
"Apa apaan ini?!" Tuan Kota terkejut dengan jejak ukiran tubuh beast yang sangat besar di desa Wen.
Saat mendengar raungan yang menggema di langit, Tuan Kota langsung mengajak orang-orangnya menuju Desa Wen. Begitu sampai mereka terpaku dengan jejak tubuh beast yang sudah ada di sana.
"Tuan Kota, ini jelas beast tingkat delapan. Dari bentuk tubuh mungkin adalah beast gorila dan yang telah mencapai ukuran ini setidaknya setara dengan tingkat petarung suci bintang tiga atau bahkan empat. Yang dapat mengalahkan beast ini tentu bukan orang biasa." Salah satu bawahan Tuan Kota memandang ke sekitar, nampak kehancuran yang tak bisa dijelaskan.
Tuan Kota merasa khawatir, tak masalah jika sosok tersebut tidak mengancam keberadaan kota, tapi bagaimana jika sebaliknya?
Bersamaan dengan itu beberapa kelompok datang, mereka juga mendengar raungan keras yang berasal dari Desa Wen.
"Tuan Kota, beast macam apa sampai mengeluarkan raungan seperti itu?"
Tuan Kota tak menjawab, menunjuk jejak ukuran tubuh yang masih sangat jelas di hadapannya.
Mata semua orang terbelalak, tak percaya jika dalam gelombang serangan beast kali ini memunculkan beast dengan tingkat yang teramat tinggi.
Namun, mereka tak melihat keberadaan beast itu. "Tuan Kota, di mana mayat beast itu?"
Mereka tahu jika beast berukuran lima belas kaki itu telah tiada, hal itu di dapat dari noda darah yang menggenang di sana.
Tuan Kota menggelengkan kepala, membuat ekspresi mereka seketika berubah tercengang. Sempat berpikir jika Tuan Kota yang membunuh beast itu. Karena Tuan Kota merupakan orang terkuat dengan kultivasi petarung suci bintang empat.
Jika bukan Tuan Kota lantas siapa yang melakukannya?
Seluruh kelompok yang baru datang kebingungan memikirkan siapa yang telah menghabisi beast tingkat delapan.
Sementara di sisi lain, Zhou Fan yang baru saja mendapat kristal ketujuh langsung menuju ke kawasan hutan flores yang ada di selatan Desa Wen. Kemungkinan hutan ini yang menjadi pusat utama kemunculan beast yang menyerang Kota Zi.
Ternyata saat masuk ke dalam hutan Zhou Fan menemukan jika bukan hanya dirinya serta Dua Kapak Kembar yang berada di dalam wilayah hutan. Ada satu kelompok yang telah berjalan lebih dulu.
Zhou Fan mengikuti mereka, setidaknya kelompok ini berjumlah sembilan orang.
Terlalu lama mengikuti, kesembilan orang merasakan suatu yang mencurigakan. Mereka membalikkan badan, tapi tak menemukan apapun di belakang. Akan tetapi mereka sangat yakin jika ada beberapa mata yang terus mengamti gerak gerik mereka.
Kesembilan orang meneruskan perjalanan, entah apa yang akan mereka lakukan di hutan.
Zhou Fan mengikuti mereka, tujuannya awal ia masuk ke dalam hutan adalah mencari keberadaan beast. Siapa tahu ia akan kembali bertemu dengan beast tingkat delapan elemen es. Namun gelagat sembilan orang ini sangat mencurigakan, membuat hati tak tahan untuk tak mencari tahu.
Setelah melintasi bukit Zhou Fan melihat ada kabut tebal, ia buru-buru masuk ke dalam mengikuti kesembilan orang. Ada perasaan aneh saat pertama kali masuk, tapi ia tetap masuk ke dalam lingkaran kabut tersebut.
Sekitar puluhan langkah mereka telah keluar dari kabut yang sangat tebal, tapi keberadaan kesembilan orang tidak nampak dari tempatnya. Kening Zhou Fan mengerut, "Kemana mereka pergi?"
Zhi Long mencoba mencari tahu dengan menggunakan indra pendengaran, tapi tak ada tanda dari jarak jangkauannya.
"Tidak ada tuan muda," Zhi Long menghela nafas dengan pasrah, nampak ekspresi menunjukkan penyesalan karena tak dapat menemukan keberadaan kesembilan orang.
