
Percayalah jantung Jessica tidak baik-baik saja, dia menegang dan cukup terkejut saat Yavuz tiba-tiba menciumnya saat ini. secara refleks dia menggenggam erat lengannya apapun dia merasa tidak bisa bernafas saat ini karena laki-laki itu memberikan nya ciuman tanpa aba-aba.
Tapi rasanya tidak dipungkiri ciuman yang laki-laki tersebut begitu lembut dan hangat, membuat Jessica yang awalnya terkejut seketika tenggelam kedalam ciuman yang diberikan oleh Yavuz.
Dusta jika dia tidak terbuai akan ciuman manis dan lembut yang dipersembahkan oleh Yavuz, laki-laki tersebut benar-benar sangat ahli memberikan dia ciuman yang tidak biasa, ditambah tangan laki-laki tersebut seketika bergerak menjelajahi perutnya secara perlahan, kemudian tanpa sadar bergerak perlahan naik hingga ke bagian dadanya dan hal itu membuat Jessica agak gelagapan, dia mencoba menarik diri dan menyadarkan dirinya, memukul dada Yavuz dengan cepat.
Yavuz yang mulai tidak dapat mengontrol hasratnya sejak tadi di mana dia memberikan ciuman panas kepada sang istrinya dan tanpa sadar telapak tangannya menjelajahi bagian perut hingga ke bagian dada Jessica seketika langsung tersadar saat gadis tersebut memukul dada nya untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya membuat laki-laki tersebut langsung melepaskan ciumannya begitu saja.
Jessica terlihat langsung mencoba untuk menarik nafasnya dengan panjang dan bisa Yavuz lihat rona memerah di wajah gadis tersebut saat ini menghiasi pipi di kiri dan kanannya.
Laki-laki itu terus menatap wajah Jessica tanpa berniat untuk melepaskan pandangannya, demi apapun hari-hari yang dia lewati bersama gadis di hadapannya tersebut seolah-olah memiliki jutaan warna juga aneka macam rasa yang tidak bisa dia deskripsikan dengan kata-kata, hidupnya terasa berubah ada suasana baru yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dimana dia yang biasanya tidak ingin pulang ke rumah begitu pergi bekerja atau melakukan hal apapun di luar sana selalu berpikir ingin pulang ke rumah, dia yang biasanya makan di luar tanpa peduli dengan masakan rumah selalu mau berpikir ingin makan bersama Jessica dan menikmati apapun yang dimasaknya, bahkan tidur malamnya tidak bisa tanpa gadis yang ada di hadapannya.
Anggaplah dia sudah gila, tapi dia benar-benar merasakan akal warasnya mulai menghilang karena seorang gadis bernama Jessica. Ditambah lagi kehadiran baby Yavuz terus membuatnya bersemangat dalam menjalani hari-harinya bahkan dia berpikir mungkin ingin membuat baby baby yang lainnya bersama gadis yang ada di hadapannya tersebut.
"Yav- kamu membuat ku tidak bisa bernafas," Jessica terlihat bicara Protes, jujur saja dia agak gemetaran saat laki-laki tersebut mencium bibirnya apalagi tangan Yavuz bergerak menjelajahi perut hingga ke dadanya.
"Itu, kenapa mencium ku tiba-tiba?, dan tangan-," dia bicara sedikit gugup dan bergetar, mencoba memundurkan tubuhnya sedikit agar menjauh dari laki-laki tersebut.
Agak takut iya, tapi tidak bohong juga jika dia tidak menikmati nya. Itu ciuman pertamanya, saat menikah dengan Sean laki-laki tersebut bahkan tidak pernah mencium nya, selama hidup dikeluarga Hillatop dia tidak pernah pacaran dengan siapapun, jadi.l mendapatkan ciuman seperti itu rasanya begitu tabu, aneh dan entahlah dia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya dengan kata-kata.
Jessica menyentuh bibirnya, dia menggigit perlahan bibirnya dengan perasaan cemas, ingin tahu maksud Yavuz mencium dan berusaha menjelajahi bagian tubuhnya.
"Bagaimana bisa kamu jadi bersemangat dan berdebar-debar Yav? kita kan? maksud ku kita bukan benar-benar ayah dan ibu dari baby Yav." Jessica sedikit protes.
Dia pikir bagaimana bisa Yavuz merasakan hal seperti itu? bukankah pernikahan mereka tidak sungguh-sungguh? itu hanya kesepakatan dalam keuntungan saja, bagaimana bisa?!.
"Tentu saja bisa, bahkan aku bisa jadi daddy baby Yav yang sesungguhnya jika kamu mau." Sungguh terkutuk otak dari laki-laki tersebut dia selalu punya cara untuk membuat Jessica yang polos percayanya dengan ucapannya.
"Ya? bagaimana caranya?." Jessica jelas saja mengerutkankan keningnya.
"Jika kita melewati ciuman yang lama, aku menyentuh mu di titik manapun yang aku suka dan kamu mengizinkan tsar bomba nuklir rusia ku berkunjung melihat baby Yav dibawah sana, dalam semalam dia bisa jadi putra sah ku tanpa ada yang bisa mengganggu gugat nya lagi untuk kedepannya." Sungguh terkutuk ucapan Yavuz, cara dia ingin membawa Jessica ke alam nirwana dan bercinta melewati malam panas bersama menggunakan istilah yang tidak dipahami oleh gadis polos seperti Jessica sungguh picik dan tidak terpuji.
"Apa?, tsar bomba nuklir rusia, apa itu?," Jessica terlihat seperti gadis bodoh yang sedang berusaha dengan keras untuk memikirkan ucapan laki-laki dihadapan nya.
"Sesuatu yang bisa membuat baby Yav menjadi bahagia jika di kunjungi oleh nya, dan bisa membuat mommy Yav berkali-kali memintanya jika sudah mengenalnya." Ucap Yavuz dengan nakal.
"Kenapa bisa begitu? aku jadi tidak mengerti." Lanjut Jessica lagi dengan oon nya.
"kalau begitu aku akan mengajarkan nya agar kamu mengerti." Dan senyuman picik mengembang dari balik bibir Yavuz saat ini.