
Hari demi hari berlalu tak terasa telah satu bulan Zhou Fan berada di pegunungan tinggi.
Beberapa waktu terakhir Zhou Fan memfokuskan diri untuk mengolah tanaman herbal yang dia dapatkan dari Zen Yoan, pill kultivasi tingkat sepuluh adalah yang utama, tapi dia juga membuat beberapa pill lain seperti pemulihan tingkat kesembilan.
Zen Yoan sudah tidak lagi bersama dengannya, pengemis tua itu sudah pergi sejak hari dimana Zhou Fan memenangkan taruhan. Dia tidak mengatakan apa apa, hanya berpesan 'jangan mati sebelum bertemu denganku'.
Mungkin terdengar kasar, tapi memang itulah kalimat terakhir yang dikatakan kepadanya.
Hem...
Zhou Fan melirik ke sekitar, banyak sekali tanaman herbal yang membusuk di sana. Itu adalah tanaman yang gagal diolah.
Membuat pill kultivasi tingkat kesepuluh tidaklah gampang, meski dengan bantuan tungku awan hitam, Zhou Fan beberapa kali mengalami kegagalan.
Auk...
Zhou Jim datang dari luar, serigala merah itu baru saja sembuh setelah mendapatkan luka serius saat pertarungan dengan pria tua utusan pangeran kedelapan. Bahkan jika diperhatikan, luka di pelipis kanan wajahnya masih terlihat sangat jelas.
Zhou Fan mengangkat tangan, mengelus kepala Zhou Jim perlahan. "Kau tenang saja, pria tua itu, aku akan membalasnya."
Padahal mereka sama sekali tidak memiliki masalah, tentu saja terlepas dari konflik antara pangeran kedelapan dengan pangeran ketiga. Tidak hanya melukainya, tapi melukai serigalanya, tidak bisa dibiarkan.
Zhou Jim seolah mengerti, serigala berbulu merah itu mengangguk dan berjalan ke arah tumpukan tanaman herbal yang sudah membusuk.
Zhou Fan hanya menyaksikan. Ketika melihat Zhou Jim melahap sisa olahan pill gagal itu, mata Zhou Fan melebar.
"Hei, muntahkan! Itu tidak baik untukmu. Sebaiknya -- "
Beberapa saat Zhou Jim terlihat baik baik saja, membuat Zhou Fan mengerutkan kening.
"Apakah dia tidak terpengaruh akan efek samping tanaman herbal busuk itu? ... Heh, aku telah meragukan ketahanan tubuhnya."
Melihat Zhou Jim baik baik saja, Zhou Fan pun membiarkan. Pemuda itu mulai bersila dan menelan pill kultivasi tingkat kesepuluh buatannya.
Taruslah bertambah kuat.
Kalimat yang saat ini melayang di dalam kepalanya. Dengan pill yang ada, dia akan berkultivasi sampai batasnya.
Perlahan Zhou Fan memejamkan mata, dari tubuhnya keluar sinar emas yang semakin menyebar.
Satu dua hari bahkan minggu berlalu dengan cepat, tapi Zhou Fan masih saja bergeming dalam aktivitasnya. Pemuda itu bahkan tidak terpengaruh saat ada laba laba kecil yang membuat sarang di dekatnya.
Zhou Jim entah mengapa serigala itu meringkuk di samping Zhou Fan, dari tubuhnya juga keluar semburat sinar kemerahan yang terus berputar.
Beberapa harian kemudian, Zhou Fan tiba tiba membuka mata. Bersamaan dengan itu energi besar terpental dari tubuhnya.
"Petarung kaisar bintang enam? Ini masih kurang." Zhou Fan akan menghadapi banyak bahaya mulai dari sekarang, dengan hanya petarung kaisar, dia tidak akan dapat bertahan.
Selain itu, tugas mencari kristal beast tingkat kedelapan masih menantinya. Oleh karena itu, setidaknya Zhou Fan harus mencapai petarung suci.
Zhou Fan mengeluarkan beberapa pill kultivasi tingkat kesepuluh, dia menelan salah satunya.
Pemuda itu melakukan seperti yang dia lakukan pertama kali, memejamkan mata dan berfokus untuk menyerap khasiat pill kultivasi tingkat kesepuluh.
Waktu terus berlalu, dalam kurun waktu tertentu Zhou Fan selalu memasukkan pill kultivasi tingkat kesepuluh ke dalam mulutnya. Entah sudah yang ke berapa pill yang dia konsumsi, yang jelas itu lebih dari hitungan jari.
