
"Jadi itu keputusanmu? Berpihak kepada pangeran pertama saat ada di antara keluargamu yang juga adalah seorang pangeran?" Song Dayi tertawa mencibir, dia benar benar salah menilai sifat seseorang.
"Kalian yang memaksaku, kalian tidak ingat siapa yang menyediakan pill saat berada di bawah, aku! Akulah orangnya, tapi di mata kalian aku lebih rendah darinya, seorang pemuda yang bahkan tak jelas asal usulnya." Song Akoi berseru dengan gila, mengungkapkan segala kata yang terlibat dalam kepala.
Hem...
"Sekarang aku mengerti, mulut adalah jurus terakhir ketika berada dalam posisi tidak menguntungkan." Zhou Fan berkata pelan, tapi siapa sangka saat itu tidak ada yang bicara, membuat suaranya begitu jelas dan terdengar oleh Song Akoi.
"Kau -- ini semua karena kau, kau tak berhak menilai ku!" Song Akoi menuding dengan telunjuk menusuk, matanya menyorot begitu tajam seolah bisa mengeluarkan sinar pembasmi yang diarahkan kepada Zhou Fan.
"Song Akoi, bukan hanya berpihak kepada pangeran pertama, tapi kau bahkan berencana mengkudeta posisi patriark klan, kau tak pantas dimaafkan!" Song Dayi tak lagi memanggilnya dengan tetua, karena di matanya Song Akoi tak pantas mendapatkan posisi tersebut.
"Namun mengingat budi baikmu, kau hanya akan menghabiskan hidup lima belas tahun di penjara penyucian." Song Dayi memberikan putusan, dia adalah orang kedua yang paling didengar perkataannya setelah patriark.
Namun Patriark Klan Song tengah berada dalam pelatihan tertutup, jadi dalam kurun waktu tersebut Song Dayi adalah patriark sementara.
"Terimalah kemurahan hati tetua agung, jika kau masih berniat melawan, maka tiada tempat bagi orang sepertimu." Song Ouyang sudah melepas auranya, dia begitu murka saat ada orang yang mengkhianatinya.
Meski bukan dirinya secara pribadi, mengkhianati klan sama saja itu termasuk.
"Hanya kalian? Heh ...." Song Akoi mengeluarkan sebuah token.
Song Ouyang yang melihat pergerakan itu langsung melesat mencoba merampas token tersebut. Namun naas, dia terlambat. Sekejap mata Song Akoi menghilang dari sana, bahkan aura yang ditinggalkan pun seolah lenyap.
"Sial, dia ternyata memiliki pusaka berharga. Setidaknya untuk mendapatkan satu token teleportasi membutuhkan lima belas ribu, dia pasti mendapatkannya dari pangeran pertama." Song Ouyang mendengus dan merapikan pakaiannya yang berantakan akibat berusaha menangkap Song Akoi.
Zhou Fan menyipitkan mata, dia baru kali ini menyaksikan hal semacam itu. Tak disangka ternyata ada barang yang bisa digunakan untuk melarikan diri, bahkan seorang petarung suci seperti dirinya dan juga Dong Dayi pun tak bereaksi.
"Token teleportasi? Ternyata masih banyak yang tidak aku ketahui tentang daratan ini." Zhou Fan membatin dengan nada mengeluh.
Semua tetua kembali, begitupun dengan Song Dayi dan juga Shao Mingrui. Hanya ada Zhou Fan dan juga Dua Kapak Kembar. Ketika hendak menyusul, pandangan matanya tak sengaja memandang sesuatu.
Eh...
Di tempat Song Akoi berdiri terakhir kali, terlihat pecahan token teleportasi, tapi itu sudah hancur berkeping-keping. Perlahan Zhou Fan mendekat, dia cukup penasaran dengan token teleportasi, oleh karena itu dia memungut dan mengamati lebih dekat.
"Tuan muda, itu sudah tidak akan berguna. Token teleportasi hanya bisa digunakan satu kali, dan jarak jangkauannya tidak lebih dari seribu mil." Zhi Long menjelaskan secara singkat.
Zhou Fan tetap mengambil pecahan itu, dia melihat ada sebuah aksara kuno yang sangat rumit di permukaannya.
