Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 140 : Kenyataan yang Tak Diharapkan


Zhou Fan membiarkan Yin Cun agar lebih tenang, membebaskan para tawanan yang setidaknya ada ratusan orang. Memang bajak silumam ini cukup kejam, menangkap orang lalu dijual.


Zhou Fan bercengkrama dengan beberapa wanita yang baru saja keluar dari penjara. Meski dengan raut wajah ketakutan mereka tetap menjawab pertanyaan yang diajukan.


Dari perbincangan singkat itu Zhou Fan mengetahui ternyata yang diincar bajak siluman adalah mereka yang berasal dari luar Kekaisaran Han, mencoba masuk ke wilayah Kekaisaran Han melintasi laut selatan--wilayah kekuasaan bajak siluman.


Kebanyakan dari mereka adalah penduduk Kekaisaran Shao yang mencari peruntungan di Kekaisaran Han. Namun nasib berkata lain, mereka malah dipertemukan dengan kelompok bajak siluman yang pada akhirnya mengurung mereka di penjara bawah tanah.


"Aku ingin bertanya, apakah kalian mengenal seorang wanita muda, dia cantik dengan tinggi kurang lebih se-dagu." Zhou Fan mengangkat tangannya setara dagu, karena yang dia ingat Miao Ling setinggi itu waktu di Kekaisaran Shi dulu.


Wanita paruh baya itu menengok ke tempat temannya, kemudian bertanya kepada Zhou Fan. "Tuan, siapa nama wanita itu. Mungkin saja kami mengenalnya, karena kami yang berada dalam satu penjara pasti mengenalinya."


"Miao Ling, dia bernama Miao Ling."


Mendengar nama yang disebutkan oleh Zhou Fan, wanita paruh baya itu sejenak mengingat. Namun tak mendapati nama itu dalam ingatannya. "Tunggu sebentar tuan, mungkin tidak satu penjara denganku. Aku akan mencoba bertanya kepada teman lainnya."


Zhou Fan cukup kagum dengan wanita paruh baya ini, dibandingkan dengan yang lain ia masih terlihat baik-baik saja. Sangat berbeda dengan para tawanan lainnya yang seolah masih terpukul atas peristiwa yang menimpa mereka.


Beberapa saat wanita paruh baya itu membawa seorang wanita bersamanya. "Tuan, bisa kau ulangi siapa nama wanita itu?"


Zhou Fan mengangguk, "Miao Ling."


Wanita paruh baya menoleh ke wanita di sampingnya. "Apa benar kau tahu siapa itu Miao Ling?"


Anggukan kecil membuat Zhou Fan berharap, perlahan wanita itu mulai berkata. "Dia memiliki kulit yang bersih, rambut hitam yang panjang. Dia adalah wanita yang cantik, jika tidak salah ia datang dari negeri yang jauh, bersama dengan tunangannya."


Mata Zhou Fan melebar, tidak salah lagi bahwa itu adalah Miao Ling.


Perlahan ia melirik Yin Cun, baru saja akan menyampaikan kabar gembira. Tapi perkataan selanjutnya dari wanita ini membuatnya mematung tak bisa bicara.


"Karena kecantikan itu dia tidak beruntung, seorang tuan muda keluarga bangsawan datang menebusnya. Engkau pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada seorang wanita yang dibeli oleh para bangsawan."


Ekspresi wajahnya Zhou Fan berubah suram, "Tahukah kau siapa tuan muda itu?"


Kedua wanita yang berada di dekat Zhou Fan langsung merasakan aura mencekam, mereka tak bisa bersuara karena tubuh yang menggigil ketakutan.


Dengan cepat Zhou Fan menarik aura miliknya, membiarkan wanita ini mengatakan semua hal yang dia ketahui.


"Aku sendiri tidak mengetahui siapa tuan muda yang telah membelinya, karena aku berasal dari Kekaisaran Shao. Namun aku mengingat satu hal, dia berasal dari keluarga Chen."


"Keluarga Chen, jadi Ling'er berada di sana?" Zhou Fan spontan membalikkan badan, itu adalah Yin Cun yang berjalan mendekat ke tempatnya berada.


"Yin Cun, kau -- "


"Tak perlu kau menutupinya dariku saudara Zhou. Aku sudah mendengar semuanya, aku juga tahu bahwa Ling'er berada di tangan tuan muda keluarga Chen." Yin Cun mengusap wajahnya, kini nampak sebuah tekad yang membara dalam dirinya.


