
Heng Ziya memutar kepala, memandang Zhou Fan dengan tajam.
Hem!
Pria tua itu mendengus, kemudian pergi membawa putra semata wayangnya untuk kembali ke kediaman.
Heng Biyen melompat ke altar pertarungan, dia menghampiri Zhou Fan.
"Bagus sekali, putriku tak salah memilihmu." Sambil berkata ia menepuk pundak Zhou Fan.
Patriark klan nampak lega, tersirat sebuah perasaan gembira karena mengetahui Zhou Fan merupakan pria yang kuat. Namun ia sedikit tidak mengerti, jelas jelas pria muda ini berada di tingkat petarung senior bintang dua, tapi dengan begitu mudah mengalahkan Heng Su yang berada satu tingkat di atasnya.
"Mungkinkah dia menyembunyikan kultivasinya yang asli?" Patriak klan menelisik lebih dalam, mencoba memecah penghalang jika memang benar-benar ada. Tapi ia tidak mampu melakukannya, membuat keningnya mengerut.
"Kenapa aku tak bisa menghancurkan penghalang itu? Tidak mungkin kan jika tingkatannya berada di atasku?" Patriark klan menggelengkan kepala, itu tidak mungkin. Bahkan di Kota Hong paling jenius juga baru mencapai petarung suci saat berumur hampir empat puluh tahun.
Zhou Fan jelas masih berusia dua puluhan tahun, membayangkan kekuatan yang tersimpan dalam tubuhnya, sungguh membuat bulu kuduk merinding.
"Patriark, tempat kelima, apakah aku telah mendapatkannya?"
Pertanyaan Zhou Fan seketika membangunkan patriark klan dari gejolak pikirannya, ia pun secepat mungkin mengangguk, khawatir Zhou Fan tidak lagi berniat menggendong nama Klan Heng dalam turnamen antar klan.
Namun itu tidak mungkin, lantaran tujuan Zhou Fan adalah membantu Klan Heng mendapatkan posisi pertama, kemudian mendapatkan kristal beast yang menjadi incarannya.
"Jika demikian, aku akan kembali ke ruangan ku."
Saat Zhou Fan pamit, patriark klan dengan cepat menghentikannya. "Tunggu junior, aku akan menyediakan sebuah kediaman untukmu."
"Tidak perlu patriark, aku sudah tinggal di kediaman tetua kedua." Zhou Fan melirik Heng Biyu yang langsung melompat ke atas altar pertarungan.
"Patriark, Zhou Fan adalah tunangan ku. Bukankah wajar jika ia tinggal bersama ku?"
Mendengar perkataan Heng Biyu, patriark mengangguk. "Hem, benar juga."
"Jika demikian, kami pamit terlebih dahulu, patriark." Heng Biyu membungkukkan sedikit tubuhnya, kemudian kembali bersama Zhou Fan.
Patriark klan menggelengkan kepala sembari berkata dengan pasrah. "Dasar anak muda, setiap saat selalu ingin bersama."
Melihat kepergian Zhou Fan serta tetua kedua dan juga putrinya, patriark membubarkan semua orang. Dalam waktu singkat altar pertarungan yang ramai itu berubah menjadi lenggang.
...
Di kediaman tetua kedua, tepatnya depan ruangan Zhou Fan...
"Sudah cukup, lepaskan tanganku." Zhou Fan menarik tangannya yang sejak pergi dari altar pertarungan terus dipegang oleh Heng Biyu.
Huh!
"Bukankah hanya pegangan tangan, ini juga agar semua orang tak curiga." Heng Biyu mendengus, melepaskan tangan Zhou Fan meski sedikit ada perasaan enggan.
"Kapan kau akan memberikan kristal itu kepadaku?" tanya Zhou Fan tiba-tiba.
Heng Biyu menyipitkan mata. "Kau bahkan belum bertanding dalam turnamen, tapi kau sudah membahas kristal beast itu. Sebenarnya apa yang ingin kau perbuat dengan kristal beast elemen es tersebut?"
Ekspresi Zhou Fan berubah dingin, sorot matanya nampak tajam. "Apa yang akan aku lakukan tak ada hubungannya denganmu. Ingat, jika kau tak menepati ucapanmu, kau akan menyesal."
Tepat setelah berkata, Zhou Fan masuk ke dalam, sebelum menutup pintu ia berkata. "Beberapa hal tidak seharusnya ditanyakan."
Pintu tertutup sedang Heng Biyu masih berdiam di sana. Meski dia merasa Zhou Fan yang baru saja itu sedikit menakutkan, tapi tetap ia masih menaruh rasa terhadapnya. Namun di sisi lain ia juga penasaran dengan alasan mengapa Zhou Fan mencari kristal beast ber elemen es.