"Ayo kita kembali." Dengan tiga kata itu mereka melesat kembali ke kediaman Klan Song, tapi tak lama dia kembali pergi dengan dua nyawa tambahan di sampingnya.
Mereka tak lain adalah Shin dan juga Zhou Jim yang bergerak tak kalah cepat dibandingkan yang lainnya. Tujuan Zhou Fan saat ini adalah Kota Guaye, tentu rencana yang dia sampaikan sebelumnya bukanlah hanya omong kosong, dia benar benar akan menyusup ke perkemahan pasukan pangeran pertama.
"Tuan muda Zhou, telah dipastikan jika jumlah mereka tak kurang dari seratus orang, sepuluh orang merupakan petarung senior, satu orang petarung suci sementara lainnya petarung kaisar." Seorang pria berpakaian laksana pembunuh datang sembari memberikan kabar.
"Keberadaan petarung suci di pasukan itulah yang membuat Kota Guaye tak berani bertindak." Zhou Fan membatin, sepertinya jika ada kesempatan dia harus membunuh petarung suci tersebut, tapi dia tidak boleh terlalu gegabah, karena akan berakhir buruk baginya.
Ciu San mengeluarkan kapaknya. "Tuan muda, mari kita bantai mereka. Dengan adanya tuan muda, dan sedikit usaha kami-Kapak Kembar, bukan mustahil mengalahkan mereka."
Zhou Fan melirik Ciu San, ketika melihat kultivasi pria gempal itu, matanya menyipit. "Kau sudah naik tingkat?" Zhou Fan kemudian mengalihkan pandangan kepada Zhi Long, ternyata dia pun sama seperti saudaranya.
Huh?
"Mereka begitu mirip, bahkan saat naik tingkat pun bersamaan." Zhou Fan membatin dengan nada mengeluh, dia kemudian melirik Shin.
"Tuan muda, pria ini sudah terlalu tua, sulit untuk melakukan penerobosan." Shin menghela nafas panjang, dia sendiri tidak ingin terus terjebak dalam tingkatannya, tapi apalah daya, umur berbicara.
Hari semakin malam, Zhou Fan yang menunggu di sebuah penginapan bersiap melakukan penyerangan. "Paman Shin, kau nanti jangan terlalu menunjukkan diri, sementara kalian harus menjadi yang paling bersinar."
"Baik tuan muda," ucap serempak mereka bertiga.
Zhou Fan membagi tugas pada setiap orang yang akan bergerak bersamanya, tak terkecuali Zhou Jim yang memiliki peranannya.
***
"Mereka benar benar percaya diri, bahkan lalai dalam berjaga." Shin bisa melihat kebanyakan orang yang berjaga di perkemahan pasukan pangeran pertama hanya bermain ataupun minum arak dengan temannya.
Dari mereka yang berjaga mungkin hanya satu dua orang, itupun tidak begitu serius mengingat suasana di sekitar yang membuat mereka ikut bergabung bersama lainnya.
"Ini akan semakin mudah." Ciu San bergumam sambil menggerakkan kapak di pundaknya.
"Jangan terlalu percaya diri, meski mereka terlihat lalai tetap saja merupakan petarung tangguh tingkat kaisar ataupun senior. Dan jangan lupa jika dari mereka ada seorang petarung suci tingkat pertama." Zhou Fan mengingatkan, dia tidak mau karena terlalu percaya diri membuatnya mengalami kerugian.
Dia harus segera mendapatkan kristal beast dari ruang harta istana, dan melanjutkan pengembaraan ke negeri seberang. Dia berpikir Kekaisaran Shao tidak begitu kaya akan beast tingkat tinggi, tapi berbeda dengan Kekaisaran Han yang bahkan setiap tahun selalu menjadi pertemuan rutin dengan para beast tingkat tinggi.
"Jim, maju!" Zhou Fan menepuk punggung Zhou Jim, serigala itu langsung tahu apa tugasnya.
Tak lama setelah Zhou Jim melesat, dari arah perkemahan terdengar suara ledakan. Asap membumbung tinggi, meski langit sangat gelap, tidak membuat asap tak terlihat.
Zhou Fan tersenyum, dia puas atas kinerja serigalanya.
"Mari kita berpesta!"