Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 152 : Lima Pill Kultivasi Tingkat Kesepuluh


Zhou Fan terus mengalirkan tenaga dalam ke tengku awan hitam. Dia begitu fokus mengolah bahan-bahan itu menjadi pill kultivasi tingkat sepuluh.


Sekarang proses pembuatan pill telah memasuki tahap akhir, memasukkan tiga bahan utama dan pill kultivasi akan selesai.


"Ini saatnya!" Zhou Fan manaikkan suhu api, memasukkan teratai bintang, ganggang air serta akar roh.


Begitu ketiga bahan masuk ke dalam tungku, asap mengepul ke atas, aroma harum menyebar ke seluruh ruangan.


Ini adalah tahap terakhir, proses paling menentukan. Kristalisasi.


Zhou Fan menyatukan tangan, tenaga dalam mengalir begitu deras. Nampak butiran keringat mengucur dari keningnya.


Dalam satu waktu Zhou Fan mendorong tangan mengakhiri pembuatan pill.


Boom!


Ledakan terdengar pelan, asap hitam keluar dari tungku awan hitam.


Zhou Fan mengerutkan keningnya, ia sangat yakin bahwa ia telah berhasil. Namun mengapa keluar asap hitam, apakah ia gagal?


Perlahan Zhou Fan bangkit, memeriksa tungku dan melihat bubuk hitam di dalamnya. Zhou Fan mengelus kening dengan frustasi, wajahnya nampak tak percaya. "Gagal?"


Dalam suasana hati yang buruk, mata hitam itu tanpa sengaja menangkap kilauan dari dasar tungku, terkubur bubuk hitam.


Tanpa basa-basi Zhou Fan menjulurkan tangannya, ketika ia menarik kembali tangan sudah ada lima pill kultivasi di sana.


Mata Zhou Fan berubah berbinar, nampak ekspresi puas terukir di wajahnya. "Aku tahu aku berhasil," ucapnya sambil mengambil botol giok dan menyimpan pill kultivasi tingkat sepuluh ke dalamnya.


Sebenarnya dengan bahan-bahan yang dia dapatkan, tidak masalah membuat tujuh sampai delapan pill kultivasi tingkat sepuluh. Tapi Zhou Fan hanya berhasil membuat lima pill kultivasi.


Meski itu merupakan pencapaian luar biasa, ia merasa telah menyia-nyiakan tanaman herbal yang langka. Ia seolah melakukan sebuah kesalahan, padahal jika itu alkemis lain mungkin hanya sanggup membentuk satu atau jika beruntung dapat menghasilkan dua pill kultivasi.


Hem...


"Di dalam cincin penyimpanan, aku memiliki bahan untuk membuat pill kultivasi tingkat delapan."


Meski tidak sebaik pill kultivasi tingkat sembilan, itu masih berguna bagi Ciu San serta Zhi Long. Terlebih Yin Cun serta Miao Ling yang berada di tingkat petarung kaisar.


Zhou Fan mangut mangut, kemudian mengeluarkan bahan-bahan yang dibutuhkan.


...


Ketika pagi datang, semua orang berkumpul di depan ruangan Zhou Fan. Namun tak satupun dari mereka yang mencoba mengetuk pintu, lantaran sudah mendapatkan peringatan agar tidak menganggu sampai ia keluar.


"Apakah membuat pill begitu lama, ia sudah satu hari satu malam di dalam." Yin Cun sedikit khawatir.


"Karena tuan muda telah mengatakan untuk jangan menganggu, maka tuan muda akan keluar saat sudah selesai." Ciu San sangat percaya kepada Zhou Fan, ia sudah menyaksikan banyak sekali hal diluar nalar dari tuan mudanya.


Beberapa saat pintu ruangan terbuka, Zhou Fan berjalan keluar dan tetkejut melihat empat orang ada di depan ruangannya. "Apa yang kalian lakukan?"


Yin Cun berdecak, dia sudah begitu khawatir tapi Zhou Fan keluar seolah tak terjadi apapun. Bahkan bertanya 'apa yang kalian lakukan'.


"Aku memastikan keponakanku tidak kehilangan ayahnya," ucap Yin Cun dengan kesal.


Zhou Fan mendengus, "Orang bodoh sepertimu saja masih hidup, kau tak perlu mengkhawatirkan orang lain."


Mata Yin Cun terbuka lebar, ingin rasanya memaki Zhou Fan. Namun sebelum hal itu terjadi Zhou Fan mengeluarkan empat botol giok dari cincin penyimpanannya.


"Ini untuk kalian," ucap Zhou Fan sambil menyerahkan masing-masing satu botol kepada mereka.


