
Zhou Fan merasakan dada sedikit sesak, seolah ada yang menusukkan jarum tepat pada jantungnya. Perasaan yang semula tenang dan penuh harap bahagia berubah sedikit gelisah, ada sebuah kerikil kecil mengganjal dalam pikirannya.
"Tuan muda, lihat!"
Suara Ciu San membuat Zhou Fan seketika mengedarkan pandangan ke depan, seperti yang dikatakan pria bertubuh gempal itu, hamparan tanah nampak jelas di depan mata.
Zhou Fan membentangkan layar, angin laut membawa mereka menuju daratan. "Wei'er, tunggu aku!"
Setelah satu hari satu malam Zhou Fan mengendalikan kapal, mereka menginjakkan kaki di pantai Kota Batu Hitam. Ekspresi Ciu San sedikit aneh, begitupun dengan Zhi Long, mereka saling pandang seolah tak percaya jika Zhou Fan berasal dari sebuah tempat dengan energi alam sangat sedikit.
Mungkin ini yang dinamakan petarung sejati, tak peduli dari mana, meski dari tempat yang tidak mendukung tapi mampu menjadi sosok yang sangat dikagumi banyak orang.
Zhou Fan menarik nafas sejenak, menyesuaikan diri dengan energi yang ada di daratan Tian Lei.
"Saat ini keadaan Klan Zhou sangat ramai, banyak tabib berkumpul dari berbagai kota."
"Namun belum ada yang mengetahui untuk siapa tabib tabib itu dipanggil, yang jelas pasti ada suatu yang sangat serius."
Air muka Zhou Fan seketika berubah mendengar percakapan dua pria yang melintas di depannya.
Tabib? Klan Zhou?
"Wei'er!" Zhou Fan melesat menuju kediaman Klan Zhou, sementara Dua Kapak Kembar serta Zhou Jim mengikut dari belakang.
Tak butuh waktu lama bagi Zhou Fan tiba di depan pintu gerbang klan, gapura dengan plakat perak di atas bertuliskan 'Klan Zhou' terlihat dengan sangat jelas.
"Siapa kalian?" Dia penjaga menghentikan, menaruh tombak menghalangi jalan.
Dua penjaga ini nampaknya belum bekerja terlalu lama, tak bisa mengenali wajah Zhou Fan. Meski terdapat sedikit perubahan, siapapun yang pernah melihatnya tak mungkin tak mengenalinya.
Tak mau berdebat Zhou Fan mengeluarkan token Klan Zhou miliknya, sontak dua penjaga itu terkejut dan menurunkan tombak dengan gemetar. "Tuan muda!"
Zhou Fan menyimpan kembali tanda pengenalnya, masuk ke dalam meninggalkan dua penjaga yang mematung. "Apakah dia orangnya?" gumam satu penjaga masih enggan untuk percaya.
"Tidak mungkin salah, dia adalah Tuan Muda Zhou Fan. Hanya dia yang memiliki tanda pengenal dengan aksen emas di bagian depan." Meski tak mengenali wajah Zhou Fan, mereka sebagai penjaga gerbang tentu mengetahui tentang jenis jenis tanda pengenal yang dimiliki anggota Klan Zhou.
Sementara Zhou Fan yang sudah masuk ke kawasan Desa Giok, langsung menuju kediamannya. Di depan pintu ia melihat banyak sekali tabib, berbaris seperti menunggu giliran. Kemudian sepasang mata hitam itu menangkap sosok yang sangat ia kenal--ayahnya.
"Ayah!"
Zhou Hu mendengar suara yang tidak asing mencari sumber suara itu, melihat seorang pria muda yang mirip dengan putranya ia menepuk pipi beberapa kali. "Fan'er, kau kah itu?"
Zhou Fan mendekat, langsung menanyakan keadaan Qing Yuwei dan yang lain.
"Semua baik-baik saja, tapi Wei'er dia ...." Zhou Hu tak bisa berkata-kata, lidahnya seolah kelu.
Zhou Fan merasakan firasat buruk, tanpa membuang lebih banyak waktu meminta sang ayah membawanya ke tempat Qing Yuwei.