Andai di luar sana ada yang tahu bahwa ada seorang seperti Zhou Fan yang berkultivasi dengan begitu cepat, mungkin akan terjadi kehebohan di seluruh daratan.
***
Erg...
"Aku masih berada di tingkat petarung senior bintang sembilan." Zhou Fan mengatakan dengan nada mengeluh, sungguh tidak mengira puluhan pill kultivasi tingkat kesepuluh tidak mampu membuatnya menjadi seorang petarung suci.
Namun itu sudah menjadi pencapaian besar, karena Zhou Fan naik tingkat dengan sangat cepat. Bahkan orang yang dijuluki jenius belum mesti bisa melakukannya.
"Kemana serigala itu?" Zhou Fan tidak menemukan Zhou Jim di sekitarnya, entah kemana serigala itu berkeluyuran.
Beberapa saat kemudian serigala merah besar datang dengan ekspresi girang, seolah dia tahu bahwa tuannya telah kembali dari aktivitas panjangnya.
Ketika Zhou Fan menelisik Zhou Jim, dia merasakan serigala itu telah berada pada tingkat kaisar bintang lima. Sungguh mengagumkan untuk seukuran beast sepertinya.
Zhou Fan tersenyum, dia kemudian mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanan. "Jim, mari kita berburu."
Awu....
Zhou Jim melolong panjang, serigala itu kemudian melesat mendahului Zhou Fan.
Zhou Fan tentu saja tidak akan diam dan membiarkan serigala itu memimpin. Dengan cepat dia mengayunkan kaki, dalam beberapa gerakan sudah sampai di samping Zhou Jim.
"Ayo kita pergi ke area inti." Zhou Fan menambah kecepatan, meninggalkan Zhou Jim yang masih bergerak lamban.
Pegunungan tinggi dibagi menjadi dua bagian, bagian luar dan juga inti. Letak di mana goa berada itu adalah kawasan pegunungan luar, jika itu pegunungan inti, maka akan ada sangat banyak beast berkeliaran.
"Area inti benar benar membuat orang bergidik, baru saja melintasi perbatasan, sudah dapat dirasakan sebuah aura mencekam."
Zhou Fan memandang kawasan pegunungan tinggi area inti, benar benar berbeda dengan area luar yang sangat penuh akan karisma mengagumkan.
Grah!
Suara keras itu terdengar dari pegunungan tinggi area inti, Zhou Fan langsung melesat dan mencari sumber suara.
Ketika melihat ada dua ekor beast tengah bertarung, Zhou Fan hanya menyaksikan dengan Zhou Jim di sampingnya.
Di hadapannya adalah beast tingkat enam, kekuatan keduanya tidak jauh berbeda dengan Zhou Jim yang kini setara dengan petarung kaisar bintang lima.
Zhou Fan melirik Zhou Jim, serigala itu terlihat sudah tidak sabar, bahkan air liurnya menetes ketika melihat beast macan ekor api serta beast babi bercula ganda.
"Dua beast itu sudah bertarung satu sama lain. Jika Zhou Jim maju, mungkin masih dapat mengalahkan keduanya." Zhou Fan mengelus dagu terlihat berpikir, pemuda itu ingin menguji kekuatan Zhou Jim.
Akankah serigalanya itu mampu melakukan tugas untuk menghabisi lawannya, bagaimanapun mereka memiliki tingkat kekuatan yang setara.
"Baiklah Jim, kau maju dan kalahkan mereka." Zhou Fan menunjuk kedua beast yang masih saling berhadapan.
Awuuu...
Tanpa menunggu perintah kedua, serigala itu melompat sambil melolong panjang.
Hem...
Zhou Fan mengamati pertarungan tiga beast yang tidak mengenal kawan atau lawan, mereka menyerang dengan brutal ke masing masing beast lainnya.
Gerr...
Zhou Jim menggeram dan menerjang macam ekor api, tapi ketika hendak mengoyak kulit macam ekor api, dari samping babi bercula ganda menubruknya.
Zhou Jim terpental beberapa meter, tapi serigala itu langsung bangkit dan kembali menyerang.
Zhou Fan yang melihat betapa gigihnya Zhou Jim berusaha mengalahkan lawan tersenyum puas.
"Memang pantas menjadi serigala-ku."