
Ketika Zhou Fan hendak pergi meninggalkan dua mayat pria tua. Satu pasukan yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan orang datang mengepung.
Zhou Fan mengamati dengan seksama, menelisik kekuatan pasukan yang mengelilinginya. Di antara mereka ada beberapa petarung senior, tapi tidak lebih kuat dibandingkan dengan dua pria sebelumnya.
"Bunuh, balaskan dendam tetua Bing!"
Satu pasukan menyerang Zhou Fan dengan berbagai macam senjata, mulai dari pedang golok hingga tombak. Mereka dengan kompak mengayunkan senjata dan mengincar setiap inci tubuh Zhou Fan.
Namun dalam hal kekuatan, pemuda itu berada jauh di atas mereka. Serangan mereka dapat dengan mudah hancur ketika tombak mulai menari menunjukkan kebolehannya.
Tak sampai di sana, Zhou Fan mengeluarkan Teknik Tombak Angin untuk melawan pasukan.
Dalam beberapa saat, banyak orang terlempar dengan keadaan mengenaskan, luka sayatan halus memenuhi tubuh mereka, darah menetes tiada habisnya.
Teriakan terus menggema di halaman belakang kediaman Tuan Kota. Meski begitu Zhou Fan enggan untuk berhenti, terus melancarkan serangan sampai pasukan yang terdiri sari seratus orang luluh lantah hanya tersisa beberapa saja.
Itupun dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.
Jika ada yang masih sanggup berdiri, itu susah merupakan keberuntungan, karena sebagian besar dari yang masih bertahan sudah terduduk bahkan terbaring dengan sebelah kaki sudah menginjak kematian.
Namun tak bertahan lama, karena Zhou Fan dengan tombaknya mengirim mereka semua terbang melintas ke alam lain.
Bersamaan dengan itu, sebuah pasukan datang dipimpin oleh Shao Mingrui.
Niat awal yang sebenarnya akan menyerang pusat pemerintahan pangeran kedelapan yang ada di Kota Bei Xian, ternyata semua yang ada di sana sudah rata di tangan Zhou Fan.
"Mengerikan!" Cheng bergumam dengan mata terbuka lebar.
Sebagai seorang jendral besar, dia dapat memperkirakan kekuatan pasukan yang telah dikalahkan Zhou Fan seorang diri. Bahkan dirinya tidak bisa melakukannya, sebenarnya seberapa kuat pemuda itu.
Namun Cheng Lao tidak memikirkannya terlalu keras, mengingat jika mereka berada pada satu kapal, tidak mungkin itu akan mendatangkan masalah besar baginya.
"Sepertinya, kita tidak perlu lagi bertarung." Shao Mingrui mengangkat kedua tangannya, berjalan mendekati Zhou Fan.
"Kejadian ini pasti akan menyebar, bagaimana kau akan menghadapinya?" Zhou Fan malah bertanya, seolah dia bukan pelaku utama kekacauan yang terjadi.
"Kau tenang saja, semua sudah berada dalam rencana." Shao Mingrui melambaikan tangan, dia memanggil salah seorang di belakang.
Pria tua datang dengan membawa belati di pinggangnya.
Zhou Fan melihat penampilan pria tua itu, keningnya mengerut, bagaimana tidak, dari pakaian sampai dengan wajah mirip sekali dengan Bing Caojie. Andai bukan merupakan orang Shao Mingrui, mungkin dia akan berpikir jika pria tua itu adalah Bing Caojie.
"Wanita Suku Mantis terkenal dengan keahliannya dalam merias diri, sebenarnya jika diperhatikan dengan seksama sama sekali tidak mirip, tapi orang yang tidak tahu pasti akan mengira jika dia adalah Bing Caojie."
Mendengar perkataan Shao Mingrui, Zhou Fan mangut mangut. Dia juga menyadari beberapa titik yang berbeda ketika memperhatikan dengan teliti.
"Anggap saja masalah selesai, sekarang kita harus menyingkirkan mayat mayat ini." Shao Mingrui serta beberapa orang di belakangnya mulai membersihkan kekacauan, termasuk mayat yang berserakan di halaman belakang kediaman.
Menurut kabar, Cing Qu yang merupakan wakil Bing Caojie tidak terima atas semua hal yang didapatkan Bing Caojie. Dia merasa tidak adil, mengapa bukan dirinya yang menjadi tuan kota.