"Apakah kau sudah mendapatkan sepuluh kristal beast elemen es?"
"Sudah, semua sudah siap." Jawaban Zhou Fan membuat Zhou Hu terkejut. Yang dibutuhkan bukan hanya kristal beast tingkat satu dua atau tiga, tapi tingkat delapan dan tidak boleh kurang. Namun putranya ini telah mengatakan sudah, membuatnya sangat penasaran.
Akan tetapi menanyakan hal itu untuk saat ini kurang tepat, memutuskan untuk membawa Zhou Fan ke tempat Qing Yuwei berada.
Ruangan begitu sepi, karena tak ada yang boleh mengganggu atau sekadar masuk ke dalam ruangan semenjak kondisi Qing Yuwei menurun. Zhou Fan bersama Zhou Hu, melihat sang istri terbaring tak sadarkan diri muncul perasaan bersalah yang sangat besar.
"Wei'er, maafkan aku!" Ini semua karenanya, andai ia lebih mampu sebagai seorang suami, mungkin tak ada hal buruk yang menimpa Qing Yuwei.
Zhou Hu menyentuh pundak Zhou Fan, "Jangan terlalu larut, ini juga bukan salahmu. Bukankah kau sudah mendapatkan kesepuluh kristal beast elemen es, sudah saatnya kau menyembuhkan Wei'er."
Nasihat sang ayah membuat Zhou Fan sadar, tak menvuang waktu lagi dia langsung mengeluarkan kesepuluh kristal beast termasuk kristal dewa beast milik singa bersayap.
Wajahnya Zhou Fan berubah pucat melihat kristal veast yang begitu besar. Selain itu aura yang terpancar berada di luar batasannya. "Fan'er, apakah itu juga merupakan kristal beast tingkat delapan?"
Mulut Zhou Hu terbuka lebar, keterkejutan sudah melebihi batas wajar. Di atas tingkat sembilan, apakah ada tingkatan setinggi itu?
Ingin sekali Zhou Hu melampiaskan pertanyaannya, tapi ia mengetahui bahwa ini bukan saat yang tepat.
Zhou Fan sendiri mulai menempatkan kristal beast mengelilingi Qing Yuwei, dengan sebuah segel kristal beast mulai memancarkan aura dingin yang menusuk. Tugas Zhou Fan tidak serta merta selesai, ia harus menjadi penyalur dua energi yang saling berlawanan (panas dan dingin) agar tak berdampak buruk.
Zhou Hu merasakan tekanan yang sangat kuat, tubuhnya menggigil tapi di sisi lain juga kepanasan. Karena tak tahan ia memutuskan untuk keluar.
Bertepatan dengan itu Wei Guanlin dan juga Zhou Qian datang. Melihat Zhou Hu baru saja keluar dan nampak tak baik-baik saja membuat keduanya mengerutkan kening.
"Ayah, apa yang terjadi? Siapa yang ada di dalam?" tanya Wei Guanlin.
Zhou Hu menarik nafas panjang, mengembalikan kondisi tubuhnya. Padahal bisa dikatakan dia adalah orang terkuat di Kota Batu Hitam dengan kultivasi petarung kaisar bintang lima, tapi menghadapi tekanan di dalam ruangan ia seperti semut yang mencoba mengangkat batu besar.
"Suamimu telah kembali."
Wei Guanlin melebarkan mata, terkejut tapi juga senang mendengar Zhou Fan telah kembali. Sementara Zhou Qian mendadak tuli, dia menarik lengan sang suami dan bertanya sekali lagi. "Siapa? Siapa yang telah kembali?"
"Putra kita, Fan'er telah kembali. Dia saat ini tengah berusaha menyembuhkan Wei'er."
Mendengar jawaban Zhou Hu mata Zhou Qian seketika berbinar. Sang putra yang telah lama pergi akhirnya kembali. Tak bisa membendung rasa bahagia ia mulai mengeluarkan air mata, ini bukan hanya masalah Zhou Fan yang kembali, tapi tentang dua cucunya yang akan melihat siapa sosok ayah mereka. Kemudian Qing Yuwei yang akan kembali bersama mereka--keluarganya.