"Apapun yang terjadi, aku akan menyelamatkannya. Jika dia mati aku akan mati, menemani jasadnya." Yin Cun berkata dengan serius, yang terpenting baginya sekarang adalah menyelematkan Miao Ling--tunangannya.


"Aku akan membantumu, kita adalah saudara. Persetan dengan keluarga Chen, mereka akan menyesal jika terjadi sesuatu terhadap saudari Miao Ling."


Yin Cun menengadahkan kepalanya, memandang Zhou Fan dengan terharu. Namun tak ada kata yang bisa dia ucapkan, mulutnya terasa kalu.


Zhou Fan menepuk pundak Yin Cun, kemudian berjalan mendekati Dua Kapak Kembar. Mereka berjalan keluar, diikuti para tawanan yang berjalan di belakang.


Tawanan wanita begitu melihat sanak saudara langsung menghampiri mereka, pertemuan yang sangat mengharukan. Mereka di satu pulau, bahkan satu tempat. Namun mereka tak bisa bertemu, saat ini mereka mencurahlan rasa rindu yang telah tertahan begitu lama.


Zhou Fan mengedarkan pandangan, markas bajak siluman telah hancur tak bersisa. Ia mambawa mereka semua berjalan menuju bibir pantai, tapi dalam kepalanya hanya ada satu permasalahan. Bagaimana cara membawa mereka semua kembali, sedang kapal yang dia bawa berukuran kecil. Hanya muat paling tidak belasan orang.


Di tengah kegundahan Ciu San berteriak sambil berlari mendekat, entah dari mana pria gempal itu berkelayapan.


"Tuan muda, di sana terdapat beberapa kapal. Jika tidak salah merupakan kapal milik bajak siluman."


Ciu San berbalik, mengajak Zhou Fan ke tempat ia menemukan kapal.


Benar saja, di sisi lain pulau terdapat lima buah kapal berukuran sedang. Lebih dari cukup untuk mengangkut para tawanan.


Zhou Fan tak memutuskan siapa yang akan naik kapal yang mana, ia hanya mengatakan kalian tentukan tujuan dan naiklah kapal dengan kelompok tujuan yang sama.


Mereka membagi lima kelompok, nampaknya ada lima tempat yang berbeda. Jumlahnya sangat pas dengan jumlah kapal yang ada.


Zhou Fan ikut naik ke salah satu kapal yang memiliki tujuan Kota Dianlan. Namun, terlebih dahulu ia menyuruh nahkoda kapal kecil untuk kembali.


Saat ini mereka sudah berada di atas kapal, kapal pun sudah melaju dengan salah seorang tawanan menjadi nahkoda.


"Ciu San, Zhi Long, di mana pria itu?"


Ciu San baru teringat akan keberadaan pria paruh baya yang menjadi petunjuk arah dalam perjalanan menuju pulau rote, ia berusaha mencari tapi tak menemukan batang hidungnya.


Zhi Long pun demikian, ia mengingat kehilangan kontak dengan pria paruh baya saat keluar dari kediaman. Saat itu memang ia harus melindungi para tawanan, dari tetua bajak siluman. Ia tak lagi bisa mengawasi pria paruh baya.


Zhou Fan tertawa lirih, "Dia cukup pandai memanfaatkan keadaan. Dia lolos untuk kali ini, tapi jika sampai bertemu. Aku pastikan dia menyesal."


Yin Cun masih diam di tempatnya, memandang hamparan air yang terbelah seiring dengan kapal menerjang. Pandangannya sama sekali tak teralihkan, tapi pikirannya melayang jauh membayangkan Miao Ling.


Zhou Fan mensejajarkan tubuhnya dengan Yin Cun. "Dia adalah wanita yang tangguh, pasti dalam keadaan baik baik saja."


Yin Cun menoleh sekilas, tanpa berkata mengembalikan pandangannya. Pria yang semula ceria itu berubah menjadi pribadi yang dingin dan pendiam.


"Aku tak pantas untuknya, aku terlalu lemah. Tidak berguna! Andai aku lebih kuat, dia tak mungkin mengalami nasib buruk seperti ini, ini semua salahku!" Yin Cun menggertakkan giginya, mengeluarkan semua yang ada dalam kepalanya.


Baru saja dia ingin kembali berkata, kapal terguncang dengan ombak besar. Perlahan air naik begitu tinggi, menampakkan sesosok yang begitu besar dengan gigi runcing nan tajam.


Zhou Fan menengadahkan kepala, mulutnya sedikit terbuka. "Beast tingkat delapan, Gurita Air Asin!"