelah yang sungguh luar biasa.
Dru memeluk erat tubuh istrinya sembari melafazkan doa didalam hati nya.
Alhamdu lillaahi Lladzii Khalaqa Minal Maa I Basyaraa."
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan,”.
*****
Catatan \= Semoga panas nya masih bisa di kontrol yah Mak, ga mau terlalu berlebihan Mak untuk tiap kata-kata nya sekarang karena berbagai macam alasan 🤭❤️.