
"Apa yang kau butuhkan?"
Zhou Fan menyipitkan mata, tak disangka jika Leng Shui tetap bersikap seolah tidak ada yang mengetahui identitasnya.
Mungkin Zhou Fan tidak akan bisa mengenalinya dengan penampilan seperti itu, tapi aroma tubuh nya benar benar khas dan itu tidak bisa disembunyikan.
"Ehem ... Nona Leng, kau tak perlu menutupinya lagi." Zhou Fan menghela nafas dan kembali berkata. "Apa yang kau lakukan di sini, daerah ini telah menjadi medan perang."
Leng Shui yang masih mengenakan penyamarannya membuka topeng. "Bagaimana kau tahu ini aku?" Jika di telisik tak ada satupun celah yang dapat membuat orang mengenalinya, tapi bagaimana pria di hadapannya itu dapat menebak dengan tepat.
"Aroma tubuhmu, kau sudah bermalam denganku. Bagaimana mungkin aku melupakan aroma tubuhmu?" Zhou Fan berkata seolah terjadi sesuatu di antara mereka.
Leng Shui menatap sengit Zhou Fan. "Jangan mengatakan suatu yang bisa membuat orang salah paham, tidak ada apapun di antara kita. Kecuali kebencian, aku ingin sekali membunuhmu!"
Zhou Fan tak menanggapi ucapan Leng Shui, matanya terlihat mencari sesuatu yang entah membuatnya gelisah. "Di mana dia?"
Leng Shui terdiam untuk beberapa saat. "Apa yang kau maksud dengan 'dia', tidak ada siapapun di sini."
Zhou Fan terkekeh, kemudian membalikkan badan. "Kau hanya seorang petarung senior bintang lima, bagaimana mungkin mengalahkan petarung senior bintang delapan, dan mereka ada lebih dari satu orang."
Mendengar ini Leng Shui menjadi cemas, meski wajahnya tetap terlihat tenang, tangannya tidak berhenti saling meremas.
"Jika kau tidak mengatakannya, mungkin dengan beberapa tindakan dia akan menunjukkan dirinya." Zhou Fan mendekati Leng Shui, sementara wanita itu mundur dengan wajah pucat.
"Apa yang kau lakukan?" Bibirnya nampak gemetar, tapi Zhou Fan tidak mempedulikan.
"Panggil dia, atau aku... "
"Tidak perlu!" Seorang wanita berpakaian biru dengan rambut hitam yang panjang keluar dari kegelapan.
"Instingmu cukup bagus, dengan hanya petarung suci bintang satu kau dapat merasakan keberadaanku." Zhou Fan mendekap Leng Shui dengan menodongkan belati di lehernya.
"Siapa kau?!" Zhou Fan dapat merasakan jika kekuatan wanita berpakaian biru ini sangat kuat, mungkin berada di atas Song Dayi yang merupakan petarung suci bintang dua.
"Jika kau melukai muridku, akan aku pastikan kau menyesalinya." Wanita yang masih terlihat berusia tiga puluh tahun itu mengeluarkan sedikit aura miliknya, tapi dengan itu sudah cukup membuat tangan Zhou Fan terasa kebas dengan hawa dingin yang menyelimuti tubuhnya.
"Sebenarnya siapa wanita ini, dengan auranya saja membuatku yang berada di tingkat petarung suci bintang satu merasa tertekan." Zhou Fan yakin jika wanita berpakaian biru bukan bagian dari Kekaisaran Shao, mungkin dari Kekaisaran Han yang terkenal dengan kekuatannya.
"Aku tak tahu siapa kau, dan apa urusanmu datang kemari. Sepertinya kau sangat tertarik dengan gadis ini, mungkinkah ada suatu hal langka yang ada padanya?" Zhou Fan masih mengekang Leng Shui dengan belati di tangannya, tidak mungkin dia melepas begitu saja, bisa bisa nyawanya yang menjadi taruhan.
"Nak, kau masih muda. Jangan berbuat berlebihan, lepaskan dia dan aku tidak akan melukaimu." Wanita berpakaian biru menarik kembali aura dingin yang keluar dari tubuhnya.
"Kenapa aku harus percaya kepadamu, dengan kekuatanmu kau bisa membunuhku dengan mudah." Zhou Fan tetap bergeming pada pendiriannya, dia sangat yakin jika bertarung tidak akan berakhir baik baginya.
"Bajingan tidak tahu malu! Sebagai seorang pria kau berdiri di balik seorang wanita, apakah kau pantas di sebut pria?!" Leng Shui berkata dengan marah, selama ini belum pernah ada yang memperlakukannya begitu buruk, tapi sejak kedatangan pria ini, dia selalu berada di posisi yang tidak mengenakkan.
