
"Senior Jing, mungkin ia mendapatkan namamu, sehingga ragu ingin mengatakannya." Seorang pria berumur tiga puluhan tahun berkata kepada Jing Tian, dia adalah You Wu--salah satu perwakilan Klan You dalam babak delapan besar.
Klan You merupakan Klan paling dominan dengan tiga perwakilannya, Klan Shang serta Klan Zhuge masih lumayan dengan dua perwakilan. Sedang Klan Heng hanya tersisa Zhou Fan sebagai harapan.
Jing Tian melirik ke samping, senyum percaya diri nampak arogan di wajahnya. "Jika benar itu adalah namaku, akan aku pastikan ia tidak akan berakhir dengan baik."
"Aku juga berpikir demikiam, senior Jing. Dia bisa lolos ke babak delapan besar juga hanya karena beruntung, mengalahkan Xuan Yu dalam pertarungan tanpa tenaga dalam." You Wu memandang juri yang telah membuka kertas di tangannya.
"Zhou Fan akan melawan, ...." You Wu melirik Jing Tian. Tuan Muda Keluarga Jing itu kembali menampilkan ekspresi meremehkan.
"You Wu, dari Klan You!"
You Wu yang tak memperhatikan, kedua matanya seketika tercengang. Ia menoleh dengan terkejut. "Aku?!"
Juri mengarahkan tangannya kepada You Wu. "Untuk You Wu, tetaplah di atas arena. Sementara yang lain boleh meninggalkan arena untuk mempersilakan kedua perwakilan memperebutkan tempat menuju babak empat besar."
Jing Tian menuruni arena dengan mata yang selalu tertuju kepada Zhou Fan. Perwakilan lain pun juga turun, termasuk Xuan Yu.
"Jangan kalah, karena aku akan berhadapan denganmu sekali lagi." Xuan Yu menepuk pundak Zhou Fan, kemudian turun meninggalkan arena.
Zhou Fan bergeming di tempatnya, tangannya masih belum memegang senjata, membuat You Wu menyipitkan mata.
"Keluarkan pedangmu!" bentak You Wu dengan kasar, sembari mengacungkan golok di tangannya.
Zhou Fan memiringkan kepala, "Tidak semua orang pantas berhadapan dengan pedang ku."
You Wu terdiam, mulutnya kelu tak bisa bicara. Namun urat amarah nampak jelas di wajahnya.
"Bajingan, jangan meremehkan lawan!" You Wu sangat murka. Meski ia bukan harapan utama Klan You, tetap ia adalah jenius yang langka. Dengan umurnya yang masih tiga puluh empat tahun, kultivasinya sudah berada di tingkat petarung senior bintang lima. Memang adalah jenius.
Namun membandingkan dengan Zhou Fan, sungguh hanya seekor katak dalam sumur. Saat ini ia berada di tingkat petarung suci bintang satu, bahkan tak lama lagi akan naik menjadi bintang dua.
"Apakah kalian siap?" Pertanyaan juri membuat kedua perwakilan mengalihkan pandangan.
Zhou Fan mengangguk, You Wu pun mengangguk. "Berhadapan dengannya, apa perlu tidak siap?" ucap pria tiga puluh empat tahun tersebut.
Sebelah alis Zhou Fan nampak naik, pernyataan You Wu membuatnya ingin memberi sedikit pelajaran terhadap perwakilan Klan You ini.
"Baiklah, ... Mulai!"
Begitu juri mengatakan 'mulai', tanpa panjang lebar You Wu menerjang dengan golok terbentang.
Zhou Fan memasang sikap waspada, begitu jarak golok sudah di depan mata, ia menarik tubuhnya menunduk, sehingga golok melintas tepat di atas kepala.
Tidak sampai di sana, Zhou Fan mendorong tangannya, menghantam perut You Wu.
Namun You Wu masih sangat waspada, dengan secepat kilat menempatkan tangan kiri menghalau tapak sang lawan.
You Wu menarik golok nya, kemudian kembali melakukan tebasan.
Zhou Fan sekali lagi menghindar, memusatkan tenaga dalam di kaki lalu menyepak pinggang.
Bang!
You Wu terseret mundur, tapi masih dapat bertahan.
"Banjingan, kenapa serangannya sangat kuat?" You Wu menyipitkan mata, membatin dengan nada gusar.
Zhou Fan berdiri belasan langkah dari You Wu, masih menunggu sang lawan untuk menyerang.
You Wu menggeram marah, semakin melihat ekspresi Zhou Fan semakin memuncak kemarahannya.