"Jangan ganggu dia, biarkan dia fokus untuk menyembuhkan Wei'er."
Baru satu langkah Zhou Qian mendekat, seketika berhenti mendengar kata Zhou Hu. Meski dia masuk juga tak akan mampu bertahan dari kuatnya energi di dalam ruangan.
Zhou Qian membalikkan badan, terkejut melihat keberadaan dua pria bertubuh gempal. Kemudian beralih pada anjing kecil di samping mereka. "Siapa mereka?" tanyanya pada Zhou Hu dengan suara lirih.
Zhou Hu menepuk kening dengan menyesal, "Ah! Aku melupakan mereka berdua."
Zhou Qian dan Wei Guanlin saling pandang, tak tahu apa maksud perkataan Zhou Hu. Sementara Patriark Klan Zhou itu menghampiri Dua Kapak Kembar. "Dua tuan, -- "
"Tuan besar, tak perlu begitu sopan. Kami adalah pengawal tuan muda. Bisa mengikuti tuan muda merupakan keberuntungan bagi kami."
Zhou Hu tertegun, tak mengira jika dua pria yang memiliki aura sangat kuat ini adalah pengawal putranya. Bukan hanya dia, tapi juga Wei Guanlin dan Zhou Qian.
"Salam nyonya muda! Salam nyonya besar!" Ciu Dan dan Zhi Long tak sengaja mendengar pembicaraan antara tiga orang itu, membuat keduanya mengetahui siapa yang berdiri di hadapan mereka.
Satu hari berlalu, tapi Zhou Fan yang berada di dalam ruangan belum juga keluar. Wei Guanlin, Zhou Hu serta yang lain sudah menunggu, bahkan Zhou Xia dan Zhou Ya telah menunggu di luar. Mereka sangat tidak sabar melihat ayah yang setiap hari muncul dalam mimpi, juga Qing Yuwei yang tak satu hari pun terlewat untuk mengharapkannya bangkit dari tempat tidur.
"Ibu, apakah ayah dan ibu kedua masih lama di dalam?" Zhou Xia sudah mengantuk, sejak siang meteka menunggu. Namun hingga malam Zhou Fan belum keluar, menunjukkan bahwa proses penyembuhan belum usai.
Wei Guanlin mengelus puncak kepala Zhou Xia, "Bagaimana jika kita kembali ke ruangan, besok baru bertemu dengan ayah."
Zhou Xia yang berada dalam pelukan Wei Guanlin mengangguk, sementara Zhou Ya yang bersama sang kakek enggan untuk ikut.
"Kau kembalilah bersama Xia'er. Mungkin putramu ingin menunggu ayahnya, biar dia bersama kami."
Mendengar perkataan Zhou Qian, Wei Guanlin mengangguk dan membawa Zhou Xia pergi kembali ke ruangan.
Zhou Hu memandang cucu kecilnya. Mata hitamnya sangat murni, menyorot lurus pintu ruangan. Ia seolah tahu bahwa ayahnya berada di dalam, dia di sana menunggu sang ayah keluar.
Namun anak usia tiga tahun tidak mungkin menahan kantuk, meski kepala tak jarang terayun-ayun akan jatuh. Saat Zhou Hu ingin mengantarnya kembali ke ruangan, Zhou Ya selalu bangun dan merengek tak mau pergi.
...
Di dalam ruangan, Zhou Fan telah menghabiskan puluhan pill pemulihan. Penyatuan dua energi yang berlawanan jika tak di tahan akan berdampak kematian, Zhou Fan menahan hampir semua rasa sakit yang seharusnya dirasakan Qing Yuwei. Bahkan dari tangan nampak keringat bercampur dengan darah. Arteri yang pecah, keluar melintasi pori-pori kulit.
"Wei'er!"
Sekilas Zhou Fan melihat reaksi pada istrinya, ini merupakan pertanda baik setelah satu hari satu malam tak juga mendapat kemajuan. Zhou Fan semakin semangat dalam meneruskan prosesnya.