Zhou Fan menepuk pundak Zhi Long, "Tak apa, aku sudah menemukan mereka." Saat berkata mata Zhou Fan mengarah ke sebuah pohon yang lebat.
Sedetik kemudian sembilan pria turun dari atas. "Kemampuanmu cukup baik sampai bisa mengetahui keberadaan kami walau menggunakan teknik bayangan sunyi."
Zhou Fan tetap bergeming, mereka tidak tahu saja bahwa aroma mereka tak akan lepas dari pantauan Zhou Jim. Mereka dapat menyembunyikan keberadaan bahkan tak mengeluarkan suara walau hanya nafas, tapi aroma tidak bisa disembunyikan begitu saja terlebih dari indra penciuman seekor serigala tingkat delapan.
Tiga berhadapan dengan sembilan, pria yang mengenakan pakaian hijau di antara kesembilan orang memandang dengan mata menyipit. Setelah beberapa lama dia menyadari, "Itu kau!"
"Langit memang memberikanku kemudahan, tak perlu mencari kau telah menunjukkan diri." Zhu Ma--pria berpakaian hijau mengeluarkan pedang.
Heh...
Ciu San mendengus, mengeluarkan kapak yang menjadi teman bertarungnya selama ini.
"Majulah," ucap Ciu San. Walau kekuatannya berada satu tingkat di bawah Zhu Ma, ia sama sekali tidak gentar.
Zhou Fan berdiri di samping Ciu San, menepuk pundak Ciu San dan berkata. "Jangan menahan kekuatan, lepaskan saja."
Ciu San mengangguk, mulai menggoyangkan kapak di tangannya.
"Hari ini adalah hari kematianmu," ucap Zhu Ma dengan percaya diri, ia bisa melihat tingkatan kultivasi Ciu San yang berada di bawahnya.
Sekali lagi Ciu San mendengus. "Semakin banyak bicara kau seperti seorang wanita."
Mata Zhu Ma memerah, nampak kemarahan terungkap jelas dalam ekspresinya. Ia yang mempunyai tubuh gagah perkasa disebut seperti wanita, ini jelas merupakan penghinaan baginya.
"Bangsat, aku akan membunuhmu!"
Zhu Ma melesat dengan pedang terbentang, setelah jarak hanya beberapa langkah ia melakukan tebasan diagonal dari sisi kanan.
Ciu San melihat serangan itu, menarik tubuhnya ke samping sedang tangan kanan melakukan tebasan.
Trank!
Kapak di tahan dengan pedang, tapi serangan masih belum berakhir. Ciu San menarik kapak mendorong tangan kiri.
Bang!
Menahan pukulan dengan tinju keduanya mundur beberapa langkah, tapi jelas jika Ciu San kalah dalam hal kekuatan.
Zhou Fan melihat rajah kepala serigala di lengan Zhu Ma, nampak ciamik dengan mata merah. Dia pun memandang seorang pria tua yang kemungkinan merupakan pemimpin kelompok sembilan orang. "Apakah kalian adalah faksi serigala timur?"
Pria tua yang semula memperhatikan pertarungan seketika menengadahkan kepala memandang Zhou Fan. Dia tersenyum, "Memangnya kenapa, apakah kalian menyesal? Asal kau tahu semua yang mencari masalah dengan kami akan berakhir dengan buruk."
"Setelah dia, kalian berdua juga akan berakhir dengan kematian." Pria tua tersenyum percaya diri, dengan kultivasi petarung suci bintang tiga ia merasakan sudah paling kuat di kota, hanya ada beberapa orang yang mampu mengalahkannya.
Zhou Fan tersenyum sinis, kepalanya menggeleng karena merasa konyol dengan roda takdir yang berputar memihak dirinya.
Faksi serigala timur?
Sungguh kebetulan, ia mencari kelompok ini dan kelompok ini ternyata sudah berada di hadapannya. Bukankah langit sangat berpihak kepadanya?!
Mendapati ekspresi Zhou Fan yang tak sesuai dengan pikirannya, pria tua mengerutkan kening. "Jangan harap bisa lari setelah kalian datang kemari."
Zhou Fan tersenyum sinis.
Lari? untuk apa lari. Hari ini adalah hari kehancuran faksi serigala timur.