Karena ketidakpuasan, Cing Qu yang memiliki hampir separuh kekuatan tempur pasukan yang ada melakukan pemberontak, berniat melengserkan Bing Caojie dari kursi Tuan Kota.
Namun karena Bing Caojie telah berada di atas tingkatannya, Cing Qu tak bisa memuluskan rencananya, bahkan dia terbunuh atas tindakannya.
Untuk Bing Caojie, juga tidak berakhir baik. Dia harus menerima luka serius, dan harus merelakan kutivasinya turun menjadi tingkat petarung kaisar bintang lima.
Selain itu, seluruh pasukan yang ada terbantai tanpa menyisakan satupun di antara mereka. Yang bertahan hanya Bing Caojie seorang.
"Kau sangat pandai menggiring opini penduduk," ucap Zhou Fan kepada Shao Mingrui.
Shao Mingrui mengambil gelas arak di dekatnya, meminum sambil tertawa. "Seharusnya kau tahu, terkadang lidah lebih tajam dibandingkan dengan pedang."
"Kau benar." Zhou Fan ikut meraih gelas arak, meminumnya tanpa basa basi.
"Mungkin tak lama lagi, utusan pangeran kedelapan akan datang untuk memastikan kabar." Zhou Fan baru saja menutup mulutnya, seorang penjaga melapor jika ada beberapa orang kiriman pangeran kedelapan datang ke kediaman Tuan Kota.
"Tak diragukan lagi, arus informasi pangeran kedelapan sangat cepat." Shao Mingrui menggeleng sambil terkekeh, kemudian berdiri dan keluar ruangan.
Di ruang pertemuan, Shan Guayu - pria tua yang menyamar sebagai Bing Caojie duduk di tempat duduk utama. Di sampingnya kanan dan juga kiri masing-masing ada satu orang berpakaian hitam berpenutup kepala hitam.
"Tetua Bing, pangeran kedelapan mendengar ada beberapa masalah yang terjadi di Kota Bei Xian. Kedatangan kami hanya untuk memastikan saja." Salah seorang utusan berkata dengan sopan, bagaimana pun posisi Bing Caojie lebih tinggi dibandingkan dengannya.
Shan Guayu menghela nafas rendah. "Kalian mungkin bisa merasakan kekuatanku turun begitu jauh. Aku benar benar tak menginginkan ini, tetua Cing, aku sungguh tak mengira."
"Namun aku memakluminya, berada dalam bayang-bayangku selama ini juga bukan masalah sepele. Pantas jika dia begitu dongkol kepadaku." Shan Guayu memainkan peran dengan ciamik, ekspresi wajah benar benar dia kuasai dengan sempurna.
Lima utusan yang dikirim percaya dengan apa yang dikatakan Shan Guayu, bahkan mereka terlihat mendukung keputusan Shan Guayu yang berperan sebagai Bing Caojie.
"Jika demikian, tetua Bing, kami akan kembali dan melaporkan masalah ini kepada pangeran kedelapan." Setelah berkata, lima orang itu pergi.
"Pak tua, tak kusangka jika kau benar benar memiliki topeng di wajahmu, benar benar tak bisa membedakan jika kau tengah berbohong." Zhou Fan melepas penutup kepala, duduk di kursi dekat tempat duduk utama.
"Tuan muda terlalu berlebihan, ini juga bukan masalah gampang, jika salah sedikit saja mereka pasti akan curiga." Shan Guayu menyeka keringat yang sudah mengumpul di keningnya.
"Masalah ini belum selesai, kita harus membersihkan Kota Bei Xian dari kelompok bandit yang masih berkeliaran." Shao Mingrui melepas penutup kepala dan duduk di kursi lain di dekatnya.
"Tapi kita tidak bisa melakukannya pada saat langit masih terang. Jika tidak, keramaian Kota Bei Xian akan mengundang perhatian pangeran kedelapan."
Mendengar hal ini Zhou Fan mengangguk, dia mengerti masalah ini. Di saat gejolak antara dua pangeran, tidak mungkin pangeran kedelapan akan menfokuskan masalah Kota Bei Xian.
Jika tetap bergerak dalam diam, semua akan berjalan dengan lancar.
Meski cara itu efektif, mereka tidak bisa melakukan seperti itu terus menerus. Mereka akan melakukan pergerakan pasif sampai pasukan di Kota Chen bergabung.