"Apa ini?" Yin Cun tidak langsung membukanya, memutar dan membalik botol dengan wajah penasaran.


Tanpa menunggu lebih lama, Miao Ling menjungkir botol dan empat pill kultivasi menggelinding keluar menuju ke telapak tangannya. "Pill kultivasi? Tidak! Ini adalah pill kultivasi tingkat delapan."


Mendengar perkataan Miao Ling, Yin Cun membuka tutup botol dan melihat sendiri apa yang ada di dalam botol miliknya.


Ternyata sama, empat butir pill kultivasi tingkat delapan. Wajahnya membeku tak percaya, pill kultivasi tingkat delapan sangat langka di Kekaisaran Shi, tapi sekarang di tangannya sudah tersedia empat butir pill.


Andai ia tahu bahwa Zhou Fan berhasil membuat pill kultivasi tingkat sepuluh bahkan ada lima butir, dapat dipastikan ia akan muntah darah saat itu juga.


"Kalian harus segera mengkonsumsi pill itu dan jadilah lebih kuat. Dengan pill itu setidaknya tidak masalah kalian naik menjadi petarung senior bintang satu." Zhou Fan melirik Yin Cun serta Miao Ling, keduanya mengangguk dengan semangat.


"Baiklah saudara Zhou. Kami akan ber kultivasi, ketika keluar nanti aku pastikan telah mencapai tingkat petarung senior." Yin Cun mengepalkan tangannya, menunjukkan tekad sekuat baja.


Setelah kepergian Yin Cun dan juga Miao Ling. Zhou Fan beralih ke Dua Kapak Kembar. "Kalian juga harus segera meningkatkan kekuatan, setidaknya mampu untuk menerobos satu tingkatan."


"Baik tuan muda." Dengan kompak mereka meninggalkan tempat dan kembali ke ruangan masing-masing.


Zhou Fan melirik Zhou Jim. Ia mengeluarkan tulang beast tingkat sembilan. "Kau berjaga lah di sini, karena tak ada yang tahu sampai berapa lama kultivasi ini berakhir."


Auk!


Sambil menerima tulang tersebut, Zhou Jim menyalak pelan.


Zhou Fan kemudian masuk ke dalam ruangan berniat menyerap pill kultivasi tingkat sepuluh. Ia berharap dapat naik menjadi petarung suci bintang lima.


Hari demi hari terus berlalu dan pintu lima ruangan masih juga tertutup. Mereka sama-sama ber kultivasi, hanya ada seekor serigala yang duduk manis menjadi penjaga lima ruangan tersebut.


Di dalam ruangan Zhou Fan yang masih dalam posisi duduk bersila nampak memiliki aura yang lebih kuat dari sebelumnya.


Meskipun begitu, Zhou Fan masih setia dengan kondisi mata terpejam, bagaikan seorang yang tak menyadari lamanya waktu berputar.


Tapi beberapa saat kemudian, tekanan udara semakin kuat berkali kali lipat.


Whust... Whust...


Selimut yang tadinya terlipat rapi di atas tempat tidur mulai berterbangan, meja serta kursi yang ada di sekitar seolah ada yang menggerakkan.


Rambut Zhou Fan yang tergerai mulai menari berhamburan, sangat tampan.


Perlahan Zhou Fan mulai menggerakkan kelopak matanya dan secara bertahap mulai terbuka.


Ruangan yang tadinya riuh itu pun menjadi tenang seketika. Angin yang berhembus kencang seketika lenyap berasamaan dengan terbukanya mata.


"Sial, tak kusangka menerobos ke tingkat kedua membutuhkan satu pill kultivasi tingkat sepuluh." Zhou Fan menggelengkan kepala, padahal sebelumnya ia sudah hampir menerobos, tapi juga masih membutuhkan satu pill secara utuh.


Zhou Fan tak mau pusing memikirkannya, ia menelan satu butir pill untuk yang kedua kalinya. Melakukan apa yang telah ia lakukan.


Tak terasa sudah tiga bulan berlalu, empat ruangan telah terbuka tapi tidak dengan Zhou Fan yang masih enggan mengakhiri kultivasinya.


"Aku harap dia tidak mati di dalam," Yin Cun memandang daun pintu yang masih tertutup.


Ouch...


Miao Ling menunjukkan tangannya yang terkepal, hendak kembali memberi pukulan. "Jangan mengatakan suatu yang buruk!"


"Aku kan sekedar berkata, aku juga tidak bersungguh-sungguh." Yin Cun memalingkan wajahnya. Dalam hati dia berkata.


Sebenarnya siapa yang di sini tunangannya?