
"Siapa nama kalian?" Meski ini adalah pertemuan kedua bagi Zhou Fan dan Dua Kapak Kembar, mereka tidak menyangkut pautkan nama sama sekali.
"Namaku Ciu San. Ini saudara kembarku, Zhi Long." Mendengar pernyataan salah satu personel Dua Kapak Kembar, Zhou Fan menyipitkan mata.
Mereka berdua merupakan saudara kembar, tapi marga yang dikenakan berbeda. Zhou Fan tak habis mengerti dengan cara pikir dua pria bertubuh gempal tersebut.
Sang adik, Zhi Long seolah mengerti. Dia kemudian menjelaskan bahwa mereka memang saudara kembar, Ciu merupakan marga dari ayah, sementara Zhi merupakan marga dari ibu.
Zhou Fan mengangguk, dia tidak bertanya lebih banyak lagi, karena bagaimanapun setiap orang membutuhkan privasi.
"Namaku Zhou Fan, kalian bisa memanggil saudara Zhou atau terserah kalian."
"Baik, tuan muda Zhou." Keduanya berseru serempak, sementara Zhou Fan hanya bisa menghela nafas pasrah mendengar panggilan Dua Kapak Kembar.
"Pak tua, kita lupakan urusan masa lalu, sekarang kita berada di perahu yang sama." Ciu San adalah orang yang terbuka, dia dengan begitu enteng berkata sambil memandang Shin.
Shin hanya bisa memandang rasa kesalnya, sebenarnya ingin sekali dia membalas pukulan yang mendarat di tubuhnya, tapi meski bertarung ulang, hasil akhir sudah pasti sama.
***
"Kota ini tidak berubah, masih tetap seramai dulu." Shao Mingrui bergumam sambil menapakkan kaki di tanah kelahiran ibunya.
Sampai di Kota Chen, Shao Mingrui membawa Zhou Fan serta lainnya menuju kediaman Klan Song. Hanya beberapa menit mereka sudah sampai di pintu gerbang klan yang tertutup rapat.
Ada dua penjaga yang berjaga, ketika melihat lima orang datang mereka spontan berdiri sigap.
"Ada keperluan apa, dari mana dan siapa?" Penjaga tak basa basi, langsung melempar pertanyaan kepada Zhou Fan selaku yang berdiri di tengah.
Zhou Fan memalingkan pandangan kepada Shao Mingrui yang berada di sampingnya. Dengan itu Shao Mingrui mengeluarkan sebuah token.
Satu penjaga dengan spontan meraih token yang ditunjukkan, ketika mengenali token tersebut, wajah mereka seketika dipenuhi keringat dingin.
"Pangeran ketiga?" Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali bersujud. Shao Mingrui selain pangeran ketiga merupakan cucu tetua agung klan mereka.
"Buka gerbangnya." Shao Mingrui berkata sambil membuka tudung.
Dua penjaga berdiri dengan panik, membuka gerbang dengan cepat.
Brak!
Gerbang terbuka lebar, dentuman yang tidak seharusnya terdengar membuat mereka merasa bersalah. Namun apa mau dikata, jika hal itu sudah terjadi.
Shao Mingrui memasuki kediaman Klan Song. Kediaman Klan Song mencakup satu desa, dibandingkan dengan kediaman Klan Zhou mungkin ada dua sampai tiga kali lipat.
Di dalam kediaman juga ada pasar, itu adalah pasar internal Klan Song. Pill, tanaman herbal ataupun senjata diperjual belikan di sana.
"Tuan muda pertama?!" Salah seorang pria tua mendekat dengan cepat ketika melihat wajah Shao Mingrui.
Shao Mingrui memutar kepalanya ke arah pria tua yang datang, sekilas saja dia mengetahui jika itu adalah penatua Song, Song Giuli.
"Penatua Song Giuli?" Shao Mingrui mengangguk sambil membalas hormat Penatua Song.
Shao Mingrui juga dikenal dengan sebutan tuan muda pertama Klan Song, itu tidak lain karena kedudukan kakeknya yang merupakan orang terkuat di klan ataupun Kota Chen.
"Penatua terlalu melebih-lebihkan, ini adalah perintah jendral besar. Tentu sebagai pengawal harus mengikuti apa yang diperintahkan." Shin tersenyum canggung. Perkataan Song Giuli seolah meninggikan kedudukannya, padahal dibandingkan dengan Zhou Fan bahkan dengan Dua Kapak Kembar, jarak mereka sangat lah jauh.