...
Hari demi hari berlalu, pagi ini keadaan Klan Heng begitu ramai karena hari ini mereka semua anggota klan akan pergi ke pusat kota untuk menghadiri acara akbar yang diselenggarakan dua tahunan.
Itu adalah turnamen antar klan yang memperebutkan hak atas tambang mineral.
"Kau harus mendapatkan tempat pertama."
"Tak perlu memaksakan diri, cukup kembali dengan selamat."
Beberapa orang tua mencoba memberi pesan terhadap putra mereka yang akan bertanding, hanya Zhou Fan yang berdiri sendiri ditemani Zhou Jim yang berdiam di sampingnya.
Namun tak berselang lama Heng Biyu datang bersama dengan ayahnya--tetua kedua. Heng Biyen berjalan menuju tempat patriark klan, sementara Heng Biyu mendekat ke tempat Zhou Fan, dan berhenti tepat di samping pria muda berpakaian hitam tersebut.
"Aku akan memenangkan tempat pertama, aku harap kau telah menyiapkan kristal beast itu." Tanpa melirik Zhou Fan berkata, membuat Heng Biyu mendengus.
"Apakah aku begitu tak bisa kau percaya, sejak kemarin kau selalu mengingatkan hal itu kepadaku."
Zhou Fan hanya diam, beberapa saat kemudian melirik sekilas wajah Heng Biyu. "Kita tidak terlalu mengenal, siapa yang tahu kedepannya kau akan menepati ucapanmu atau tidak."
Heng Biyu menarik sudut bibirnya, "Apakah kita perlu lebih mengenal, aku selalu siap jika harus demikian?"
Plak!
Zhou Fan menepis tangan Heng Biyu yang mencoba mendekatinya. "Setelah ini selesai, aku akan meninggalkan kediaman ini. Aku tak akan bertanggung jawab untuk menjelaskan semua ini kepada klanmu atau juga ayahmu. Kau yang memulainya, kau juga yang harus menyelesaikannya."
Zhou Fan berjalan masuk ke dalam kereta, meninggalkan Heng Biyu yang termenung di tempatnya.
Heng Biyu kemudian dengan cepat menyusul Zhou Fan, masuk ke dalam kereta yang sama dengannya.
"Ini, kau simpanlah. Sudah aku katakan, aku bukan seorang yang menjilat ludah sendiri." Tepat setelah mendudukkan tubuhnya di hadapan Zhou Fan, Heng Biyu menyerahkan sebongkah batu kristal berwarna putih keperakan.
Mata Zhou Fan sedikit melebar, di tangannya ini benar-benar merupakan kristal beast tingkat delapan ber elemen es. Sungguh tak menyangka Heng Biyu memberikan kristal ini kepadanya, bahkan tak sedikit pun ragu atas tindakannya.
"Kau menyerahkan kristal ini kepadaku, tidakkah kau takut aku membawanya pergi tanpa mempedulikan turnamen antar klan yang akan dilaksanakan?" tanya Zhou Fan sembari memandang kristal beast di tangannya.
Heng Biyu menggeleng, "Jujur saja aku khawatir tentang itu. Tapi aku percaya bahwa kau tak akan melakukannya."
Zhou Fan diam, tak meneruskan pembicaraan. Ia hanya sibuk memandangi kristal besst di tangannya. Perasaan dingin ketika memegangnya sungguh membuatnya bahagia.
Sekarang ia telah mendapatkan enam kristal beast, tersisa empat kristal lagi. Meski begitu Zhou Fan tak tahu apa yang akan ia hadapi dalam perjalanan ke depannya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu, rombongan sampai di pusat kota. Nampak ramah lapang luas telah ramai, dipenuhi oleh kereta kuda yang berjajar rapi. Lambang klan yang berdiri di baris terdepan seolah memberitahu semua orang bahwa mereka--klan besar telah datang.
Zhou Fan turun dari kereta, melihat suasana yang begitu meriah, ia teringat saat mengikuti turnamen di Kota Batu Hitam. Saat itu ia mengalahkan Zhou Han di final dan membuat semua orang tercengah akan keberhasilannya.
Seorang pria tua berjalan menaiki panggung arena, ekspresi selalu tenang. Namun ketenangan selalu dapat menghanyutkan, tidak tahu saja tersimpan kekuatan yang tidak bisa di balik tubuh tuanya yang renta.
Setelah berdiri di tengah semua orang, pria tua itu mengedarkan auranya yang cukup membuat banyak orang sesak nafas. Meski hal semacam itu tidak berlaku bagi Zhou Fan dan beberapa orang yang memiliki kultivasi tinggi.
"Tak perlu basa basi, dengan ini aku mengumumkan turnamen generasi muda antar klan besar dimulai!"