The Betrayal

The Betrayal
Bibit super premium kelas kakap


Ditengah kekacauan yang terjadi cukup lama pada akhirnya mommy Yavuz menghentikan pukulan nya, seperti nya cukup merasa lelah dengan keadaan nya setelah memukul anak nya berkali-kali.


Kini pandangan nya berpindah pada perempuan yang mencoba terus memegang lengan nya sejak tadi, dia melihat perempuan tersebut menatap nya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Untie ini kesalahpahaman"


Perempuan itu bicara, menggelengkan kepalanya sembari tidak ingin melepaskan pegangannya pada Wanita tersebut.


Mommy Yavuz tidak menjawab, dia menatap dalam wajah perempuan yang ada di hadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, kemudian pandangan mata nya tertuju pada perut perempuan itu.


Dia pikir Wajah gadis tersebut cantik dan terlihat pucat, mungkin karena kehamilan, tidak ada polesan apapun di wajah nya dengan pakaian yang cukup sopan, bisa dia lihat nafas gadis tersebut tampak begitu berat dan sulit, kehamilan nya seperti nya sudah cukup besar.


Putranya benar-benar brengsek, bagaimana bisa dia pikir laki-laki itu menghamili kekasih nya tanpa menikahinya, mengencani anak gadis orang tanpa memperkenalkan nya pada dirinya.


Dia gelisah bertahun-tahun takut jika putra nya mengalami gangguan pada hormon nya, tidak tertarik pada perempuan dan lebih menyukai laki-laki mengingat tidak pernah sekalipun putra nya membawa seorang gadis atau perempuan untuk diperkenalkan pada diri nya dan suaminya.


Bahkan suami nya pernah menjodohkan putra nya berkali-kali dan berakhir dengan kata gagal hingga banyak anggota keluarga menyimpulkan Yavuz seorang laki-laki tidak normal dan gay. Itu membuat nya hampir mati jantungan di buat nya, bahkan dia berkali-kali ingin mati saja karena kegelisahan hati nya jika putra nya tidak kunjung menikah.


"Oh ya tuhan, kamu begitu cantik sayang"


Wanita tersebut pada akhirnya merasa lega, menatap perempuan muda dihadapan nya dengan senang, tidak peduli bagaimana pun keluarga nya selama bukan buronan pembunuh berantai dia tidak akan protes bagaimana pun pilihan putra nya tersebut.


Dia tidak bisa membayangkan jika dia mendapatkan besan pembunuh berantai, itu sangat mengerikan, membayangkan di eksekusi seperti di film-film yang suka dia tonton belakangan.


"Siapa nama kamu sayang?"


Dia bertanya, berusaha menggenggam erat telapak tangan perempuan tersebut, mencari kursi untuk mereka tempati.


"Jessica"


Jessica yang masih panik Mencoba menjawab apa yang ditanyakan oleh mommy Yavuz, dia agak takut melihat wanita tersebut, takut jika dia disalahkan dan di pukul dengan kemoceng juga seperti Yavuz.


"Nama yang bagus, katakan pada ku kapan kalian saling mengenal dan kapan dia menghamili kamu?"


Dia tidak suka bertele-tele, lebih suka langsung bertanya pada intinya.


"Ya?"


Jessica jelas gelagapan atas pertanyaan yang diberikan oleh wanita tersebut.


"Mom itu tidak seperti yang mommy bayangkan"


Mendengar ucapan putranya, wanita tersebut langsung melotot, dia pikir bagaimana bisa Laki-laki tersebut tidak mengakui perbuatannya.


"Kau mau menghindar dari tanggung jawab? mommy tidak pernah mengajarkan kamu soal itu"


Jelas saja wanita tersebut kembali berang, ingin sekali memukul putranya karena kesal.


"Bukan begitu, mom dengarkan dulu penjelasan ku"


"Mommy tidak butuh penjelasan, Kalian harus menikah secepatnya, titik"


Dan wanita tersebut bicara dengan cepat, mengambil keputusan besar tanpa memberikan kesempatan pada Yavuz untuk menjelaskan semuanya.


Ini juga kesempatan untuk nya menekan putra nya agar segera menikah, wanita tersebut kebetulan ingin mematahkan desas-desus dari pihak banyak keluarga yang beranggapan putra nya tidak normal bahkan tidak mampu menghamili Perempuan.


Dan dia akan membuktikan jika putra nya benar-benar sangat top cer bahkan memiliki bibit super premium kelas kakap.


"Mom"


Dan Yavuz merasa kepalanya tiba-tiba berdenyut-denyut tidak menentu.


Jessica yang mendengar ucapan mommy Yavuz jelas saja gelagapan.


"Untie bukan dia yang...."


"Baiklah."


Jessica baru ingin bicara, tapi Yavuz pada akhirnya menyela.


"Ya?"


Dan Jessica seketika terbelalak kaget dibuatnya.


Tunggu dulu....!!.