"Dan ini... " Ketika mata Song Giuli menatap Zhou Fan, ekspresi wajahnya terlihat pucat. Setahun lalu kultivasi pemuda itu berada di bawahnya, hanya dalam waktu singkat, kenapa kekuatannya jauh melampauinya? Mengerikan!
Song Giuli tidak bisa melihat tingkat kultivasi Zhou Fan, seolah ada sebuah dinding yang berdiri tepat di depan wajahnya.
"Lama tidak bertemu, penatua." Zhou Fan memberi salam dengan menyatukan kedua tangan.
Song Giuli meneguk ludah dengan sulit, senyum masam menghiasi wajahnya. "Hanya satu tahun, Tuan muda Zhou." 'Hanya satu tahun kau sudah melampauiku', pria tua itu sungguh merasakan tekanan.
"Penatua, bagaimana kabar kakek? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya." Shao Mingrui menatap wajah Song Giuli yang berubah buruk ketika membahas Song Dayi - kakek Shao Mingrui.
Tentu perubahan ekspresi itu langsung ditangkap oleh lima orang di sekitarnya. "Apakah suatu hal buruk menimpanya?" Shao Mingrui berkata dengan cemas.
Huft...
Song Giuli menghela nafas panjang. "Sulit menjelaskannya, lebih baik ke kediaman tetua agung melihat kondisinya."
Shao Mingrui langsung melesat tanpa banyak bicara, dia sudah hapal dengan tata letak kediaman Klan Song. Song Giuli mengikuti kepergian tuan mudanya.
Zhou Fan mengangkat kedua bahu dengan pasrah, kemudian mengikuti kemana Shao Mingrui melesat.
***
Zhou Fan masuk ke kediaman tetua agung dengan mudah, dia tidak lagi perlu izin karena masuk setelah Shao Mingrui serta Song Giuli. Namun baru saja dia masuk, dia merasakan perasaan mencekam.
Ketika mengikuti ternyata itu berasal dari ruangan tetua agung. Di sana sudah ada Shao Mingrui serta beberapa orang lainnya.
"Sembilan bulan yang lalu pasukan pangeran pertama mencoba mengambil alih kekuasaan Kota Chen, tapi keberadaan tetua agung membuat semua menjadi sulit bagi pangeran pertama." Seorang pria tua yang diketahui merupakan tetua Klan Song bercerita.
Semua tahu jika tetua agung merupakan salah satu dari delapan orang yang memiliki kultivasi di tingkat petarung suci. Dia terluka karena bertarung melawan dua petarung suci bawahan pangeran pertama.
" ... Kini tubuh tetua agung terkena racun es, itu adalah titik balik dari jurus yang dia gunakan. Kemungkinan selamat sangat kecil, mengingat racun es sangat sulit disembuhkan." Song Giuli yang mendengar menundukkan kepala, karena alasan ini dia tidak berani berbicara sembarangan mengenai keadaan tetua agung.
Shao Mingrui duduk di lantai, dia bahkan duduk di antara dua lutut sembari menghangatkan telapak tangan kakeknya yang terasa sangat dingin.
Pria tua itu adalah sosok yang tersisa di antara keluarganya, meski sebenarnya masih ada ayah dan saudara tiri, dia sama sekali tidak menganggap mereka setelah beberapa kejadian yang menimpanya.
Ayah seperti apa yang memandang lain dirinya dengan saudara lainnya, kekecewaan terhadap ayahnya terlalu besar untuk diukur, bahkan jika tidak mengingat dia adalah ayahnya, mungkin saat ini prioritas utamanya adalah merenggut nyawa Kaisar Kekaisaran Shao tersebut.
Zhou Fan mengamati dengan serius, matanya nampak menelisik keadaan pria tua yang tengah terbaring di tempat peristirahatan. Tempat tidur sengaja di desain berbahan dasar batu mengandung unsur api, berpikir itu dapat meringankan beban racun es yang menggerogoti tubuh Song Dayi.
Eh...
Mata Zhou Fan berkedut, dia merasakan kembali perasaan mencekam yang sempat menghilang. Ketika mengikuti arahnya, keningnya mengerut. Ternyata itu berasal dari tetua agung sendiri, seolah ada energi hitam yang mengikat kesadaran pria tua tersebut.
"Tetua agung bukan terkena racun es, jiwanya terkurung dalam sebuah segel, hal itu yang membuatnya tidak sadarkan diri."