Terakhir kali dia yang tengah berjalan di kejutkan dengan kedatangannya, bukan hanya itu, tanpa alasan menyerang dan membawanya ke sebuah goa. Bahkan jika ia tidak terus melawan, besar kemungkinan jika suatu yang lebih buruk akan menimpanya.
"Percaya atau tidak, jika kau terus berbicara, maka belati ini akan menggores wajahmu." Zhou Fan kemudian beralih kepada wanita berpakaian biru. "Bersumpahlah atas nama petarung bahwa kau tidak akan melukaiku."
"Baik aku bersumpah atas nama petarung, tak akan melukaimu. Jika aku melanggar maka aku rela bertahan di tingkat petarung suci selamanya." Wanita berpakaian biru kemudian memandang dengan kesal. "Sudah aku lakukan, lepaskan dia."
Zhou Fan perlahan melepaskan Leng Shui. "Hem... Itu lebih baik."
Leng Shui mendengus. "Dasar tidak tau malu!"
Zhou Fan tidak peduli, dia hanya peduli dengan hidupnya. Jika dia tidak bisa mempertahankan nyawa, maka bagaimana nasib istrinya yang masih menunggu kepulangannya.
"Kau salah satu dari sedikit orang yang berani mamaksaku, aku bisa membunuhmu dengan satu tanganku." Wanita berpakaian biru masih menahan kesal.
Zhou Fan tak meragukan perkataan wanita berpakaian biru, dia setidaknya mendapatkan gambaran jika wanita berpakaian biru berada pada tingkat petarung suci bintang sembilan.
Dia semakin yakin atas pandangannya yang menebak jika wanita berpakaian biru bukan bagian dari Kekaisaran Shao, ada kemungkinan jika ia berasal dari Kekaisaran Han.
Namun mengapa orang Kekaisaran Han datang kemari, pasti ada suatu yang dimiliki oleh Leng Shui sedang yang lainnya tidak.
"Kau bukan bagian dari Kekaisaran Shao, sebenarnya apa yang membuatmu datang dan mengambil murid sepertinya?" Zhou Fan melirik Leng Shui.
"Apa maksud perkataanmu?! Apa aku tidak pantas menjadi murid Guru Yan?" Leng Shui berkata dengan emosi.
"Shui'er, kau keluarlah terlebih dahulu." Wanita berpakaian biru yang dipanggil Guru Yan itu menyuruh Leng Shui agar segera keluar.
Leng Shui keluar setelah memakai penyamarannya kembali, sekarang hanya ada mereka berdua di dalam ruangan.
"Kau sepertinya sudah bisa menebak jika dia memiliki suatu kelebihan, tapi ini berbeda dengan lainnya. Apa yang terjadi kepadanya adalah suatu yang langka, bahkan di setiap generasi belum mesti ada, tapi dia memilikinya." Yan Yu - wanita berpakaian biru itu menjelaskan.
"Apakah itu Tubuh Dewi Es?" Zhou Fan mengatakan dengan serius.
"Ya, itu adalah Tubuh Dewi Es. Oleh karena itu aku - tetua Sekte Menara Es melindunginya sebagai murid, bahkan dia sendiri belum mengetahui keistimewaan tubuhnya." Yan Yu tak segan mengatakan kepada Zhou Fan, hal ini karena dia merasa pemuda di hadapannya itu memiliki pandangan luas, dan juga hubungan dengan muridnya.
Sekte Menara Es?
Zhou Fan menyipitkan mata, dia pernah mendengar nama ini di dalam peta daratan Tian Hu, itu adalah salah satu sekte besar di Kekaisaran Han.
"Jika seperti itu ...."
"Ya, dia adalah kandidat Matriark Sekte Menara Es." Yan Yu memotong perkataan Zhou Fan.
Zhou Fan sendiri mengetahui jika sekte ini hanya dihuni petarung wanita, dan atribut yang dilatih adalah es. Kabarnya matriark mereka seorang wanita berusia ratusan tahun, memiliki tubuh istimewa yang membuatnya menjadi salah satu petarung tangguh di Kekaisaran Han.
"Tetua Yan, kamu datang kemari melaksanakan tugas melindungi Leng Shui, lantas kenapa sampai pergi ke daerah perang?" Zhou Fan masih tidak mengerti satu alasan ini.
"Dia berjanji satu hal kepadaku, setelah membalaskan dendam klannya, dia akan bersedia ikut denganku, kembali ke Sekte Menara Es. Keberadaanku tentu saja untuk membantunya."
Zhou Fan mangut mangut, senyum samar tersungging di wajahnya. "Pangeran pertama, kau telah keliru mencari lawan."