Hyat!
Ketika golok menebas, Zhou Fan mundur dua langkah.
Blar!
Lantai ruangan membekas sebuah tebasan, memanjang sekitar dua lengan.
You Wu berdecak kesal melihat serangannya meleset, ia menarik senjatanya dan langsung mendaratkan beberapa tebasan berikutnya.
Zhou Fan bersalto, dua tiga kali kemudian melompat tinggi.
Mata You Wu terbuka lebar, tapi tak berlangsung lama karena ia langsung mengarahkan golok ke atas.
Zhou Fan menedang golok tersebut, sehingga You Wu kehilangan keseimbangan.
Melihat kesempatan ini, Zhou Fan dengan cepat melesat, mendaratkan serangan tapak.
Bang!
Bang!
Bang!
Tidak hanya satu dua atau tiga, tapi langsung diberondong dengan belasan tapak yang menghujam perutnya. Satu serangan wajah You Wu terlihat buruk, dua serangan matanya melotot, tiga serangan keluar air dari mulutnya. Begitu tapak yang terakhir, ia langsung ambruk tak sadarkan diri.
Zhou Fan berdiri sambil memandang You Wu yang tergeletak di depannya. Sementara semua yang menyaksikan dibuat terperangah akan aksi Zhou Fan dalam mengalahkan perwakilan Klan You tersebut.
"Zhou Fan dari Klan Heng melaju ke babak selanjutnya!" Juri sempat tak beraksi untuk beberapa saat, ia pun tak menduga bahwa You Wu akan kalah dalam waktu yang begitu singkat.
Patriark Klan Heng langsung berdiri mendengar Zhou Fan disahkan sebagai pemenang. Ini adalah yang pertama sejak beberapa gelaran turnamen, Klan Heng masuk ke babak empat besar. Sungguh, Zhou Fan merupakan berkah bagi ia dan juga klannya.
Tidak hanya patriark klan yang begitu bahagia mendengar Zhou Fan melaju ke babak selanjutnya. Heng Biyen--ayah Heng Biyu pun sangat senang, melihat Zhou Fan mengalahkan lawan dan lanjut ke babak empat besar.
Di sisi lain, Jing Tian mengepalkan tangan. Melihat semua orang antusias terhadap Zhou Fan, amarahnya semakin besar. "Jangan sampai kau berhadapan denganku, atau kau akan menyesal!" batin Tuan Muda Keluarga Jing tersebut.
Berbeda dengan Xuan Yu yang nampak mengukir senyum di wajahnya. "Tunggu aku, di babak selanjutnya kita akan kembali bertemu."
Xuan Yu sangat bersemangat, ia menantikan saat di mana ia akan berhadapan dengan Zhou Fan.
Kembali ke atas arena. Setelah tubuh You Wu dibawa pergi oleh orang orang Klan You, juri mengambil satu nama lain dari kotak nama.
"Jing Tian!"
"Jing Tian, silakan maju ke depan."
Jing Tian melirik Zhou Fan, pancaran permusuhan semakin jelas terlihat. Ia naik ke atas arena, mengambil satu nama dan menyerahkannya kepada juri.
Beberapa perwakilan berharap tak bertemu dengan Jing Tian, tapi seperti kata pepatah, semakin kita ingin menghindar, apa yang ingin dihindari malah semakin cepat datang.
Contohnya perwakilan Klan Zhuge satu ini, dia bernama Shang Huang. Dia berharap begitu lantang dalam benaknya, tapi apalah daya jika nasib telah berkata.
Ketika namanya disebut oleh juri, seketika wajahnya hancur sehancur-hancurnya.
"Sial, kenapa harus aku?" Pria berusia tiga puluh tahun itu mengumpat kesal, di antara yang lain ia adalah yang paling lemah, kultivasi nya berada di tingkat petarung senior bintang empat.
Namun ia harus menghadapi Jing Tian yang merupakan terkuat dalam generasi Kota Hong. Ini jelas mendorongnya ke jurang yang terjal sekaligus dalam.
"Apa kau tidak ingin menyerah?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Jing Tian sangat arogan, membuat Zhuge Huang merapatkan gigi kuat-kuat.
Dia ingin sekali menyerah, tapi bagaimana dengan nama klan yang berada di pundaknya. Akan sangat memalukan jika ia harus kalah tanpa bertarung. Bukan lagi seluruh kota akan mengingat namanya, ia tidak mau di kenal sebagai pecundang.
Jing Tian tersenyum sinis, "Dasar, tidak tahu diri!"